Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
74 Suatu Saat Nanti Akan Mengerti


__ADS_3

Nuna menepuk punggung Rei dengan pelan, mencoba memberikan kekuatan untuk perempuan yang saat ini juga dilanda dilema.


"Ikuti saja apa kata hatimu, Rei. Kami akan mendukung kamu. Freya juga pasti akan mendukung apa pun yang kamu putuskan sekarang."


"Terima kasih," ucap Rei dengan lirih. Air matanya tidak berhenti mengalir, dan dari sorot matanya, mereka tahu apa yang akan Sahabat mereka itu lakukan.


...🍃🍃🍃...


Untuk sahabatku, Nuna.


Hai Nuna, sahabatku yang cantik. Jangan menangis saat kamu membaca surat ini. Sebenarnya ada banyak hal yang mau aku sampaikan padamu, tapi aku takut waktu yang aku miliki tidak akan cukup.


Nuna, maafkan aku yang pernah menyakiti hatimu. Maafkan aku karena aku pernah mengatai dirimu saat sekolah dulu.


Nuna, mungkin aku tidak berhak mengatakan ini, tapi aku tetap akan mengatakannya.


Nuna, maafkan lah kedua orang tuamu, terutama mama kamu. Mungkin bagi gampang bagiku untuk mengatakan ini, karena aku tidak merasakan apa yang kamu rasakan. Tapi, sebagai seorang anak, aku juga merasakan apa yang kamu rasakan. Kamu tahu kan bagaimana aku dalam keluargaku?

__ADS_1


Saat aku meninggalkan Chiro, bukan berarti aku benar-benar bebas seperti apa yang orang-orang pikirkan.


Aku takut!


Takut bagaimana nanti kalau dia membenciku dan tidak menyukai aku.


Seperti aku yang tidak menyukai orang tuaku.


Seperti kamu yang membenci orang tua kamu.


Tapi, ada satu yang aku sadari saat itu ....


Aku, sudah mengatakan kepada Arby kenapa aku meninggalkan mereka saat itu. Tidak tahu apakah Arby akan memahaminya atau tidak, tapi memang seperti itulah kenyataannya.


Lalu aku berpikir, kenapa orang tuaku seperti itu. Dan aku yakin, seperti apa yang aku lakukan pada Chiro, pasti mereka juga punya alasannya, yang aku tidak tahu apakah itu alasan yang bisa aku terima atau tidak.


Sejak Chiro lahir, aku menempatkan diriku sebagai seorang mommy, agar aku bisa semakin memahami bagaimana orang tuaku.

__ADS_1


Begitu juga orang tuamu. Aku yakin, dalam lubuk hati mereka, mereka sangat menyayangi kamu, hanya mungkin mereka menutupinya.


Maafkan mereka Nuna, karena suatu saat nanti, kamu juga akan merasakan menjadi orang tua. Jangan berpikiran untuk melajang seumur hidup, karena aku tidak menyukainya.


Setidaknya kita tidak dibuang ke rumah yatim piatu, atau digugurkan saat masih dalam kandungan.


Aku benar-benar cemas tidak bisa menyampaikan ini pada kamu dalam suasana yang baik, jadi aku putuskan untuk menuliskan semua ini padamu.


Aku harap, kamu pun akan mendapatkan kebahagiaan kamu bersama pria yang tepat, lalu memiliki anak-anak yang lucu dan bisa menjadi saudara untuk Chiro.


Nuna, selagi masih ada waktu, perbaikilah hubungan kamu dengan orang tua kamu. Jika Tuhan memberikan aku kesempatan, aku juga ingin memperbaiki hubungan aku dengan keluargaku. Mengobrol banyak hal pada papa mamaku, berjalan-jalan dengan kakak adikku, dan mengunjungi kerabat kami.


Nuna, aku tahu aku bukan sahabat yang baik, tapi aku bersyukur aku memiliki sahabat yang baik seperti kalian.


Aku sadar aku bukan anak dan mommy yang baik, tapi aku beruntung memiliki Chiro yang luar biasa.


Aku tahu tidak mudah melupakan rasa sakit hati itu, tapi berilah kesempatan pada mereka, seperti Chiro yang tidak pernah membenciku, padahal aku sudah meninggalkan dia sejak masih bayi.

__ADS_1


Yang bisa aku katakan untuk yang terakhir kalinya, suatu saat nanti kamu akan mengerti.


__ADS_2