Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps.85


__ADS_3

Ben telah menyelesaikan rapat dan kembali ke ruangannya, ia mendapati ke dua wanita itu sedang saling memandang.


“Hei, apa yang kalian lakukan bertatapan seperti itu?”


Ben memikirkan sesuatu yang lain.


Dua orang wanita itu hanya diam mendengar ucapan Ben, Shena pun berdiri dan tersenyum lalu keluar dari ruang Ben.


“Dimana Gara, dia belum terlihat?” tanya Vely pada Ben.


“Dia tidak akan datang, hari ini dia hanya ingin di rumah memanjakan istrinya.” jawab Ben.


Hmm, harusnya aku yang di sana.


Ternyata Vely tak sekuat yang terlihat, baru sedikit ucapan Shena, sudah menggoyahkan pendiriannya.


“Oh ya Ben, apa Shena sudah menemukan tempat tinggal yang cocok untuknya, jika belum aku tidak keberatan berbagi tempat tinggal ku saat ini.” ucap Vely.

__ADS_1


Ben masih terdiam memikirkan ucapan Vely.


“Jadikan aku bisa dapat diskon biaya sewa.” tambah Vely sambil tertawa kecil, agar tidak terlihat ada maksud lain di belakangnya.


“Oh ya bagus juga, Andava pun tidak perlu mengeluarkan uang lagi.” jawab Ben yang cukup setuju yang tentunya nanti akan ia beritahu pada Gara.


“Kalau begitu aku bicara pada Shena dulu.” Vely pun berdiri dan keluar dari ruangan Ben.


Sedangkan Gara dan Divine kini berada di taman hiburan dengan joging dari rumah mereka, rasa tak nyaman yang di rasakan Divine membuatnya memilih bergerak dari pada hanya diam di rumah.


Hari ini tidak begitu ramai, mungkin karena hari ini bukan hari libur.


“Ayo kesana!” Divine menunjuk rollercoaster.


“Apa kau sudah gila, kau sedang mengandung pewaris Andava.” ucap Gara.


“Pewaris apa?” suara Divine meninggi, Divine mulai merasa tertekan suaminya terus-menerus mengucapkan perihal kehamilan Divine yang jelas-jelas tiada.

__ADS_1


Gara terkejut dengan suara Divine yang meninggi, namun ia melihat ada kesedihan di mata Divine, membuat Gara seketika tidak bisa menjawab ucapan Divine. Entah mengapa Gara memiliki keyakinan bahwa istrinya itu sedang hamil. Membuat Gara tidak mungkin membiarkan istrinya itu bermain roller coaster, tarikan dan hentakan saat bermain roller coaster dapat menyebabkan keguguran. Permainan ini masuk ke dalam hal-hal yang tidak boleh di lakukan oleh wanita yang sedang hamil muda menurut salah satu artikel yang ibu Gara kirim ke padanya.


Divine terus melihat roller coaster yang sedang tidak bergerak itu, karena kurangnya pengunjung dan tidak ada pengunjung yang sedang menunggu untuk bermain wahana itu.


“Kau ingin gulali yang tidak biasa? lihat itu, aku ingin membeli itu dulu dan meminta membuatkan bentuk mobil.” ucap Gara sementara untuk mengulur waktu hingga ia mendapatkan alasan yang tepat untuk menghentikan keinginan istrinya itu.


Gara yang tidak bisa makan jajan sembarangan dengan terpaksa melakukannya, Gara butuh hal yang tidak mungkin di dapat saat di rumah agar istrinya itu menurutinya.


Gara pun menarik tangan Divine untuk membeli gulali, dan Divine mengikuti kemauan suaminya itu, menurut Divine itu tak akan lama, ia bisa bermain roller coaster setelah membeli gulali.


Namun baru saja mendekat dan mencium aroma khas gulali Divine langsung merasakan mual.


“Aku tunggu di sini saja.” Divine berhenti melangkah, lalu mundur beberapa langkah saat Gara mengangguk menyetujui ucapannya.


Oh kenapa mual ini datang lagi saat aku bersamanya.


Divine mengambil botol kecil di saku celana, lalu mengoleskan minyak aroma terapi itu di tangannya, dan menghirup aromanya, agar rasa mual itu hilang.

__ADS_1


__ADS_2