Istri Pajangan

Istri Pajangan
eps. 42


__ADS_3

Pagi hari di rumah Divine.


Divine mengerjap dan membuka mata tepat di depan wajahnya ia melihat wajah Gara yang sedang tertidur dan melingkarkan tangan di pinggang Divine.


"Hah, baru semalam gak ketemu, aku sudah berhalusinasi pagi ini." sambil mengucek-ngucek matanya.


Namun tetap saja ia masih melihat Gara di depannya dan sedang memeluk dirinya.


Divine meraih hidung Gara dan memencetnya.


"Apa sayang, aku sudah bangun." ucap Gara dengan suara manja baru bangun tidur.


Divine melepas tangannya dari hidung Gara.


"Kapan kamu pulang, katamu tak akan pulang?"


"Pertanyaan apa ini, kamu ga mau aku pulang?" jawab Gara seraya meraih dagu Divine.


"Ah bukan begitu, aku senang kamu disini." Divine memeluk Gara dan mengecup pipi suaminya itu lalu bergegas bangun namun Gara kembali menarik Divine dan membuat Divine berada dibawahnya. Tangan Gara berada di sebelah kanan dan kiri Divine begitu juga dengan kaki Gara berada di sebelah kanan dan kiri Divine yang bertumpu pada lutut nya.


"Kenapa selalu menggoda ku? ini pagi hari aku sangat bersemangat." ucap Gara seraya merapatkan dahinya pada dahi Divine.


Divine malah mengecup bibir Gara. membuat Gara semakin tergoda dengan tingkah nakal istrinya ini. Gara pun mulai beraksi menciumi seluruh wajah Divine.


"Sayang."


"Hemm." jawab Gara yang masih terus menciumi Divine.


"Bagaimana keadaan teman mu yang semalam?"


Mendengar pertanyaan Divine, Gara langsung berhenti melakukan aksinya lalu menggulingkan tubuh dan kembali berbaring menghadap langit-langit kamar.


"Apa dia mantan pacar mu? Kau terlihat begitu khawatir semalam." tambah Divine.


"Bukan, aku tak pernah punya pacar, semalam sudah baik-baik saja".


"Lalu siapa dia, kenapa begitu khawatir?" Divine mulai menunjukkan wajah tak sukanya.


"Hemm sudahlah, ayo mandi ! mau mandi bersama?" Ajak Gara.


"Tidak."

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu aku mandi duluan." seraya beranjak dari tempat tidur.


Gara berjalan menuju kamar mandi. "Pasti tidak baik untuk kesembuhan Vely kalau Vely aku bawa kesini, Divi terlihat tidak suka padanya."


sementara Divine juga berbicara sendiri di dalam hatinya sambil menyiapkan pakaian Gara di ruang pakaian.


"Kenapa langsung menutup pembicaraan soal itu, aku semakin penasaran, kalau memang tidak pernah ada hubungan tidak mungkin akan sekhawatir itu."


flashback semalam.


Setelah bertemu Dokter dan memikirkan apa yang akan Gara lakukan, Gara terus menanti balasan pesan dari Divine namun tak kunjung datang. Gara juga ingin meminta pendapat Divine, namun tak ada balasan dari Divine hingga ia menurunkan niatnya untuk bercerita dan meminta pendapat Divine.


Gara meminta Ben untuk menyiapkan pengawal wanita untuk Vely, setelah pengawal datang Gara memutuskan untuk pulang, sebelumnya ia sudah menggerutu kesal pada Divine berani-beraninya tidak membalas pesannya, apa Divine tidak ingin aku pulang, tidak merindukanku, begitu bunyi gerutunya.


Namun sesampainya di rumah Divine sudah tertidur sangat pulas dan terpaksa Gara menunda untuk bercerita pada Divine dan langsung merebahkan dirinya di samping Divine memeluknya pelan agar tidak membangunkan Divine.


_______


Gara pun keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan menggunakan handuk. Seketika Divine pun masuk kamar mandi.


Gara terus memutar otaknya bagaimana merawat Vely tanpa harus membuat Divine cemburu, karena sudah terlihat jelas bahwa Divine tak suka dan sudah pasti akan cemburu jika melihat Gara memperhatikan Vely.


Gara duduk di sofa menunggu Divine sambil bermain game di ponselnya, tak lama Divine keluar dari kamar mandi bertepatan dengan game Gara yang baru saja selesai.


Gara pun langsung menghampiri Divine yang berjalan menuju ruang pakaian.


"Kau,kau." decak Gara kesal mendengar istrinya menyapanya seperti itu.


"Hemm." Divine malas menanggapi, ia merasa kesal karena Gara menyudahi obrolan mereka tadi tanpa sebuah kejelasan.


"Sudahlah, pakai pakaian mu ikut aku ke rumah sakit." ucap Gara sambil meraba bagian tubuh Divine yang paling senang ia pegang lalu pergi meninggalkan Divine.


Divine hanya bisa berteriak karena terkejut dengan rabaan tangan jail Gara. Divine pun bersiap-siap setelah cantik dengan memakai midi dress berwarna peach dan blazer berwarna hitam, serta rona pipi yg natural, dan memakai warna peach nude pada bibirnya serta high heel hitam barulah ia keluar kamar.


Divine selalu cantik dengan pakaian apapun yang di pakainya, apalagi pakaian yang selalu ia pakai adalah pakaian bagus,modern dan pasti merk dunia. Hanya karena sifat ramahnya dia tidak seperti orang yang memiliki segalanya yang biasa bersifat sombong.


Kini Divine sudah duduk di meja makan bersama Gara dan juga Ben.


"Pagi Divi, kau selalu tampak cantik, aku tidak pernah bosan melihatnya." ucap Ben.


"Ini hari terakhir kamu bisa melihat istriku di pagi hari." jawab Gara dengan santai.

__ADS_1


Divine hanya memperhatikan Gara dan Ben tanpa mengucapkan apa pun. Ben mengerutkan alisnya saat mendengar ucapan Gara. "Kenapa? apa kamu mau mengusirku boss!"


"Hemm." sahut Gara tanpa menjelaskan apa pun.


Divine menikmati sarapannya begitu juga Gara dan Ben, walau penuh banyak tanda tanya di kepala Ben dia hanya bisa menerima apa kata bossnya itu.


"apa kata-kata ku tadi berlebihan, sampai membuat cemburu, eh sebentar, apa ada hubungannya dengan Vely?"


"Sayang, ada apa? aku tidak keberatan jika Ben tinggal bersama kita terus." suara Divine membuyarkan lamunan Ben.


"Tidak, aku hanya ada pekerjaan untuk dia." jawab Gara.


Mendengar jawaban Gara, Divine tidak menimpali lagi hanya mengangguk-angguk pelan seolah berkata oh begitu.


Gara pun berdiri dari tempat duduknya Ben dan Divine pun langsung berdiri bersamaan hari ini mereka akan ke rumah sakit terlebih dahulu lalu pergi ke kantor Andava grup.


Kini mereka sudah berada di dalam mobil yang akan di kemudikan Ben, Gara dan Divine duduk di belakang. tirai pun sudah tertutup.


"Hah ini masih pagi, mau apa lagi Gara sampai menutup tirai." gumam Ben pelan sambil mengemudikan mobil yang mereka tumpangi.


Gara berkata pada Divine untuk tidak bertanya banyak hal pada Vely, ia menjelaskan keadaan Vely sekarang, Vely mengalami amnesia sebagian, ada beberapa hal yang dia ingat dan ada yang dia tidak ingat, namun tidak menjelaskan apa hubungan dia dengan Vely. Sedangkan Divine tak ingin bertanya lagi, tak ingin jika Gara menyudahi obrolan nya tiba-tiba, dia memilih untuk mendengarkan.


Sampailah mereka di rumah sakit dan berjalan menuju ruangan Vely, pengawal pun menyambut kedatangan mereka. Gara pun bertanya pada pengawal apa ada yang terjadi, apakah Vely sudah makan,apakah merepotkan kalian, banyak pertanyaan yang di berikan pada pengawal membuat Divine merasa tersisih.


"Rasanya dia tidak pernah sebegitunya terhadap ku."


"Aku masuk duluan ya." Ucap Divine memutus obrolan Gara pada pengawal, ia tak ingin mendengar lebih banyak lagi hanya membuat dirinya merasa tidak nyaman dan merasa tidak di perhatikan.


Divine pun masuk ke kamar Vely, memberikan senyum manis pada Vely lalu berkenalan dengannya.


Vely menyambut Divine dengan ramah.


Masuklah Gara ke kamar Vely. Baru saja Divine ingin bertanya apa hubungan mereka terpaksa tidak jadi karena melihat Gara sudah masuk.


"Pagi Vely, bagaimana keadaan mu hari ini?" sapa Gara.


"Baik Gara, siapa dia?" Vely menunjuk Divine dengan melihat ke arah Divine.


"Ini Divine istriku." jawab Gara.


"Dia cantik sekali, pantas kau mau dengannya." ucap Vely pelan.

__ADS_1


"Apa maksud Vely berkata seperti itu, apa Gara akan mau sama dia kalau dia lebih cantik dariku."


__ADS_2