Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 17


__ADS_3

mereka sudah meninggalkan rumah, Divine pergi dengan mobil nya yang ia setir sendiri.


Divine melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. tak lama ia sudah tiba di Andava grup.


"selamat pagi Nona" ucap seorang yang akan memarkirkan mobilnya.


"ya selamat pagi, tolong ya pak" ucap Divine seraya tersenyum manis.


Divine pun berlalu masuk ke dalam gedung yang sangat tinggi itu.


sepanjang perjalanan iya selalu tersenyum dan menjawab semua sapaan yang tertuju padanya.


hingga sampai di lantai teratas Tuan Amo sudah menunggu di depan pintu Lift, pintu lift pun terbuka.


"Selamat Pagi Nona Divine"


" Selamat pagi Pak Amo, lama tidak bertemu bagaimana kabar bapak Sekarang?" Divine selalu hangat dengan orang orang di sekitarnya.


"tentu baik Nona, terimakasih, bagaimana dengan Nona?"


"saya juga baik pak" jawab Divine dengan penuh senyum.

__ADS_1


Jerry datang menghampiri Divine dan Tuan Amo yang sedang berjalan menuju ruang presdir.


"Kamu sudah datang Divi, ku pikir kau akan datang sedikit siang" ucap Jerry.


"Huh, tidak ada yang membuat ku repot di rumah sehingga aku baru bisa datang siang" jawab Divine.


Mereka berjalan bersama menuju ruang presdir.


Dan kini sudah berada di dalam ruang presdir yang selalu bersih tidak pernah di masuki oleh orang lain kecuali petugas kebersihan Tuan Amo dan Jerry. ruangan ini tampak biasa seperti ruangan kerja pada umumnya.


Disana masih terdapat foto keluarga Divine di atas meja. Divine berjalan menuju meja dan meraih foto kecil itu dan memasukkan ke dalam laci, terlihat dia tersenyum saat menatap foto itu, namun tersirat kesedihan di matanya.


"Tuan Amo, Jerry, apa ada yang bisa aku kerjakan disini?"


"Kamu mau bekerja Divi,aku akan memberi mu pekerjaan". Ucap Jerry.


"Oh dengan senang hati" Divine tersenyum.


Ntah apa yang merubah pikirannya sehingga ingin bekerja padahal awalnya hanya ingin keluar rumah agar tidak bosan.


Tuan Amo dan Jerry meninggalkan Divine sendiri di ruangan ini setelah pamit sebelumnya.

__ADS_1


Tuan Amo membawa Jerry ke ruangannya.


"Kenapa kau tidak membiarkan aku bicara".


"Tuan Amo, maafkan aku , aku tidak ingin Divi tertekan, berilah dia waktu belajar dengan keadaan tenang tanpa tekanan.


"oh baiklah, apa 1 bulan cukup?".


"Ku mohon, berikan Divi waktu, kita akan melihatnya setelah 1bulan ke depan".


Cukup lama mereka berbincang merencakan kedepannya agar Divi cepat mengerti bagaiamana menjalankan Andava Grup.


Tuan Amo dan Jerry kembali ke ruangan Divine. Betapa kaget nya mereka melihat ruangan ini sekarang, mereka mengelilingi ruangan ini dengan pandangan mereka.


Meja dan kursi kerja berwarna putih, sofa warna putih, tirai di sebelah sisi berdinding kaca berwarna pastel pink, karpet berwarna krem, dinding yang semula berwarna coklat sudah berubah menjadi warna putih dan di beri les warna pink di ketinggian 150cm, di tambah meja Rias di sudut ruangan, sungguh manis dan cantik sekali ruangan ini seperti bukan ruangan kerja.


"waaahhh manis sekali ruangan ini Divi, aku yakin setiap orang yang masuk kesini akan kehilangan ketegangan pikirannya" Ucap Jerry.


"kenapa tidak beritahu kami Nona ?" ucap Tuan Amo.


" ahh tidak mengapa, tadi aku di bantu sekertaris di depan ruangan Jerry, hebat sekali mereka bisa bekerja dengan cepat dan rapi".

__ADS_1


"itu biasa Divi, semua yang masuk ke Andava grup sudah pasti yang terhebat di bidang nya".


mereka berbincang bincang cukup lama, dan Jerry mejelaskan apa yang perlu Divi lakukan sekarang.


__ADS_2