Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 98


__ADS_3

Sore ini menjadi sangat spesial buat Divine.


Viona juga datang menemui Divine, Divine yang melihat Viona dengan keadaan sehat tak kurang satu apapun berdiri di depannya.


Karena berkumpulnya beberapa orang yang telah lama tidak berjumpa, membuat Divine ingin menjadikan hari ini sedikit lebih spesial, dengan sebuah pesta kecil untuk mereka di malam ini.


Kolam renang di taman belakang di sulap menjadi tempat yang sangat romantis dengan 1 meja yang sangat panjang untuk mereka jadikan meja makan malam bersama dengan di penuhi beragam macam makanan tersedia di atasnya.


Jerry dan Ben pun sudah di undang datang untuk makan malam bersama di rumah Divine begitupun Vely dan juga Shena yang sudah seperti adik-adik Gara di mata Divine walau ia sedikit tidak suka pada Shena. Malam ini Divine harus mengabaikan perasaannya , sebagai ungkapan kebahagiaan atas berkumpulnya orang-orang yang ia sayangi.


Divine menscroll kontak di ponselnya, jangan sampai ada orang yang terlewati.


"Ah ya Eza." Divine pun langsung mengirim chat WhatsApp pada Eza mengundang Eza untuk ikut merayakan hari yang bahagia untuk Divine.


Gara yang mendengar ucapan Divine langsung melirik ke arah Divine.


Namun Divine santai saja seolah tidak ada masalah.


Beberapa jam kemudian, Jerry, Ben, Eza,Vely dan Shena pun sudah berada di rumah Divine.


"Ah terimakasih sudah datang." ucap Divine dengan sangat ceria, Divine terlihat sangat bahagia. Lalu Divine pun memperkenalkan teman-temannya satu sama sama lain.


Tamu pria memberikan hadiah kepada Divine, sedangkan Vely dan juga Shena tidak membawa apa pun.


"Kalian, kenapa repot-repot membawa hadiah, ini hanya makan malam bersama." ucap Divine.


Gara yang melihat para pria memberikan hadiah pada Divine, tidak melakukan protes apa pun, ia tidak ingin merusak kebahagiaan Divine. Istrinya terlihat sangat bahagia malam ini bahkan Divine belum masuk ke dalam kamarnya sejak sampainya di rumah karena ikut mempersiapkan pesta kecil malam ini.


Jerry, Ben dan Eza hanya tersenyum ke arah Divine.


Gara membantu Divine meletakkan kado di samping tas Divine di atas meja.


Divine menggiring semua teman-temannya menuju taman belakang untuk memulai makan malam yang sudah ia siapkan sejak sore hari.

__ADS_1


Semua kursi terisi penuh, Divine menyiapkan kursi sesuai dengan orang yang ia undang.


Gara duduk di ujung meja dengan Divine di sebelah kanannya, lalu Viona, lalu Vely dan Shena, sedangkan Tuan Amo berada di sebelah kiri Gara, lalu Jerry, lalu Ben dan Eza. Jauh di ujung meja, Gara berhadapan dengan sebuah kue besar berwarna hijau pastel.


Mereka pun mulai menyantap hidangan makan malam yang sudah di siapkan, pelayan dengan baik melayani semua yang di butuhkan di meja makan.


Semua orang menikmati makan malam dengan sangat tenang, rasa yang sangat enak dari steak domba muda sebagai menu utama makan malam ini membuat semua orang tidak bersuara benar-benar sangat menikmati makan malam mereka.


Setelah cukup lama, Divine berhenti terlebih dahulu, lalu tak lama satu per satu dari mereka pun juga menyelesaikan makan mereka.


"Wah, ini makan malam luar biasa." ucap Eza saat melihat semua orang telah selesai makan.


"Ya Za, biasanya makan malam bersama itu hanya sebuah formalitas." sambung Ben.


"Dan ini adalah makan malam sungguhan." sambung Viona.


Semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Viona.


"Kau benar sekali Nona Viona, koki dari mana yang memasak ini Gar?" Eza beralih pada Gara.


Setelah beberapa saat mereka berdiri dari tempat duduk mereka, tak ada yang berniat untuk segera pulang.


Shena pun masih melihat keadaan berharap mendapatkan sebuah kesempatan di pesta kecil ini yang mengakibatkan sebuah perubahan besar pada dirinya.


Beberapa hari Shena tinggal di rumah ini, membuatnya sedikit paham seluk beluk rumah ini.


"Za, cobain kue ini, aku yakin kamu pasti sangat suka." Ben menunjukkan kue berbentuk bintang di atas meja di dekat meja makan utama di tepi kolam.


Eza pun mengambil dan memakannya.


"Wow ini sangat enak Ben." jawab Eza.


"Kalau tidak enak, tidak mungkin aku menyuruh mu mencobanya." ucap Ben.

__ADS_1


Eza selalu memakan makanan enak saja, karena ia berasal dari keluarga yang juga setara dengan Divine, koki yang ada di rumahnya adalah koki-koki terbaik dunia.


Namun keluarga Divine tidak melakukan hal yang sma seperti keluarga Eza.


Keluarga Divine lebih mempekerjakan orang-orang lokal dengan ketrampilan yang baik dan hasilnya putri mereka menjadi sangat unggul di semua bidang berkat didikan dari semua orang yang menyayanginya.


"Aku jadi sangat penasaran dengan koki di sini, mungkin aku bisa menawarkan gaji lebih besar, hingga koki itu mau menjadi koki khusus ku." jawab Eza kepada Ben


"Hah, urungkan saja keinginan mu itu." jawab Ben dengan sedikit menertawakan Eza.


Sementara Divine dan Viona menghabiskan waktu bersama duduk dibawah Gazebo, ada banyak hal yang ingin mereka ceritakan satu sama lain, sedangkan Gara bersama tuan Amo memperbincangkan berbagai hal dari pekerjaan hingga romansa cinta rumah tangganya.


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, Gara baru saja meminta pelayan untuk membawakan anggur untuk teman-temannya, ia sedang berdiri merangkul Divine di sampingnya.


Tiba-Tiba Jerry, Ben dan Eza bersama-sama menghitung mundur dari angka 10 dengan suara cukup keras. Divine bingung tidak mengerti apa yang terjadi, ini di luar dari pesta kecil yang ia siapkan.


9..8..7..6..5..4..3..2..1..


Kembang api pun silih berganti menghiasi langit di atas rumah Divine dengan beragam warna.


Hari dan tanggal telah berganti.


Happy birthday Divine


Tertulis di langit sebuah ucapan happy birthday Divine, kini Divine genap berusia 20tahun.


Barulah Divine mengerti dan mengingat bahwa ini benar-benar hari ulang tahunnya, Air mata haru pun mengalir di pipinya, Divine memeluk erat Gara yang berdiri di sampingnya, ia sangat bahagia tak menyangka akan mendapatkan surprise di hari ulang tahunnya.


"Siapa yang merencanakan semua ini?" tanya Divine setelah menghapus air mata haru di pipinya.


Namun semua orang silih berganti memberikan ucapan selamat pada Divine sehingga tidak ada yang menjawab pertanyaannya.


"Jadi siapa yang merencanakan ini, kamu ya Viona, kamu tiba-tiba datang tanpa mengabari ku, atau pak Amo?" Divine mengulang pertanyaannya lagi dan menebak orang-orang yang mungkin memberikan surprise padanya.

__ADS_1


Lagi-lagi harus terputus karena kali ini para pelayan yang silih berganti menghampiri Divine dan memberi ucapan selamat padanya.


Divine pun mengulang pertanyaannya lagi, karena semua orang telah memberikan ucapan padanya, tak akan ada yang memutusnya lagi.


__ADS_2