Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 36


__ADS_3

"Maafkan aku sudah merepotkan mu, seharusnya kamu tidak perlu mengajak ku tadi." ucap Divine pelan di samping telinga Gara.


"Sudah diam saja." Gara mencubit pelan bokong Divine.


"auw, sakit tau."


"makanya diam, kalau ga mau aku cubit lagi."


Divine pun diam dan menuruti kata suaminya itu. tak terasa mereka sudah sampai di puncak tangga.


"apa ini? hanya sebuah rumah berlorong?" ucap Divine penuh tanda tanya.


"ini rumah nenek Yan?" sambung Divine.


Ben yang sudah membunyikan lonceng menjawab Divine ”bukan Divi, ini rumah kepala Desa ini.".


sedangkan Gara masih belum menurunkan Divine dari punggungnya.


beberapa orang datang dari dalam rumah dan mengucapkan selamat datang pada mereka. meminta Gara untuk menurunkan Divine ditempat yang sudah di sediakan dan terlihat sangat kuno. Gara mengikuti saja dan tetap berdiri di samping Divine, ia tidak mau berada jauh dari Divine ada perasaan takut pada diri Gara.


Kepala Desa mengambil sebuah Mahkota yang dibawa orang disampingnya mungkin pengawal Kepala suku lalu ia berikan pada Gara untuk dipasangkan di kepala Divine.


Gara pun mengambil Mahkota berbahan belukar namun sangat keras dan berkilau.

__ADS_1


Mata Divine ikut berkilau sudah tidak sabar untuk memegang dan mengamati mahkota yang terlihat sangat cantik dan sangat berbeda dengan mahkota pada umumnya.


"cepat Gara, pasangkan padaku,aku tidak sabar ingin memegangnya." Gumam Divi.


Gara memasangkan mahkota di kepala Divine, tak lupa Ben sang fotographer mengambil beberapa foto dengan background hijau pepohonan, laut yang jauh disana dan awan yang terlihat sangat dekat menambah kesempurnaan foto ini dengan senyum manis di bibir Divine.


sungguh pemandangan yang indah dari ketinggian.


selesai sudah ritual mereka, mereka pun melanjutkan perjalanan sambil menikmati alam desa ini, Divine begitu terpukau dan takjub dengan desa ini.


sampai di rumah Nenek Yan.


"kakak Gara, Shena rindu sekali." ucap seorang wanita yang tampak seumuran dengan Divine dan langsung memeluk Gara.


"Dimana Nenek mu Shena?" tanya Gara.


"ada di dalam, ayo masuk!" ucap Shena,


Shena terus menggandeng Gara, membuat Divine semakin merasa tidak nyaman dan senyuman yang sedari tadi terukir di bibirnya telah hilang dimakan sesuatu yang tak terlihat.


mereka pun bertemu dengan Nenek Yan, dan duduk bersama di ruang tamu, nenek yg sudah tua namun masih mampu berjalan. Divine tersenyum, mencium tangan serta memeluk Nenek Yan.


"Nek, ini istriku Divine." ucap Gara memperkenalkan istrinya pada Nenek tua yang sempat merawatnya dulu.

__ADS_1


"Dia cantik,sangat cocok dengan mu yang tampan." ucap Nenek dengan pelan.


Shena yang mendengar perkataan Gara tidak memperdulikannya ia terus bergelayut di lengan Gara bahkan semakin menjadi.


"Ben temani aku ke kamar mandi!" ucap Divine.


Gara mengerutkan alis nya mendengar ucapan Divine.


Ben tanpa berpikir langsung saja berdiri untuk mengantar Divine.


"Ben, mau kemana kamu? dia istriku aku yang akan menemaninya!" ucap Gara dan melepaskan tangan Shena yang melingkar di lengannya.


Divine mengacuhkan mereka ia sudah berdiri jauh dari ruang tamu.


Gara menghampiri Divine. "kenapa kau mengajak Ben untuk menemanimu?"


"karena kau sedang asik dengan wanita itu."


Divine melirik Shena yang duduk di ruang tamu.


"Hei hei apa ini, kamu cemburu?" Gara menatap mata Divine.


"Gak, aku gak mau aja ganggu kamu yang lagi reuni." Divine memalingkan wajahnya dari pandangan Gara.

__ADS_1


Gara memegang Dagu Divine "lihat aku!".


__ADS_2