Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 84


__ADS_3

Hari-hari pun berlalu. Divine masih saja sering mual dan muntah namun Gara tak mengetahuinya, Divine selalu menghindar dari Gara setelah ia makan entah pagi siang atau malam. Divine selalu mengganti makanan yang ia makan seakan mencari makanan apa yang pas untuk ia makan hingga tidak keluar lagi.


Karena Divine sudah memahami dirinya yang setiap kali setelah makan ia selalu memuntahkannya karena itu setiap kali setelah makan ia selalu menjauh dari Gara, agar suaminya itu tidak mengetahuinya bahwa selama ini ia masih mengalami mual dan muntah. Perasaan ingin sesuatu pun sering muncul namun ia hanya mengatakan pada kepala pelayan dan kepala pelayan pasti akan menyediakannya.


Divine memilih di rumah dengan alasan ia ingin beristirahat karena akhir-akhir ini ia merasakan lelah.


Gara tetap memperhatikan Divine, namun waktunya cukup teralih, dengan adanya Shena yang sedang tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu hingga Shena mendapatkan tempat tinggal.


Setelah jam kerja berakhir, Gara selalu di sibukkan oleh Shena untuk pergi melihat apartemen yang sebelumnya sudah mereka pilih, hanya untuk meninjau secara langsung, namun selalu saja Shena berkata itu tidak cocok untuk dirinya dengan alasan terlalu besar dan terlalu kecil, hingga 3 hari pun berlalu ia belum juga menemukan tempat tinggal membuat Gara selalu pulang terlambat dan mendapati istrinya sudah tertidur.


“Shena, tentukan pilihan mu sekarang, jika itu terlalu besar aku bisa mencari seseorang untuk membantu mu,” ucap Gara yang menghampiri Shena di kamarnya.


Gara merasa jauh dari istrinya, beberapa hari ia tidak ada waktu untuk sekedar berbicara dan mendengarkan cerita Divine, ia hanya bisa memeluk Divine saat tertidur, di pagi hari pun Divine merasakan malas untuk bangun terlalu cepat selain itu Divine bisa beralasan untuk tidak sarapan bersama suaminya.


“Baiklah kak Gara, mungkin kak Gara tidak suka aku tinggal di sini,” ucap Shena dengan wajah memelas.


“Bukan seperti itu, tapi kalau kau beranggapan seperti itu, tidak mengapa,” jawab Gara lalu pergi meninggalkan Shena.


Ada bagusnya kesibukan Gara akhir-akhir ini, membuat Divine tidak sulit untuk mencari alasan untuk menjauh dari Gara.

__ADS_1


“Pak Ann, bagaimana beberapa hari ini?” tanya Gara pada pak Ann, ia menghampiri pak Ann setelah keluar dari kamar Shena.


“Baik Tuan, tidak ada masalah,” jawab Pak Ann.


“Lalu bagaimana dengan Divine?”


“Nona makan dengan baik, Nona selalu makan di kamar, mungkin Nona merasa kesepian, karena Tuan tidak ada.” Pak Ann pun tidak tau kalau Divine sering memuntahkan apapun yang ia makan.


Oh kasian istriku, pasti benar ia merasa kesepian.


“Terimakasih Pak Ann,”


Pagi Hari.


Divine membuka mata dan duduk di tempat tidur, Gara pasti sudah berangkat kerja pikirnya.


“Pagi sayang,” Gara mencium manis pipi Divine.


Divine terkejut melihat suaminya ternyata masih berada di tempat tidur.

__ADS_1


Ahh salahku, kenapa aku tidak mengintip dulu, kenapa aku langsung duduk begini.


“Sayang, kau tidak bekerja?” tanya Divine.


“Pertanyaan macam apa ini, bukannya seharusnya kau memelukku dan berkata, dirimu senang aku ada di sini.”


Di sisi lain, Shena tengah menghampiri Vely di ruangan Ben.


“Dimana kak Ben?” tanya Shena.


“Sedang menghandle rapat, Tuan Gara belum datang,” Jawa Vely.


“Oya, ngomong-ngomong soal kak Gara, kak Vely ada hubungan apa dengan Kak Gara? kemaren aku melihat kak Gara sedang memandang foto kak Vely.” ucap Shena.


Vely yang mendengar ucapan Shena seketika terhentak. Shena yang melihat ekspresi Vely pun seketika seperti mendapat sekantong besar informasi.


“Jangan mengada-ngada kamu Shena,” ucap Vely menyembunyikan hentakan di hatinya.


“Ya sudah, anggap saja aku salah liat.” jawab Shena. seakan menarik ulur perasaan Vely.

__ADS_1


__ADS_2