
Saat Ben masuk ke ruangan Gara, ia menyisir seluruh ruangan dengan matanya namun tak nampak ada yang berantakan dan mata Ben pun tertuju ke ruang istirahat di belakang kursi Gara.
"Ada apa?" tanya Ben seraya berjalan mendekat pada Gara.
"Aku sedang melakukan panggilan video dengan Divi."
Ben pun berpindah ke belakang Gara untuk melihat layar laptop Gara, terlihat Divi sedang berada di rumah sakit, Divi pun mengarahkan kamera ponselnya pada Viona, terlihat wajah Viona yang masih pucat, namun Divi berkata Viona sudah baik-baik saja.
"Kapan kau akan pulang, apa kau tidak merindukan suami mu ini?" tanya Gara pada Divine.
Ben mendengar perkataan Gara, membuat raut wajahnya berubah, tampak rasa tak suka di wajahnya. Divine pun mengarahkan kamera padanya, terlihat ia tak berubah sedikit pun, sangat cantik dengan rambut terikat yang memperlihatkan leher jenjangnya.
"Aku merindukan mu sayang, aku akan pulang dalam waktu dekat, oh Ben kenapa wajah mu jelek seperti itu?" melihat ekspresi Ben, Divi pun langsung bertanya.
"Eh tidak apa Div, aku kangen kamu, cepatlah pulang." ucap Ben dengan membuat tawa kecil di wajahnya.
"Kita semua sudah merindukan mu, Eza pun tidak pernah datang sejak kau pergi." ucap Gara.
"Eza di sini, mana mungkin dia datang ke Andava." jawab Divine.
Ben pun berpamitan dengan melambaikan tangannya pada Divi, saat mendengar ucapan Divine, Ben tak sanggup menahan dirinya untuk tidak menertawakan Gara.
__ADS_1
Ben keluar dari ruang presdir dan masuk ke ruangannya terus menuju toilet, ia pun tertawa terbahak-bahak di sana, rasanya geli sekali mendengar Divine dengan santainya berkata seperti tadi, tanpa Divine ketahui ia sedang membalas perbuatan Gara di sini.
Ruang presdir.
Ternyata Gara sudah selesai melakukan video call pada Divine. Raut wajahnya tampak tak senang sekarang.
Santai sekali Divi berbicara kalau Eza juga di sana, apa mereka tidak sengaja bertemu, apa Divine tidak menyembunyikan sesuatu, karena itu dia mengucapkannya begitu saja, dia tidak memberi tahu ku sejak awal dengan alasan tak penting. Mungkin Divine mengatakan hal yang benar. Istriku kau sangat mengagumkan.
Gara mengetik email dan langsung mengirimnya, lalu menutup laptop, ia akan menyusul istrinya dan membawa Divine kembali. Gara meninggalkan ruangannya dengan ponsel di telinganya.
"Aku akan menyusul Divine." ucap Gara setelah nada tersambung dan langsung memutus sambungan telponnya. Ia sedang berjalan menuju lift dengan sangat terburu-buru. Rasa rindunya sedang membara di tambah kecemburuan yang juga hadir di dalam dirinya, kekaguman atas kejujuran istrinya membuat Gara merasa ingin memeluk Divine saat ini juga menunjukkan pada dunia, dia milikku.
Ben bergegas sambil memandangi ponselnya, berjalan menuju lift, Ben melihat posisi Gara kini sudah berada di lantai bawah.
"Kenapa tiba-tiba begini?" tanya Ben yang baru saja masuk ke dalam mobil, Gara sudah menunggunya di dalam mobil.
"Kenapa, kamu ga bisa menyiapkan semuanya?"
"Helikopter perlu di cek dulu, kau akan menunggu sebentar, hmm bagaimana kalau kita membeli beberapa makanan buat Divi?" ucap Ben agar Gara tidak merasa menunggu lama. Gara hanya berdehem, dan Ben pun berkeliling untuk membeli beberapa makanan untuk Divine.
Tak terasa waktu bergulir sudah hampir 2jam, Ben pun mengemudikan mobilnya menuju landasan heli milik Andava grup. Helikopter @ pun sudah siap untuk terbang. Gara pun akhirnya pergi menyusul Divine tanpa di temani oleh Ben.
__ADS_1
2 jam kemudian.
"Permisi," ucap Divine setelah mengetuk pintu dan membuka pintu ruangan Ben.
"Hah, Divi kau di sini?" ucap Ben dengan sangat senang.
"Iya, di mana suami ku?" tanya Divine dengan suara semakin pelan di akhir kalimatnya, matanya tertuju pada Vely yang sedang mengenakan baju miliknya.
"Oh Ben, bisa kah kau tinggalkan kami berdua, aku ingin berbicara dengan Vely." lanjut Divine lagi.
"Hmm tentu saja Divi, aku akan menunggu di luar." jawab Ben dengan memberi informasi dirinya tidak pergi kemana-kemana, jika Divi memerlukannya, Divi hanya perlu membuka pintu dan memanggilnya.
Ben pun meninggalkan ruanganya dan meninggalkan Divi bersama Vely.
"Kau terlihat cantik mengenakan baju itu." ucap Divine.
"Terimakasih." jawab Vely.
Akhirnya Vely dan Divine berbincang sangat lama, kini Divine sudah mengetahui kenapa Gara begitu baik pada Vely.
Divine kini sangat merasa bersalah. Ia merasa ceroboh dan sudah melakukan kesalahan besar yang berakibat pada kehidupan orang lain.
__ADS_1