
Jerry dan Ben sedang makan siang di ruangan Jerry setelah Syasa mengantar makanan yang telah mereka pesan.
Jerry telah menceritakan semua hal yang ia tau kepada Ben.
"Itulah kenapa Gara selalu pulang sendiri saat jam kantor selesai." ucap Jerry.
"Tapi apa kau yakin, Gara hanya minum-minum saja di Bar?" tanya Ben karena sebelumnya Jerry bercerita Pelayan rumah berkata Gara selalu pulang dengan aroma alkohol dan juga parfum wanita.
"Ya, karena semua pengawal yang bersama Gara adalah orang ku." jawab Jerry dengan begitu yakin.
Semua pengawal yang bekerja di bawah Andava adalah orang-orang Jerry, karena itu Jerry sangat mudah mendapatkan apa pun yang ingin ia dapatkan.
"Jangan katakan kalau Boss J, adalah kau Jerry?" tanya Ben. Sejak bergabungnya Gara ke dalam Andava grup, orang-orang Ben juga beralih pada seseorang yang bernama Bos J.
Jerry hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ben.
"Ben, apa kau tahu? parfum siapa yang melekat pada Gara?" tanya Jerry kembali pada topik mereka.
"Mana aku tau." jawab Ben Kesal, karena pertanyaan yang sangat ia ingin tau tidak di jawab oleh Jerry.
"Santai dong." Jerry mendorong bahu Ben. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka hingga selesai.
"Kau harus berhati-hati dengan Vely dan Shena?" ucap Jerry.
"Hah, kalau Vely sudah sejak dulu aku tidak suka dengannya, karena suatu hal aku tetap memperlakukannya dengan baik." ucap Ben.
"Tapi Shena yang harus lebih kau waspadai?" tambah Jerry.
"Kenapa?" tanya Ben.
"Kau akan tau nanti." ucap Jerry.
"Heh bodoh, kau sangat pintar, kenapa kau tidak memberi tahu semuanya ke Divine, kenapa harus membuat Divine merasa di tinggalkan di saat ia butuh dampingan seorang suami." ucap Ben.
"Kau yang bodoh, apa aku hidup hanya untuk mengikuti cerita rumah tangga orang." jawab Jerry yang gemes dengan Ben.
Kejadian beberapa waktu lalu, wajar saja menurut Jerry, Karena Gara juga sangat terpukul sangat mungkin Gara butuh waktu sendiri, selama Divine dalam kondisi baik Jerry tak perlu melakukan apapun.
__ADS_1
Hingga akhirnya Divine mabuk-mabukkan membuat Jerry mencari tau semua hal yang telah terjadi. Pengawal yang di kirim Gara untuk selalu mengikuti Divine kemana pun, juga melapor kepada Jerry ketika mengetahui Divine memesan beberapa botol minuman ke kamarnya.
Peraturan pertama untuk seorang pengawal di bawah Andava grup sejak dulu adalah melindungi Nona Divine yang hingga kini tidak berubah. Karena itu pengawal langsung melapor pada Jerry di saat Divine terlihat sedang tidak baik-baik saja, karena minum bukanlah kebiasaan Divine.
Di kediaman Divine, Gara dan Divine sedang makan siang bersama setelah bermanja-manja di dalam kamar mereka.
Namun suasana rumah yang sempat mencekam kini juga masih terasa dingin, sunyi senyap, hanya ada suara sendok yang bergesekan dengan piring.
Pak Ann memperhatikan wajah Gara dan Divine yang tampak berseri namun tak berbicara satu sama lain membuatnya bergumam di dalam hati nya.
Tidak terlihat seperti pasangan yang sedang bertengkar, malah terlihat seperti orang kasmaran.
Bagaimana tidak terlihat seperti orang kasmaran, Gara sangat bahagia karena melihat kecemburuan istrinya yang sangat menggemaskan baginya.
Hari pun berlalu dengan baik, Gara dan Divine hanya berada di dalam kamar sepanjang hari, ia hanya keluar di saat waktu makan malam lalu kembali ke kamar.
Masalah yang terjadi seolah sebuah ujian yang akan membuat mereka semakin kuat dan semakin menyadari akan cinta mereka.
Divine sedang tengkurap di tempat tidur dengan memegang ponsel di tangannya, sedangkan Gara berbaring dengan berbantalkan badan Divine.
"Sayang, kau sungguh sudah ikhlas?" tanya Gara pada Divine dengan menatap langit-langit kamar mereka.
"Ya, aku percaya aku bisa hamil lagi, ya itu pun kalau kau mau menghamili ku lagi?" jawab Divine seraya membalikkan tubuhnya, hingga Gara berbantal di perut Divine.
Jawaban Divine terdengar sangat lucu di telinga Gara hingga Gara tertawa, rasanya Divine sudah bukan wanita cantik saja di depan Gara, tapi juga seorang wanita yang lucu. Divine mampu dengan mudah membuat Gara tertawa.
"Aku sangat kuat sayang, aku akan melakukannya setiap hari untuk membuat mu hamil." jawab Gara seraya membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Divine yang sedang berbaring terlentang.
Gara memegang wajah Divine dengan kedua tangannya, memandangi wajah Divine, separuh badan Gara berada di samping Divine.
"Apa kau ingin, aku melakukannya lagi sekarang?" tanya Gara lalu mengecup lembut bibir Divine beberapa kali hingga bibir mereka tidak terlepas lagi.
________________
______
Pagi hari.
__ADS_1
Divine sedang memakaikan dasi pada Gara, sedangkan Divine masih menggunakan piyama tidurnya yang tidak pernah ia gunakan sebelumnya, berbahan tipis, hingga bentuk buah dadanya tampak begitu jelas.
"Ini sudah ganti hari kan, sudah bisa absen lagi dong ya." ucap Gara sambil melihat ke arah buah dada Divine.
"Hey, kenapa kau jadi sangat mesum." Divine menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Kau yang menggoda ku di pagi hari begini." jawab Gara karena tubuh Divine lah yang menggodanya.
"Kalau begitu aku tidak akan memakainya lagi."
"Bersiaplah sayang, ikut ke kantor, jika kau tidak ikut mungkin saja suami mu ini akan di goda oleh orang lain." ucap Gara memprovokasi Divine agar ingin ikut dengannya padahal Gara lah yang ingin istrinya itu bersamanya sepanjang hari.
"Baiklah sayang, kau pergi lah sarapan." Divine tersenyum manis pada suaminya itu.
Gara pun memeluk Divine lalu mencium keningnya, seolah akan berpisah, padahal hanya berpisah sementara waktu untuk menunggu Divine mandi dan bersiap saja.
Tak dapat di pungkiri Gara pun sangat merindukan saat-saat kebersamaannya dengan Divine walau ia bisa melihat Divine setiap malam tetap saja rasanya sangat berbeda karena tidak bisa berbicara dan memeluk Divine. Hanya tiga hari namun terasa sangat lama bagi mereka. Membuat hubungan mereka saat ini menjadi semakin romantis.
Ben tiba di rumah Divine bertepatan dengan Gara dan Divine baru saja selesai sarapan, dengan ramahnya Divine meminta Ben untuk sarapan dulu, Ben pun melihat ke arah Gara, namun Gara santai saja seolah menyetujui jika Ben sarapan terlebih dahulu.
Ben pun sarapan dengan di tunggu dua orang bosnya itu.
Tumben robot bernyawa ini mau bersenang hati pada ku, biasanya dia senang menyiksa ku.
Ben bergumam dalam hatinya, karena Gara suka menyiksanya dengan ancaman potong gaji.
Akan ku ceritakan nanti pada Jerry.
Gara dan Divine pun pergi ke kantor bersama Ben. Ben seperti tak terlihat saja berada di dalam mobil yang sama. Gara dan Divine asyik berduaan di kursi penumpang, bercanda dan tertawa, Gara sesekali menggesekkan hidungnya di hidung Divine.
"Sayang, apa kursi itu tidak empuk?" tanya Gara menunjuk kursi yang Divine duduki.
"Kemari lah, duduklah di sini, biar aku memangku mu." sambung Gara seraya menepuk pahanya.
Ben mengeluarkan lidahnya saat mendengar ucapan Gara, Ben berlagak seolah roh keluar dari tubuhnya.
Bersambung....
__ADS_1
Maaf atas kekurangan yang ada.
Terimakasih untuk semua pembaca yang sudah like, coment dan vote karya ini.