
Setelah Gara pulih total. Divine mengunjungi rumah sederhananya. Dimana ia menghabiskan waktu 5 tahun bersama putranya. Giodava.
Divi mengenakan masker saat hendak masuk ke dalam rumah. Tiga bulan sudah rumah ini tak terjamah hingga debu tebal menghiasi seluruh perabotan rumah.
Divine menyeka sudut meja saat melewatinya. Membuat ujung jarinya menghitam karena debu yang melekat.
Divine menatap pelayan yang ikut bersamanya. Wajahnya mengkerut. Menunjukkan ini adalah pekerjaan berat jika mereka harus membersihkan rumah ini.
"Ini tidak sulit Nona?" ucap pelayan yang baru saja kembali dari mengitari rumah hingga ke dapur. Vacuum cleaner sudah berada di tangannya.
"Apa kau yakin?" Divine memastikan. Ia yang terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah setiap harinya tidak pernah bertemu debu setebal itu. Hingga membuatnya lelah terlebih dulu dengan melihatnya saja.
Pelayan itu mengangguk. Rumah sekecil ini mah gampang. Batin pelayan itu.
"Nona tunggu saja di depan, atau bersantai di dalam mobil." pinta pelayan itu. Mempersilahkan Nonanya keluar.
1 jam pun berlalu. Divine kembali masuk ke dalam rumah. Tidak melihat keberadaan pelayannya.
__ADS_1
"Ani, kamu dimana? apa kamu baik-baik saja? Kamu tidak pingsan kan!" seru Divine terus masuk ke dalam dan membuka pintu-pintu kamar yang semuanya sudah tampak bersih. Menyeka TV dengan ujung jarinya. Tak ada debu yang menempel. Kagum dengan pelayannya itu. Hanya dengan 1 jam seluruh ruangan seakan mengkilap.
"Tapi dimana dia?" gumam Divine. Terus melangkah lebih jauh hingga terlihat pintu belakang yang terbuka. Divine melajukan langkahnya.
"Astaga Ani, sedang apa kau di situ?" Divine terkejut melihat ani sedang bertengker di atas pohon buah kecapi yang sudah berwarna kuning.
"Nona, saya sudah lama tidak menemukan buah ini, saya seakan tersihir saat melihatnya dan tiba-tiba saja saya sudah berada di atas sini." Ani melihat ke bawah pohon itu yang cukup tinggi. Bergidik ngeri. Mulutnya masih mengemut buah kecapi. Kantong Doraemonnya sudah di penuhi buah kecapi.
Divine terpingkal. Melihat keadaan dan mendengar jawaban Ani. Bagaimana ceritanya ia bisa naik tapi tidak bisa turun.
"Tunggu, aku akan membantu mu." jawab Divine.
"Jangan Nona, jika anda lecet, mungkin saya selamat disini tapi Tuan Gara akan menebas leher saya." celoteh Ani tidak ada habisnya.
"Kalau begitu kau habiskan saja kecapi itu, aku akan pulang terlebih dulu." ucap Divine untuk menakut-nakuti ani. Menahan gelak tawa. Kali saja ani akan tersihir juga tidak sadar tiba-tiba sampai di bawah.
Divine berjalan meninggalkan Ani. Masuk ke dalam kamarnya. Matanya tertuju pada benda kecil di atas nakas. Flashdisk. Terlintas ingatan beberapa bulan lalu saat ia meminta Ben untuk mengambil benda ini. Namun Ben tidak menemukannya.
__ADS_1
Penasaran. Divine membawa flashdisk itu ke dalam kamar Gio. Membuka laptop dan langsung membuka isi dari flashdisk yang baru saja ia pasang. Sebuah rekaman Video. Divine terdiam sejenak sebelum memutuskan memutar video tersebut.
Terlihat Gara masuk ke dalam kamar utama pukul 22.21. Pada pukul 22.22 terlihat bibi Wen dan Pak Ann membopong Dora masuk ke dalam kamar yang sama. Gara dan pak Ann kembali keluar pada pukul 22.23. Bibi Wen melucuti semua pakaian yang Dora kenakan. Mengiris jarinya dengan cutter hinga berdarah dan meneteskan pada seprei. Bibi wen keluar pada pukul 22.28. Video terus berlangsung hingga pagi yang sudah di percepat. Gara kembali masuk ke dalam kamar pada pukul 07.05 dan wajahnya memenuhi layar video membawa kamera itu ke dalam kamar mandi.
Divine menghentikan Videonya. Pikirannya terfokus pada satu hal. Apakah Dora telah melihat video ini hingga memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dan memberikan ginjalnya pada Gara. Divine tidak dapat menjawabnya sendiri. Ia kembali melanjutkan video.
"Astaga si bodoh ini." Divine menutup mulutnya melihat layar video yang menunjukan Gara sedang mandi di bawah shower tanpa sensor. Namun Divine tetap menikmati video itu hingga akhir dan menekan delete usai menontonnya.
:D :D Sampai jumpa di Bonepis selanjutnya..
Btw... Othor punya Novel baru.
"Istri Asisten Ayah"
Monggo di lihat-lihat dan tinggalkan koment.
Terimakasih
__ADS_1