Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 21


__ADS_3

kini mereka semua berada di meja makan.


Divine berada di sebelah kanan Gara dan asisten Ben di sebelah kiri Gara.


Gara mengetuk-ngetuk lembut piringnya, Divine yang sedang mengisi nasi dan lauk di piringnya tidak menghiraukan Gara.


"Gara ada apa?" asisten Ben bertanya melihat tingkah aneh boss nya itu.


Divine menoleh ke arah Gara saat mendengar ucapan Ben.


"Nak, layani suami mu, ambilkan nasi dan lauk ke piring nya" ucap Gara pada Divine dengan nada menasehati bak seorang ayah, Gara benar-benar menikmati perannya kali ini.


"hah" suara asisten Ben, nampak ia sangat terkejut Ben sudah hampir gila untuk mencerna apa yang dipikirkan Boss nya, bahkan kali ini dia berdrama di depan Divine.

__ADS_1


"eghh kenapa Divi menurut saja tanpa, berkata apapun" gumam asisten Ben dalam hati nya, melihat Divine sedang mengambilkan lauk dan nasi ke piring Gara.


"apa mereka sedang bermain drama, mungkin sebaiknya aku berhenti tinggal disini sebelum aku gila beneran".


Asisten Ben tidak tau apa yang terjadi di kamar sebelum mereka makan malam, hampir saja Boss nya ini menyandang status Duda jika tidak cepat mengikuti arus kesedihan Divine.


sedangkan Boss nya juga salah menafsirkan kesedihan Divine, ia pikir Divine bersedih karena ayah ibu nya sudah tiada, karena itulah sekarang dia berperan jadi seorang ayah Divine. padahal Divine lebih meratapi dirinya yang memiliki suami seperti tidak memiliki suami.


selama Divine pergi ke kantor ia banyak berbicara pada Jerry dan akhirnya Jerry membelikan buku-buku tentang pernikahan. Divine sudah mengetahui banyak hal sekarang, bagaimana sikap suami yang mencintai keluarga, bagaimana sikap suami pada istri, bahkan urusan ranjang pun ada di buku-buku yang Jerry belikan untuk Divine.


Bagi Divine perhatian adalah hal yang sangat ia butuhkan, ayah ibu yang selalu menyayangi nya membuat Divine terbiasa oleh perhatian-perhatian kecil yang dia tidak dapatkan dari suaminya bahkan untuk memeluk Divine saja tidak pernah Gara lakukan untuk memulihkan semangat dirinya dari segala kelelahan.


kini mereka sudah selesai makan, Divine membereskan meja makan setelah selesai langsung kembali ke kamarnya. Gara melihat Divine naik ke atas mengikuti Divine dengan pandangannya, saat melihat Divine masuk ke kamar Gara langsung melemparkan Handphone nya pada Ben "tunggu sebentar" ucap Gara. "kemana kamu?" ucap Ben sedangkan Gara sudah jauh hampir sampai di puncak tangga.

__ADS_1


"ntah kenapa sekarang rasanya aku mau dekat-dekat gadis manja ini terus" gumam Gara yang kini berada di depan pintu kamar.


Gara pun masuk ke kamarnya, ia melihat sekeliling tak mendapati istrinya, Gara bergegas menuju ruang pakaian, Divine baru saja ingin mengganti baju nya.


"Gara kenapa ?". ucap Divine.


"ayah ingin memelukmu" seraya memeluk Divine, tangannya melingkar di pinggang Divine, membenamkan kepala Divine di dadanya.


"ohh pelukan sebagai ayah" gumam Divine.


ini membuat Divine senang,


"apa ini pelukan seorang ayah, ini terlalu lama" ucap Divine.

__ADS_1


Gara melepaskan pelukannya dan mengetekkan jarinya di dahi Divine " cerewet " ucap Gara.


__ADS_2