
Akhirnya Gara memperbolehkan Divine ke Singapura di depan Vely. Vely pun menyarankan agar Gara ikut dengan Divine membuat Gara berpikir Vely benar-benar sudah melupakan rasa kecewanya.
"Sedang apa kau disini?" tanya Gara pada Vely.
"Ya, sepertinya aku sudah mendapatkan kembali semua ingatan ku, aku kesini untuk konsultasi pada dokter." jawab Vely.
Gara semakin yakin jika Vely telah melupakan masalah yang telah terjadi hingga membuat ia pergi dari kehidupan Gara.
Gara, Divine dan Vely pun segera meninggalkan Rumah Sakit. Divine meminta Gara untuk mengantar Vely pulang. Mereka pun masuk ke dalam mobil dengan Vely duduk di kursi belakang.
Gara mulai melajukan mobilnya. Vely pun terus berbincang-bincang dengan Divine, menanyakan apa kesibukan Divine, apakah Gara melarangnya bekerja, dan banyak hal lainnya, hingga akhirnya Divine memberikan kartu namanya pada Vely.
Gara melihat Vely dan Divine sangat cocok, menurutnya mungkin mereka akan berteman. Namun sejak awal Gara tidak ingin Divine dan Vely berteman bahkan sekedar bertemu Gara pun tak menginginkannya.
Tapi saat ini, Vely telah mengakui jika dia telah mendapatkan semua ingatannya dan Vely tetap berlaku baik pada Divine. Membuat Gara percaya bahwa Vely tidak akan membuat Divine pergi dari dirinya.
Gara menghentikan mobilnya di halaman apartemen Vely.
__ADS_1
"Terimakasih sudah mengantar ku, sampai jumpa." ucap Vely lalu turun dari mobil dan melambaikan tangannya saat Gara dan Divine melanjutkan perjalanan mereka.
Di dalam mobil.
"Kata mu, kamu tidak pernah bertemu Vely, darimana kamu tahu, dia tinggal di sini?" tanya Divine seketika saat mobilnya keluar dari halaman apartemen Vely.
Gara pun panik, tak sadar ia telah menyetir ke arah apartemen Vely tanpa bertanya terlebih dahulu kepada Vely saat di depan Divine.
Bagaimana sekarang, siapa yang akan menolong ku, Ben tidak ada disini, apa yang harus ku katakan, tenang Gara tenang, tarik napas, berpikir dan jawab pertanyaan Divine tanpa membuat dia ragu. Gara seperti berlarian di dalam hatinya mencari jawaban apa yang akan ia berikan pada Divine.
Gara mengingat-ingat celah percakapan Divine dan Vely dan sampailah pada saat Divine mencari kartu namanya. Tanpa menunggu jawaban dari Divine, Gara dengan cepat mengubah topik perbincangan mereka.
"Sebaiknya kita makan siang dulu, pasti kamu sudah lapar kan?"
"Dasar pelit, Kenapa tidak mengajak makan saat Vely masih di sini tadi."
Gara pun salah bicara lagi, tapi tidak mengapa jadi pelit daripada ia harus mendengar rentetan pertanyaan dari Divine begitu pikirnya.
__ADS_1
"Karena aku hanya ingin makan siang bersama mu."
"Hmm Gombal, Kamu menyembunyikan sesuatu dari ku kan?" tanya Divine dengan melihat ke arah Gara.
Namun Gara tidak melihat ke arah Divine seolah ia sibuk memperhatikan jalan dan fokus menyetir.
"Aku tidak suka gombal, tapi aku suka kamu, kita makan siang di rumah saja, aku akan menelpon pak Ann untuk menyiapkan makan siang."
"Kenapa jadi makan di rumah, apa setelah itu akan kembali ke kantor?"
"Kau kan punya utang dengan ku, sayangku ini masih ingat kan." Gara menaik turunkan alisnya sudah seperti Ben saja.
Percakapan mereka menjadi sangat garing, Gara banyak mengeluarkan gombalan yang membosankan demi menutupi kebohongannya, Gara tidak lihai dalam perihal gombal-memggombal lidahnya terbiasa kaku.
Sedangkan Divine walaupun mengikuti arah bicara Gara, di kepalanya ia terus mengingat-ingat saat ia mengambil kartu nama dan dia benar tidak mengingat Gara ada berbicara dengan Vely, Divine merasa curiga, terakhir kali saat ia ingin memeriksa siapa yang bertanggung jawab saat Vely keluar dari rumah sakit pun ia tidak mendapatkannya.
Bersambung...
__ADS_1