Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 73


__ADS_3

Gara yang melihat Divine hanya diam dan tidak menjawab pertanyaannya merasa semakin terpuruk.


“Apa ini artinya kau tidak mau menepati janji mu?” tanya Gara lagi.


“Bukan seperti itu sayang, ayo kembali tidur, ini masih dini hari.” ajak Divine untuk kembali tidur seraya merebahkan tubuhnya dan membelakangi Gara.


Gara yang melihat Divine membelakanginya, ia pun ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Divine dari belakang.


“I love you.” ucap Gara berbisik pelan di telinga Divine.


Kita harus bicara dengan Vely sayang, agar tidak ada kesalahpahaman diantara kita.


“Hmm.” Divine menjawab Gara hanya dengan berdehem. Divine merasa sangat lelah karena semua hal yang terjadi hari ini, untuk membalas ucapan cinta Gara pun Divine merasa tak berani.


________


Keesokan hari di Andava grup.


Ben baru saja keluar dari ruangan Jerry. Jerry sedang memegang kepalanya, tampak seperti orang yang sedang memikirkan sesuatu. Jerry mengambil ponselnya dan mengetikkan sesuatu di sana lalu meletakkannya lagi.


Tiiing... Dering pesan di ponsel Divine yang saat ini berada di rumah, ia tak ada semangat untuk datang ke kantor hari ini dan memutuskan untuk di rumah saja.


“Sudah tidak pernah merindukan ku lagi ya sekarang.” terlihat isi pesan masuk dari Jerry di ponsel Divine dengan emoticon sedih di akhir kalimat. Divine langsung menelpon Jerry yang merupakan sahabat dan juga salah satu orang pemegang kekuasaan tinggi di Andava.


“Halo Nona, ada yang bisa saya bantu?” ucap Jerry bak bawahan sedang menerima panggilan dari atasannya di balik telpon, ia langsung mengangkat telponnya setelah melihat Divine menelponnya.


“Sudahlah, apa Bos Jerry ada waktu sore ini, ayo ngemil sore?” Divine tak mau kalah dengan Jerry, ia pun memanggil Bos Jerry pada sahabatnya itu.


“Oke, aku berangkat sekarang, tempat biasa ya.” ucap Jerry, Divine pun mengiyakan dan mengakhiri telpon mereka.


Divine langsung menarik tas kecilnya dan memesan taxi online. Midi dress yang ia gunakan dengan rambut di kepang rendah membuatnya tampil sangat sederhana namun sangat enak di pandang mata.


Saat Divine keluar rumah, taxi online sudah menunggunya di depan pagar rumah. Saat penjaga melihat Divine berada di teras rumah, barulah penjaga memperbolehkan taxi itu masuk ke dalam dan menjemput Divine, penjaga itu tidak heran ini bukan hal yang jarang terjadi.


Divine pun berangkat dengan taxi online menuju cafe yang sudah Divine dan Jerry setujui.


Divine pun sampai di cafe, Jerry hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Divine turun dari taxi online. Jerry menunggu di depan cafe di dalam mobilnya sehingga dapat melihat Divine yang baru saja sampai.

__ADS_1


“Ayo!” ucap Jerry yang baru saja turun dari mobil miliknya dan langsung berdiri di samping Divine.


Divine terkejut karena ulah Jerry yang tiba-tiba ada di sampingnya.


“Kau mengagetkan ku saja.” ucap Divine seraya mengelus dadanya.


“Mengapa kau begitu tegang?” tanya Jerry sambil berjalan masuk ke dalam cafe.


Divine diam saja dan terus berjalan masuk ke dalam cafe lalu menaiki anak tangga menuju atap cafe ini. Cafe ini berada di tepi pantai dan juga di tepi jalan raya. Saat sore hari seperti ini sangat nyaman bila duduk di atap bersama deburan angin pantai yang sangat menyejukkan hati.


Jerry pun memilih tempat duduk di paling pojok sehingga mata mereka tak terhalangi oleh orang lain saat melihat ke arah pantai, Divine memesan beberapa camilan dan minuman yang biasa ia pesan saat mereka datang ke tempat ini.


“Div, apa hubungan mu dan Gara baik-baik saja?” tanya Jerry.


“Apa ada yang terjadi, kenapa menanyakan hal seperti itu?”


“Hari ini, aku seperti melihat sebagian wujud lain Gara.”


“Apa maksud mu, apa ia berubah jadi kelinci lucu?” jawab Divine cengengesan, namun terdengar membosankan di telinga Jerry.


“Gak lucu,” jawab Jerry, lalu ia menceritakan hal yang terjadi hari ini.


“Apa! kenapa jadi begini?” Divine terkejut dengan hal yang Gara lakukan.


Selama ini Gara tak pernah arogan seperti itu. sudah hampir setahun Divine menikah dengan Gara, ia tak pernah melihat Gara marah dengan karyawan sampai memecat karyawan apalagi memutus kerjasama dengan perusahaan lain.


“Apa hubungan mu dengannya baik-baik saja?” tanya Jerry lagi.


Menurut info yang di terima Jerry dari Ben.


Sejak Gara masuk ke dalam mobil saat Ben menjemputnya, Gara diam saja tanpa mengatakan apa pun, dengan raut wajah serius. Pikir Ben pasti terjadi sesuatu di antara Gara dan Divine. Ben juga menceritakan kejadian Vely memakai baju Divine, menambah dugaan mereka semakin kuat, apa yang Gara lakukan hari ini pasti ada hubungannya dengan Divine.


“Oh ya, kami memang ada sedikit masalah, tapi tidak begitu besar.” jawab Divine setelah meneguk jus alpukat kesukaannya.


“Kamu yakin Div, itu bukan masalah besar?”


menurut apa yang terjadi hari ini, pasti sesuatu hal besar sudah menarik perhatian Gara. Hingga ia tak sadar telah meluapkan emosinya di Andava dan berimbas pada karyawan dan juga perusahaan lain yang baru saja merasakan senang karena bisa menjalin kerjasama dengan Andava grup.

__ADS_1


“Ya, sepulang nanti, akan ku tanyakan padanya, kenapa Gara bertindak arogan seperti itu,” ucap Divine lalu melirik jam tangannya.


“Tapi ada bagusnya lho Div, seperti itu akan membuat kita bertemu dengan orang-orang baru yang lebih baik lagi.”


Orang-orang yang di pecat akan di gantikan oleh orang baru yang mungkin lebih kompeten di bidangnya.


“Semua orang itu tidak luput dari kesalahan, apa kamu kurang percaya dengan semua tes dan masa percobaan untuk masuk menjadi bagian Andava grup?”


Ada banyak tes yang di lakukan sebelum calon karyawan masuk ke masa percobaan. Masa percobaan untuk menjadi karyawan Andava pun tak sebentar, selama 1 tahun, selama itu orang-orang yang memang tidak mampu mengikuti cara kerja Andava sudah pasti akan terseleksi dengan sendirinya.


Begitu pun untuk kontrak kerjasama, masa percobaan juga selama 1 tahun, selama calon rekan mampu memenuhi semua permintaan Andava grup dengan baik dan tepat waktu barulah mereka bisa mendapat kontrak kerjasama dengan Andava.


“Btw, sepertinya aku tidak membawa dompet ku Jer, tolong kamu yang bayar dulu ya, aku akan menggantinya nanti.” ucap Divine yang dari tadi menengok tas kecilnya namun tak melihat ada dompet di dalam sana.


Di rumah Divine.


Gara baru saja sampai dan langsung mencari istrinya ke kamar mereka.


“Sayang aku pulang,” ucap Gara saat berada di depan pintu kamar.


Namun tidak ada jawaban, ia pun melihat semua sisi kamar tak ada Divine di sana. Pikiran Gara mulai tak terkendali.


Gara kembali keluar dan melihat pak Ann berada tak jauh dari pintu kamar mereka.


“Pak Ann, dimana istri ku?” tanya Gara dengan tempo yang cepat.


Pak Ann pun menjawab dengan cepat, bahwa Nona Divine pergi tadi sore menggunakan taxi online dan tidak mengatakan akan pergi kemana.


Gara kembali masuk ke dalam kamar, memeriksa pakaian Divine, namun tidak ada yang aneh. Hingga Gara melihat dompet Divine tergeletak di tempat tidur. pikirannya semakin tak terkendali ia berpikir istrinya telah pergi meninggalkannya hanya dengan baju yang melekat di badannya.


“Telpon, aku akan menelponnya, dia akan menjawab ku.” ucap Gara dengan suara berat, dengan tangan gemetar menekan layar ponselnya.


Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan.


Suara operator di balik telpon semakin membuat Gara di selimuti oleh ketakutannya, seluruh tubuhnya bergetar, air mata mengalir di pipinya tanpa ia sadari.


“Ini salahku,” rasanya kakinya sudah tak kuat lagi untuk berpijak hingga ia terduduk di lantai. Gara mulai membenturkan kepalanya berulang-ulang di lantai dengan bergumam “semua salahnya” yang tidak begitu jelas terdengar. Gara memukul kepalanya terus menerus dengan kedua tangannya secara bergantian, ia sangat depresi hingga tak merasakan sakit akibat benturan dengan lantai dan pukulan tangannya yang keras di kepalanya.

__ADS_1


“Sayang apa yang kau lakukan?” Divine mendekap erat suaminya itu ke dalam dadanya. Ia baru saja masuk dan sangat terkejut melihat Gara terduduk dengan keadaan yang sangat buruk, tangan dan kepala Gara terlihat memar. Air mata Divine mengalir deras melihat keadaan suaminya saat ini.


__ADS_2