
Nuna merasa sangat malu dan sakit.
"Makanya mama bilang kamu Haris menikah dengan pria yang mana pilihkan untuk kamu! Besok kamu harus menikah dengan dia, sebagai ganti pernikahan kamu dengan pria bodoh itu."
Sebelum Ikmal membela Nuna, Arby sudah lebih dulu bicara. Dia sangat kesal karena perempuan tua ini malah mencari ribut di ruang rawat Freya, membuat Freya hanya diam sambil matanya melirik kiri kanan seperti menonton pertandingan bulu tangkis.
"Tante, Tante enggak boleh begitu. Biarkan Nuna memilih pasangannya sendiri, yang menurut Tante baik, belum tentu memang baik buat Nuna. Jangan suka maksa, apalagi memasak menikahkan anak. Hari gini kok main jodoh-jodohin anak!"
"Heh bocah, kamu lupa dengan diri kamu sendiri. Kamu pikir saya tidak tahu bagaimana cara kamu menikah dulu, hah?"
Wajah Arby memerah, karena kesal. Entah kesal dengan perkataan Ara yang mana.
"Heh Tante, aku ini bukan bocah, tapi sudah tua dan sudah bisa bikin bocah. Dsn jangan mengungkit masa lalu. Yang penting pernikahan aku awet!" ucap Arby tanpa sadar kalau sudah mengatai dirinya sendir tua.
Freya menghela nafas, dia jadi tambah pusing mendengar pertengkaran itu.
"Awet Mbahmu! Tapi makin hari kamu makin ganteng juga, ya. Makan malam sama Tante mau, enggak?" goda Ara sambil mengedipkan mata.
"Heh Tante tua, jangan dekati Arby! Cari sana berondong lain. Tuh, ada Ikmal!" ucap Freya mendelik kesal pada Ara.
"Jaga kelakuan kamu, Ara. Kenapa kamu selalu sesuka hati kamu!" lerai Edwan.
Nuna semakin kesal dengan mamanya. Bisa-bisanya mamanya itu malah menggoda Arby, sahabatnya sendiri. Sudah tahu Arby itu telah memiliki anak dan statusnya apa, dan dilakukan di hadapan Freya, apalagi Arby seumuran dengan Nuna, anaknya sendiri.
Freya dan Ara saling menatap, tatapan mengejek satu sama lain. Arby, Mico dan Ikmal yang melihat itu mengernyitkan kening mereka.
__ADS_1
Freya Ririn dari brankarnya, dan memeluk Nuna.
"Sudah Nuna, nanti kamu akan bertemu dengan jodoh kamu yang sesungguhnya."
"Benar apa yang aku yakini sejak dulu, seharusnya aku tidak perlu memikirkan pernikahan. Tidak akan ada pria normal yang mau bersamaku." Hati Freya ikut merasakan sakit.
"Bukannya tidak ada, hanya belum saatnya saja. Lebih baik kamu gagal menikah sekarang dan merasakan sakit sekarang. Daripada nikah terus dikhianati, apalagi kalau sudah punya anak. Pasti nanti kamu akan lebih sakit hati. Tenang saja, kamu tidak jomblo sendirian. Lihat tuh, yang lain juga masih jomblo. Mungkin saja nanti kalian akan menikah masal."
Nia menepuk lengan Freya, merasa kesal tapi juga lucu, meski hatinya masih sangat sedih.
"Ck, semoga saja pernikahan mereka gagal," ucap Nania penuh harap.
"Tidak!" bantah Freya.
"Mereka sudah menikah dia jam yang lalu," berita dari Mico itu mengejutkan mereka, kecuali Freya.
"Freya, kenapa kamu malah senang mereka nikah?" tanya Aruna.
Freya dan Mico malah tertawa. Tawa orang jahat yang akan memenangkan pertempuran.
"Ya biarkan saja mereka menikah. Emangnya kalau mereka gagal nikah, Nuna bakalan kembali dengan pria itu?"
"Enggak!" bantah Nuna cepat.
"Asistenku sudah memberikan laporan kepada polisi atas kasus penganiayaan, dan laporan lainnya."
__ADS_1
"Jadi biarkan mereka merasakan malam pertama di kantor polisi."
.
.
.
.
Kemarin cover Akibat Pernikahan Dini diganti lagi ya sama NT.
Akibat Pernikahan Dini tuh ceritanya Freya waktu masih muda. Buat yang belum baca, baca dong. Emangnya kalian enggak penasaran gimana kisah mereka saat masih remaja?
Ini cover pertamanya
Ini cover kedua yang diganti sama NT
Nah kalau yang ini cover terbaru. Baru kemarin loh diganti
__ADS_1
Baca ya kisahnya Freya dan kawan-kawan waktu masih muda. Setelah itu bisa lanjut ke kisah JARAK (Dikejar Hot Duda), lanjutan dari Akibat Pernikahan Dini 😃