Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 29


__ADS_3

"wow Divi, kamu cantik sekali, tidak sia-sia Gara berebut pakaian ini dengan wanita lain tadi di mal"


"apa ? " Divine tertawa sambil menutup mulutnya.


"apa kamu tidak bisa diam Ben" ucap Gara, " sebaiknya kamu pergi bersama Jerry saja" tambah Gara


terdengar suara mobil berhenti di parkiran.


"itu pasti Jerry, yuk kita pergi sekarang" ucap Divine.


mereka pun berjalan keluar dan bertemu Jerry di teras.


"wow Divi, ini kamu?" ucap Jerry yang terkejut melihat teman nya yang ternyata bisa lebih cantik lagi.


"kenapa ga cocok ya?" ucap Divine.


Gara mulai gelisah dengan pemandangan reuni di depan nya ini.


"cocok banged Divi, kamu semakin cantik, untung kamu teman ku".


"memang kalau bukan teman mu kenapa?" Gara memutus bicara Jerry.


"haha pasti aku sudah mengejarnya" Jerry menjawab dengan santai.


"ingat dia sudah punya suami" ucap Gara.


suasana tiba-tiba hening, seperti es batu sedang menghujam pada Jerry,Ben dan juga Divine.


Gara berjalan menuju Mobil dan yang lain mengikutinya.


"Ben seperti kata ku tadi" ucap Gara pada Ben sesaat setelah sampai di parkiran rumah mereka.


Gara menarik Divine dengan lembut, "kamu ikut aku duduk di depan".

__ADS_1


Divine mengikuti saja apa mau Gara, dan juga Jerry dan Ben.


mereka pun berangkat menggunakan 2 mobil, Gara dan Divine, sedangkan Ben ikut di mobil Jerry.


selama di perjalanan Divine diam saja.


" hei " ucap Gara.


"hei hei hei, susah banget apa ya sebut nama ku" dumel Divine dalam hati.


"ya kenapa Gara" sahut Divine.


"aku mau kamu panggil aku seperti dulu".


"hah, apa?".


" suami "


" suami ?"


"jadi apa?"


"suamiku". ucap Gara.


puffttt Divine tertawa dengan menutup mulutnya .


"kenapa ?".


"oh, tidak apa Gara, suamiku".


"ulang"


"gapapa suamiku" Divine menurut saja.

__ADS_1


"lalu, kenapa memanggil ku hei".


"kamu mau aku panggil istriku ?"


"hah tidak, itu..,"


Gara menginjak rem mendadak, dan mobil mereka berhenti.


"hei kenapa mendadak berhenti".


"jadi, kamu ga mau aku panggil kamu istriku?"


"hah, apa dia rem mendadak karena ini, hah aku semakin tidak mengerti".


"sudahlah terserah kamu, mau panggil aku siapa, hei atau apalah terserah". emosi Divine terpancing, dia sangat kesal pada suaminya itu.


" kenapa terserah ? " Gara mendekatkan wajah nya pada wajah Divine. membuat Divine semakin tertekan.


"ya suamiku, panggil aku istriku" ucap Divine.


"baiklah kalau kamu meminta seperti itu" ucap Gara sambil tersenyum.


"apa! ini seolah olah aku yang memintanya agar dia memanggilku istriku" ucap Divine dalam hati.


"iya suamiku, ayo kita lanjutkan perjalanannya, Jerry dan Ben pasti sudah sampai" Divine berbicara sambil tersenyum masam.


Gara melajukan mobil nya dalam 5 menit pun sampai di rumah Tuan Amo.


_________


kini mereka sudah berkumpul di meja makan, setelah berpeluk-pelukan terlebih dahulu saat mereka baru tiba tadi. Divine pun yang tegar sempat meneteskan air matanya saat berpelukan dengan Nyonya Lusi, melihat keadaan istri Tuan Amo ini yang sudah mengurus karena penyakitnya.


mereka semua pun makan bersama, Divine tetap melayani suaminya, mengambilkan nasi dan lauk ke piring Gara.

__ADS_1


"terimakasih istriku" seketika tidak ada terdengar suara apapun. seakan dunia pun terkejut hingga tidak ada suara yang timbul saat ini, Divine merona karena malu.


"eheem " Gara berdehem, barulah kehidupan seakan berlanjut, terdengar lagi suara ketukan -ketukan sendok di piring. mereka pun menikmati makan malam mereka


__ADS_2