Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 88


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, Gara tak kunjung menemui Divine, hingga Divine kembali ke rumah pun Gara tidak terlihat ada di sana.


Hingga larut malam Divine terus menunggu kedatangan suaminya itu. Saat jam telah menunjukkan pukul 00.50 akhirnya terdengar suara mobil Gara memasuki halaman rumah mereka, Divine pun segera berdiri dari tempat duduknya berjalan menuju pintu utama membuka pintu untuk suaminya walau di sana ada Pak Ann yang sudah siap membuka pintu untuk Gara, Divine tetap memilih dirinya untuk membuka pintu.


Namun saat Gara masuk ia sama sekali tidak melihat ke arah Divine walau Gara tau istrinya berada di depan pintu menunggu kedatangannya, tercium bau alkohol bercampur wangi parfum wanita saat Gara melewati Divine dengan berjalan tegak hanya memandang ke satu arah.


Lagi, hari tak di anggap terulang lagi, membuat Divine merasa lebih sakit di banding hari yang sudah pernah ia lalui. Ia sudah pernah mendapatkan cinta Gara, ia sudah merasakan kebahagiaan itu, namun karena keras kepalanya, ia kehilangan semua yang sudah ia dapat dari Gara, bahkan mungkin tidak kembali ke sedia kala, Divine telah memberikan Andava grup pada Gara, kini ia sudah tidak memiliki apapun, terkecuali restoran yang incomenya itu tidak pernah Divine rasakan.

__ADS_1


Dengan bibir bergetar Divine mengucap terimakasih pada Ben karena sudah mengantar suaminya kembali ke rumah.


Aku harus memulai dari mana untuk mendapatkan maaf darinya.


Kini Divine bingung harus memulai bicara apa dengan Gara. Sungguh tidak pernah terlintas di pikiran Divine bahwa kini ada Shena di antara mereka. Divine sungguh lupa ada orang lain yang sempat tinggal di rumah ini beberapa hari yang lalu, ia hanya terfokus pada apa yang baru saja terjadi menimpa dirinya.


“Pak Ann, apa Tuan Gara selalu pulang di jam seperti ini selama aku tidak di rumah?”

__ADS_1


Divine pun pergi menghampiri Gara, berjalan menaiki anak tangga dan masuk ke kamar tidurnya namun Divine tidak menemukan Gara di sana. Divine memeriksa kamar mandi dan ruang pakaian tetap tidak menemukan suaminya itu. Divine pun mencari ke ruangan lain.


Di sisi lain, Tuan Amo tengah berduka karena istri yang begitu ia sayangi benar-benar pergi meninggalkannya sendiri. Hingga hari pemakaman istrinya itu, Tuan Amo tidak memberi kabar kepada Divine, karena kondisi Divine saat ini pun sedang tidak baik. Tuan Amo kini hanya duduk terdiam di tempat tidurnya memegang foto sang istri yang begitu ia cintai.


Divine berlari dengan air mata mengalir hingga menabrak seorang pelayan yang sedang berjalan di sekitar kamar Divine.


Divine kembali masuk ke dalam kamarnya, Gara pun terlihat dengan memakai piyama tidur berjalan dari arah yang sama dengan Divine dengan wajah datar seperti biasa, namun Gara masuk ke ruang baca.

__ADS_1


Pelayan itu melihat pintu kamar yang di tempati oleh Shena terbuka. Namun dari luar, pelayan itu tidak melihat apa pun di dalam kamar, nampaknya seseorang sedang mandi karena terdengar suara gemercik air dari kamar itu.


Divine menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya, ia benar-benar tak menyangka apa yang ia lihat saat mencari orang yang pernah membuatnya bahagia.


__ADS_2