
Divine akan bersiap-siap untuk makan malam di rumah Tuan Amo.
setelah mandi Divine masuk ke ruang pakaian, ia melihat ada sebuah kotak yang manis sekali, "apa ini hadiah? hemb untuk siapa" begitu pikirnya.
ia ingin membuka nya, tapi itu tidak baik menurutnya, karena itu bukan miliknya, ia pun memilih baju yang akan dia pakai, setelah selesai memakai pakaian Divine keluar dan merapikan rambutnya berdandan tipis, memakai lipstik berwarna peach, uh bibirnya terlihat semakin manis.
waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Divine turun ke bawah untuk menemui suaminya. Gara melihat Divine saat masih di tangga, seketika Gara langsung berdiri dari tempat duduk nya menghampiri Divine lalu menggendong Divine di depan dadanya.
"hei hei lepaskan aku" suara Divine meronta-ronta.
"aku bisa jalan sendiri, hei" suara Divine lagi.
Gara terus saja menaiki tangga sambil menggendong Divine dan kembali masuk ke kamar mereka, menurunkan Divine di dalam ruang pakaian.
"ada apa sih, kamu ga jelas banget, bentar begini bentar begitu"
Divine tidak bisa mengerti Gara, terkadang ia merasa Gara menyukainya, tapi Gara selalu menyangkalnya.
__ADS_1
"buka itu" ucap Gara dan menunjukan jari nya ke arah kotak manis yang tadi Divine lihat.
Divine pun langsung meraih kotak manis yang di tunjuk oleh Gara. Divine membuka ikatan pita kotak itu dulu, lalu membuka kotak yang berwarna pink pastel itu, dilihatnya isi dari kotak itu adalah sebuah Gaun berwarna peach, lalu ia melihat ke arah Gara.
Gara hanya menaikkan alis nya dan senyum tipis.
Divine pun mengangkat gaun itu hingga sebagian gaun terjuntai kebawah dan wow itu bagus sekali, Divine yang sudah terbiasa dengan mode pun terbelalak melihat gaun ini.
setelah cukup lama ia menikmati memandangi setiap bagian gaun itu.
"Gara, apa maksut mu ini untuk ku?".
Gara meninggalkan Divine di ruang pakaian dan menunggu di sofa kamar mereka.
Divine pun mengganti gaunnya dengan gaun baru yang diberikan oleh Gara. tak lama Divine pun selesai mengganti gaunnya dan keluar dari ruang ganti, Gara yang memang mengarahkan duduk nya mengarah ke pintu ruang ganti, seolah waktu sedang berhenti padanya, ia terpanah melihat Divine dari ujung kaki hingga kepala begitu cantik, begitu sempurna,muda dan tinggi, Gara sungguh tidak bergerak sedikit pun, matanya juga tidak berkedip.
mungkin kalau orang biasa yang lihat, liurnya sudah netesan tanpa sadar.
__ADS_1
semakin dekat Divine berjalan ke arah Gara, Namun Gara tetap juga tidak berkedip sedikit pun, matanya terfokuskan dengan sesuatu yang sangat indah.
"Gara.." ucap Divine memegang bahu suaminya.
Gara pun tersadar, ia mengedipkan mata nya beberapa kali, lalu berdiri.
"apa ini tidak berlebihan?" tanya Divine.
"apa ada sesuatu yang bisa berlebihan jika kamu yang memakainya?" tanya Gara lagi.
Divine terdiam, dia sadar akan siapa dirinya.
"terimakasih ya Gara, ini bagus sekali aku sangat suka".
"hemb, Kamu sangat cantik memakainya" seraya menarik tangan Divine dan melingkarkan tangan Divine di tangan kanannya.
"apa-apa? apa kamu sedang memuji ku" Divine terkejut dengan mulut manis suaminya saat ini. sambil berjalan ke luar kamar mereka.
__ADS_1
"hah tidak, aku hanya berpikir, bagaimana rupa bidadari". ucap Gara.
Divine mengkerutkan alisnya, dia tidak mengerti apa yang di maksud oleh suaminya ini, Divine tetap menggandeng Gara menuruni tangga bersama.