
Gara menjatuhkan tubuh Divine di ranjang mereka.
"kau yang menggoda ku" ucap Gara.
Divine diam saja, Gara semakin menjadi, tidak ada kelembutan disana, seperti hewan buas yang sedang menerkam mangsanya.
Gara membuka baju divine dengan paksa hingga kancing baju Divine terlepas semua, Gara menciumi Divine dengan kasar, Divine merasa tidak nyaman.
" kamu menyakitiku " Divine bersuara keras.
"bukankah ini yang kamu inginkan "
plak... Divine menampar Gara dengan kuat.
" apa yang kamu tau tentang ku" Divine benar benar marah tapi matanya memerah.
"kamu selalu menggoda ku, sudah jelas kamu menginginkan nya"
"apa yang kamu maksud "
Gara terdiam, ia tahu selama 2 minggu ini, hanya ada beberapa kata diantara mereka, tidak terjadi komunikasi dengan baik. hanya menerka nerka sendiri saja.
Gara pergi meninggalkan Divine, ia masuk ke ruang kerja nya. Divine menangis di dalam kamarnya, tidak berkata apapun hanya menangis, wajah nya terlihat sangat sedih hingga ia tertidur lagi selimut menutupi tubuhnya.
pagi hari...
Gara sudah bangun dan kembali ke kamar nya, ia tidur di ruang kerja menunggu pagi.
__ADS_1
dia melihat Divine yang masih tertidur, wajah nya mengkerut kerut seperti sedang mimpi buruk.
Gara masuk ke kamar mandi, ia mandi lalu bersiap untuk ke kantor.
kini Gara dan Ben sudah di meja makan.
"wah kau tampan sekali hari ini, sepertinya baju baru" ucap Ben.
"apa iya, aku tidak tau"
"ya, aku ingat semua baju yang aku belikan untuk mu"
"ohh ya pasti ini baju baru, setelah melihat merk di jas Gara" sambung Ben lagi.
"kenapa kau yakin sekali"
"apa artinya, Divine yang membelikannya untuk ku" Gara mengingat Divine baru saja berbelanja kemaren.
"ya itu sudah jelas, terus apa yang kalian lakukan semalam" Ben menaik turun kan alisnya.
"tutup mulut mu"
"hup " Ben menutup mulutnya.
"kau bilang kau tidak tertarik dengan nya, kenapa semalam kau berada diatasnya dan...." suara Ben pelan mengejek.
"Ben apa kau sudah tidak menginginkan gaji mu bulan ini"
__ADS_1
akhirnya Ben diam. "siapa yang tidak ingin gaji ku, huh semua orang pasti menginginkannya, sangat disayangkan aku pemiliknya tapi tidak mendapatkannya" gumam Ben.
mereka melanjutkan sarapan mereka, sesekali Gara melirik ke sekitar pandangan nya mencari sesuatu, dia mencari keberadaan Divine yang sampai saat ini belum tiba di meja makan.
tak lama muncul Divine dengan pakaian formal, wajah tenang seperti biasa seolah tak terjadi apapun semalam, Divine terlihat berbeda sekali dan tetap sangat cantik.
Ben sudah menatap Divine lama dan tidak bosan memandangnya. Gara yang juga terpesona dengan cepat mengendalikan dirinya.
" kau ada acara hari ini " ucap Gara.
" oh tidak, aku hanya ingin ke kantor "
" oh, Ben Ben " Gara beralih pada Ben.
namun Ben seperti tidak mendengar, gara harus berulang ulang memanggilnya. Divine hanya tersenyum dan menikmati sarapannya.
"ah iya Gara kenapa"
"hah tidak, aku sudah malas"
"Nona Divine, cantik sekali, apa mau ke kantor hari ini?" Ben mengacuhkan Bos nya.
"Iya ben, aku akan sangat bosan di rumah terus"
"iya Nona, datang lah juga ke kantor Gara sesekali"
"baiklah Ben terimakasih atas ajakannya". Divine tersenyum.
__ADS_1
Gara melihat obrolan kecil asisten nya dengan istrinya, terasa hangat di hatinya hingga ia berpikir kalau Ben cocok untuk Divine.