
"Apa kau tidak kembali ke tempatmu?" ucap Divine.
"Hah ! dia malah mengusirku." gumam Gara dalam hati, raut wajahnya berubah kesal.
"Hei, dimana sikap manja mu, kau biasa suka bermanja-manja dengan ku?"
"Apa ? apa dia mau aku bermanja-manja sekarang, biasanya selalu melarangku."
"Kenapa, apa kamu merindukan sikap manja ku sekarang?" jawab Divine.
"Kau berpikir terlalu jauh, aku hanya bertanya."
"Kalau begitu, sekarang tidur ini sudah jam 1 malam, besok kau akan kembali bekerja." Divine berbalik membelakangi suaminya itu.
Gara diam saja, ia menatap punggung istrinya, Gara sangat ingin memeluk Divine, tapi ia sangat gengsi untuk melakukan itu.
Akhirnya mereka terlelap dengan Gara yang masih berada di samping Divine. Cahaya bulan yang masuk ke ruangan ini membuat pasangan normal akan hanyut kedalamnya namun tidak pada pasangan ini.
__ADS_1
Pagi hari, terlihat pasangan ini belum bangun, tangan Gara melingkar di pinggang Divine.
Gara mengerjap dan terbangun ia melihat dirinya sedang memeluk istrinya. Dia ingin memeluk Divine masuk kedalam dekapannya, namun teringat semalam saat dia menarik selimut Divine, Divine langsung merasakannya. Gara pun mengurungkan niat dan pura pura tertidur kembali tanpa menarik tangannya di pinggang Divine.
Divine yang sebenarnya sudah bangun tidak bergerak dari tempat tidurnya, karena hari ini ia tidak perlu melakukan apapun sesuai perintah Gara. Divine tidak memindahkan tangan Gara karena memposisikan Gara seperti dirinya yang sangat perasa bila ada yang menyentuh sesuatu di dirinya.
"Kenapa dia tidak bangun untuk mempersiapkan segala keperluanku, apa dia senang aku memeluknya?" Gara tersenyum karena gumaman nya dalam hati. Ia sampai lupa, bahwa dia lah yang meminta Divine tidak perlu melakukan apa pun lagi untuknya. Gara akhirnya melanjutkan niatnya, ia menarik tubuh Divine ke dalam dekapannya. namun baru saja Divine masuk ke dalam dekapan Gara, Divine berbalik ke arah Gara dan berkata "Kau sudah bangun?"
Gara sangat malu pada Divine karena ketahuan kalau dirinya sudah bangun, ia langsung mendorong Divine dengan sedikit kuat, Divine yang sadar dirinya akan jatuh ke lantai langsung berpegangan pada bahu sampai leher Gara dan mereka terjatuh kelantai bersama tak sengaja Bibir mereka saling bertemu, dengan posisi Divine di bawah dan Gara menindih tubuh Divine.
Begitu unik pasangan ini, ada tempat tidur empuk yang sangat luas namun mereka memilih bermesraan di lantai.
Gara seperti tersihir dan tidak melepaskan bibirnya dari bibir Divine. Divine akhirnya mendorong wajah suaminya itu dengan lembut. karna Divine bukanlah orang yang kasar ia selalu berlaku lembut.
"Suamiku kau berat sekali." Divine mencairkan suasana karena jantungnya kini sedang berdebar sangat kencang. begitu juga dengan Gara, jantung nya berdebar lebih kencang daripada Divine. Gara bergerak bangun dari tubuh Divine tidak berkata apa pun.
Divine pun bangun dan duduk di tepi ranjang.
__ADS_1
"Untung ada karpet ini." Divine menghentakkan kakinya pada ambal di lantai itu.
"Maaf ya Div, apa." ucap Gara dan langsung berhenti.
*W*ah wah, apa yang terjadi kemaren saat aku tidur, sampai ada dua kata baru yang keluar dari mulutnya.
"Ahh tidak mengapa."
Mereka sama-sama menyembunyikan debaran jantung mereka.
"Sebaiknya aku mandi." ucap Gara. Ia pun bergegas ke kamar mandi. setelah mandi ia masuk ke ruang pakaian dan tidak menemukan pakaian yang sudah di sediakan.
apa aku sudah terlalu baik, sampai dia melupakan kewajiban seorang istri. Gara memilih sendiri pakaian nya, mencari dasinya karena tidak dapat, ia keluar tanpa menggunakan dasi dan turun kebawah.
"Selamat pagi tuan, silahkan sarapan anda sudah siap." kata kepala pelayan.
"Oh siapa yang memasaknya?"
__ADS_1
"Bibi, sesuai permintaan tuan, Kalau Nona tidak perlu mengurus keperluan Tuan lagi."
Gara terkejut tapi tidak mengubah ekspresi nya. dia benar-benar lupa dan kini ia sadar kenapa Divine tidak bangun, kenapa tidak menyiapkan pakaiannya.