
Pagi hari Gara masih berada di tempat tidur, Ia meraba sisi di sebelahnya seketika Gara pun terbangun karena dia tidak merasakan keberadaan Divine di sana.
Gara pun segera beranjak dari tempat tidur melihat segala sisi dan menghampiri kamar mandi dan juga ruang pakaian namun ia tetap tidak melihat keberadaan istrinya itu.
Akhirnya Gara pun bergegas keluar dari kamarnya dan turun ke bawah untuk mencari Divine. Gaara pun bertemu Pak Ann di di dekat anak tangga terakhir.
“Apa kau melihat Divine pak?” tanya Gara.
“Nona ada di taman belakang Tuan, ia sedang berolahraga.” jawab Pak Ann.
“Oh baiklah terima kasih pak Ann.”
Gaara pun segera beranjak meninggalkan pak Ann dan berjalan menuju halaman belakang untuk melihat istrinya yang sedang berolahraga.
Gara pun tiba di halaman belakang dan ia pun melihat Divine di sana sedang melakukan yoga dengan rambut terikat tinggi sehingga leher jenjangnya nampak begitu indah.
Gara pun segera menghampiri dan memeluk Divine dari belakang, dan menciumi leher Divine yang sedang fokus dengan yoganya.
”Sayang kenapa pagi sekali sudah di sini, sejak kapan kau sering melakukan yoga, aku tidak pernah melihat ini sebelumnya?” tanya Gara yang masih mengenakan piyama tidurnya.
“Sebenarnya sudah lama aku menyukai yoga, namun setelah menikah denganmu aku sudah jarang melakukannya, hari ini aku merasa ingin melakukan yoga, dan aku merasa tenang.”
“Oh ya sudah sayang, kalau begitu lanjutkan saja, ingat jangan melakukan hal-hal yang ekstrem yang dapat membuatmu celaka.”
“Iya Sayang aku akan menjaga diriku, kau pergilah mandi aku akan memasak sarapan untukmu,”
“Tidak perlu sayang, lakukanlah yang kau suka,”
Divine pun mengangguk dan tersenyum pada Gara.
Gara pun beranjak pergi meninggalkan Divine untuk membersihkan diri.
Divine melanjutkan yoganya kini ia sedang berdiri tegak dengan satu kaki dan satu kaki di lipat dan di tempelkan pada lutut kaki kanannya sedangkan kedua tangannya membentuk bak kuncup bunga di atas kepala.Beberapa gerakan yoga terus Divine lakukan silih berganti.
Hingga saat ini ia sedang melengkungkan badannya ke bawah mengangkat tinggi tubuhnya bak melayang bertumpu pada kedua tangan dan kakinya.
Di saat bersamaan Gara telah kembali dan melihat Divine dengan posisi seperti itu, Gara pun langsung berlari menghampiri Divine.
“Sayang, kenapa kayang seperti ini, bagaimana jika kau terjatuh?” Gara merangkul pinggang Divine yang tengah melengkung dengan indahnya.
“Tidak akan, aku sudah biasa melakukan ini,” Divine bangun dari posisinya dan berdiri tegak di depan Gara.
“Tidak, aku tidak mengijinkan mu melakukan hal-hal berbahaya seperti ini.”
__ADS_1
Bagaimana jika dia melihat gerakan berdiri dengan 1 kaki badan membungkuk 90° dan 1 kaki tegak ke atas tadi. Divine bergumam dalam hatinya.
Gara telah memikirkan perkataan ibunya semalaman sebelum ia tertidur. Karena Gara tidak menemukan jawaban, akhirnya diam-diam Gara kembali menelpon ibunya dan bertanya langsung apa maksud ibunya tadi, ibunya pun menjelaskan Divine mungkin sedang hamil karena itu dia mual muntah karena itulah Ibunya menyarankan untuk membawa Divine ke dokter kandungan secepatnya.
Hari ini pun Gara sudah membuat jadwal dengan dokter kandungan wanita yang akan memeriksa Divine pastinya dengan bantuan Ben.
“Sekarang bersiap lah, kita akan ke dokter!”
“Ada apa, kau sakit?” Divine menarik leher Gara dan menyentuhkan dahinya pada dahi Gara, untuk merasakan apa Gara sedang demam.
“Bukan, bersiaplah kenakan pakaian yang nyaman.”
Aku merasa sekarang dia lebih posesif dari sebelumnya, hingga pakaian pun di ingatkan.
gumam Divine seraya berjalan meninggalkan Gara yang masih berdiri di sana.
Divine pun telah selesai mandi, dan bertepatan dengan seseorang mengetuk pintu kamarnya.
Divine membuka pintu kamarnya dan terlihat dua orang berada di depan pintu kamar.
“Nona, ini stylish yang akan membantu Nona untuk memilih pakaian yang nantinya akan kenakan,” ucap pelayan dengan memberi kode ini perintah Tuan Gara pada Divine.
heh, kegilaan apalagi ini, pakaian untuk ke dokter saja pun pakai stylist.
“Oh ya terimakasih, silakan masuk,” tak lupa Divine mengucapkan terimakasih pada pelayannya itu dan mengijinkan stylist itu masuk ke dalam kamarnya.
*A*pa setiap hari, apa yang membuatnya jadi seperti ini.
“Oh tentu saja, terimakasih,” ucap Divine dengan menunjukkan rasa senangnya kepada Jeje.
“Itu ruangan pakaian kami kau boleh masuk dan memilih apa saja untuk ku.” ucap Divine menunjukkan ruang pakaian miliknya.
Jeje pun mengambilkan seluruh kebutuhan Divine dari pakaian dalam hingga pakaian luar yang akan di kenakan oleh Divine. Jeje memilihkan pakaian dalam berbahan lentur, dan rok di bawah lutut dengan pinggang berbahan karet serta baju mini tanpa lengan.
Divine pun segera mengenakannya tanpa banyak pertanyaan.
“Oh Nona dirimu sangat cantik, saya sangat bangga bisa menjadi stylist nona, saya rasa pakaian yang sangat murah pun akan tetap sangat cantik dan terlihat mahal jika nona yang memakainya.” ucap Jeje, dirinya sebagai wanita pun mengakui bahwa Divine sangatlah cantik.
“Apa maksudmu aku sedang mengenakan pakaian yang sangat sederhana?”
“Oh tidak Nona, maksud saya tanpa stylish pun anda akan terlihat sangat luar biasa,”
*Y*a kau benar, hari-hari spesial pun aku tidak menggunakan stylish dan hari ini karena Gara, ke dokter pun harus memakai stylish.
__ADS_1
“Begitulah, Tuan Gara ini sedikit berlebihan.”
“Mungkin menurut Nona berlebihan tapi sepertinya, itu adalah cara Tuan Gara menunjukkan kasih sayangnya kepada nona, ia ingin nona baik-baik saja dan selalu nyaman dengan apa yang Nona kenakan.”
kasih sayang apa yang seperti ini. Divine bergumam dalam hatinya.
“Oh ya, Nona sedang hamil berapa bulan?” tanya Jeje.
“Apa maksud mu?” Divine mempertegas pertanyaan Jeje.
“Iya Nona sedang hamil kan, karena itu Tuan Gara meminta saya untuk memilihkan pakaian yang berbahan lentur untuk Nona kenakan,” jawab Jeje dengan polosnya.
Divine pun mengangguk saja pada Jeje.
Kini Divine tahu, kenapa hari ini Gara sangat aneh, karena Gara berpikir bahwa Divine sedang hamil.
*O*h jadi karena itu Gara berlebihan sekali saat aku yoga tadi dan sampai menyediakan stylish saat ini.
Tapi apa kenapa dia berpikir aku sedang hamil?
Divine memutar otaknya, namun sama saja dengan Gara ia tidak menemukannya, ia harus mendapatkan jawaban yang jelas.
Divine ingin bertanya pada Jeje, tapi tidak mungkin karena jika ia bertanya, Jeje akan tahu bahwa sebenarnya Divine belum tahu apa-apa, dan akan membuat Jeje merasa sangat bersalah.
Divine dan Jeje pun keluar dari kamar dan menuruni anak tangga, Divine sudah mengatur wajahnya agar tampak biasa.
“Aku sudah siap, apa ini terlihat bagus?” ucap Divine saat bertemu Gara di meja makan.
“Istriku selalu cantik, duduklah sayang?” Gara menarik kursi untuk Divine yang tidak pada tempatnya, Gara membuat kursi queen berada sangat dekat dengan kursi raja.
Divine pun menikmati sarapannya dengan lahap, gara memberikan banyak daging dan sayur pada Divine.
“Sudah, ini terlalu banyak.”
“Kau harus lebih menjaga asupan nutrisi mu sekarang?” ucap Gara.
“Kenapa?”
“Apa kau tidak mengerti sayang, kita akan punya satu baby yang lucu, oh tidak, mungkin tidak satu, mungkin dua,” Gara sangat bahagia mengucapkan kalimat itu sangat terlihat jelas di wajahnya.
Pft, Divine tersedak mendengar jawaban yang di ucapkan Gara di depan semua pelayan, ia tidak menyangka Gara akan menjawab seperti itu.
“Hati-hati sayang,” Gara memegang gelas air di tangannya dan ia berikan pada Divine, Gara sangat cekatan berada di depan Divine.
__ADS_1
“Terimakasih.” ucap Divine setelah meneguk air yang diberikan oleh suaminya.
*M*ungkin benar, saat ini melakukan pemeriksaan adalah hal yang paling tepat, aku pun sangat penasaran.