Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps.72


__ADS_3

“Aku mencintai mu sayang, tapi,” belum selesai Divine menjelaskan alasannya, Gara menghentikan Divine berbicara dengan meletakkan Jari telunjuknya di bibir Divine.


Gara mendekap Divine dalam pelukannya.


“Sayangku, kini kita sudah beridiri di depan, tidak perlu untuk kembali ke belakang.” ucap Gara seraya membelai halus rambut Divine.


Divine hanya terdiam dengan pikiran-pikiran di kepalanya. Divine berpikir ia benar-benar telah menyiksa seorang gadis yang sama sepertinya tidak memiliki kedua orang tua bahkan cintanya telah di rebut oleh orang lain yaitu dirinya seorang yang mengerti rasanya hidup tanpa orang tua. Namun Divine jauh merasa lebih beruntung karena punya kekuasaan bahkan bisa mencari suami sesuai yang ia mau tanpa ada pihak yang mampu menghentikannya.


“Aku sangat jahat.” ucap Divine merasa dirinya sangat jahat telah menyakiti seorang gadis baik seperti Vely.


“Tidak sayang, dirimu luar biasa hingga membuat aku jatuh cinta pada mu.” tubuhnya yang lelah setelah perjalanan pulang pergi dari Singapura tak terasa lagi, tubuhnya tetap kuat bertahan menjadi sandaran Divine.


“Kenapa tidak mengatakan padaku saja, kalau dirimu sebenarnya sudah di jodohkan?” suara Divine pelan bersandar di dada Gara.


“Siapa yang tau kau punya hati selembut dan sepengertian ini, kau adalah putri satu-satunya pria no.1 di Asia, semua orang sudah pasti berpikir, kau manja, semena-mena, sombong dan semua hal buruk lainnya.”


Divine hanya bisa menghela napas mendengar jawaban Gara. Mengingat dirinya yang dulu asal memilih saja hanya karena mengetahui Gara tidak pernah terlibat skandal dengan wanita, ia merasa bodoh, kenapa tidak berpikir mungkin ada hati yang sedang ia jaga.


“Semua ini salah ku.” ucap Divine lagi.

__ADS_1


“Tidak, jodoh yang membawa kita kesini,” oke sekarang tidur jangan berpikir lagi!” pinta Gara.


Gara pun merebahkan dirinya bersama-sama dengan Divine, tetap mendekap Divine dalam pelukannya.


Gara merasa senang bisa memeluk istrinya setelah sekian lama berpisah. Divine pun merasa sangat nyaman di dalam dekapan suaminya itu.


Kenyamanan itu membuat Divinekembali tertidur.


Namun tidak pada Gara matanya masih terbuka sambil memeluk Divine.


Gara mengenang semua kenangannya bersama Divine, Ia sangat percaya cinta mereka kuat tak akan berpisah hanya karena perihal masa lalu, namun ia kembali memeluk erat Divine entah mengapa ia tak mampu memposisikan dirinya sebagai Divine.


Gara terus berpikir hingga tertidur.


___________


Terlihat Divine jauh di depannya. Gara pun berlari mengejar Divine, namun Divine tidak semakin dekat dengannya, Divine seolah semakin jauh dari Gara.


Gara memanggil Divine berulang-ulang terus memanggil istrinya itu, namun Divine hanya melihat Gara yang terus berlari ke arahnya dan tak mampu meraih Divine lagi.

__ADS_1


“Diviiiiiiiiii...” Gara berteriak di dalam mimpinya namun suaranya terdengar hingga membangunkan Divine.


“Sayang, suamiku.” ucap Divine sambil menepuk-nepuk halus pipi Gara.


Gara terbangun dan melihat Divine masih berada di depannya, Gara langsung memeluk Divine dan mencium kening istrinya itu berulang-ulang.


“Ada apa sayang, mimpi buruk?” tanya Divine setelah Gara sudah berhenti menciumi keningnya dan kembali memeluk dirinya erat.


“Lebih dari mimpi buruk.” ucap Gara.


Gara merasakan hatinya benar-benar hancur seolah mimpinya itu benar-benar terjadi, Gara pun semakin erat memeluk Divine saat bayangan mimpi itu terlintas kembali di ingatannya. Hingga membuat Divine merasa sesak.


“Uhuk..uhukk.. Sayang aku sulit bernapas.” ucap Divine setelah terbatuk.


Saat mendengar Divine terbatuk Gara langsung melepaskan pelukannya, dan lagi-lagi menciumi seluruh wajah Divine, sungguh ia tak ingin sesuatu terjadi pada istrinya itu.


“Sayang, kamu sudah pernah berjanji tak akan meninggalkan ku, kamu harus menepatinya.” ucap Gara.


Namun Divine hanya terdiam dan menundukkan kepalanya tak berani menatap ke arah Gara.

__ADS_1


__ADS_2