Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
99 Naif


__ADS_3

Siapkan hati


Siapkan mental


Happy Reading


.


.


.


"Sudahlah, kamu itu terlalu naif. Sebaiknya kamu duduk saja dengan tenang, dan menjadi saksi atas pernikahan kami."


"Diam kamu, aku tidak bicara denganmu!" Nuna memandang remeh calon istrinya Dika.


"Apa yang dikatakan oleh Evelyn itu benar. Mana mungkin keluarga baik-baik dan terhormat seperti kami mau memiliki hubungan keluarga dengan kamu dan keluarga kamu. Kamu tahu sendiri kan, kalau kami ini keluarga terpelajar, mau ditaruh di mana muka kami?" ucap mamanya Dika.


Tangan Nuna terkepal. Bagaimana bisa perempuan yang mintanya memanggil dia mama, kini berkata semenyakitkan itu?


"Dengar Tante yang terhormat, bukan aku yang menggoda pria ini dan mengemis cinta padanya. Bahkan aku Sidah menolaknya berkali-kali, tapi dia yang selalu mengemis kesempatan padaku!"

__ADS_1


"Jangan diam saja Dika, ayo jawab!"


"Sudahlah Nuna. Apa pun yang mau kamu katakan, tetap saja aku akan menikah dengan Evelyn. Jadi lebih baik kamu pulang saja. Kamu sudah mengulur waktu untuk ijab kabulku."


Tangan Nuna terkepal, ingin sekali dia menampar wajah pria munafik itu. Bukannya dia tidak mau atau tidak sanggup, tapi tangannya terlalu gemetaran saking kesalnya.


"Kenapa kalian semua tega menipuku? Apa salahku pada kalian? Sehar sejak awal saja kalian menolak aku mentah-mentah." Nuna memandang benci kedua orang tua dan adik Dika.


Tidak ada lagi tatapan lembut dan rasa sayang itu. Hati Nuna benar-benar hancur.


"Kamu terlalu banyak bicara, pergi sana!" ketus Evelyn.


Deg


Mendengar itu, pikiran buruk langsung menghampiri Nuna.


"Apa.dia sedang hamil anak kamu?" tanya Nuna.


"Jangan sembarangan kalau bicara, Evelyn ini perempuan baik-baik. Kami bisa melaporkan kalian atas tuduhan pencemaran nama baik," bela mamanya Dika.


"Model ondel-ondel kaya begini mok, dibanggain. Masih mendingan Nuna ke mana-, cantiknya alami tanpa operasi plastik!" singit Nania.

__ADS_1


"Apa kamu bilang!" Evelyn langsung mendorong Nania. Nania yang tidak sempat menghindar, menabrak Nuna, sedangkan Nuna menabrak Freya. Untung saja Arby sempat menahan tubuh Freya, jadi perempuan hamil itu tidak terjatuh.


Arby terlihat sangat marah. Dia yang tadinya menahan Ikmal agar tidak terpancing emosi, malah seka dia sendiri yang tidak sabar. Sebelum Arby bertindak, Nania sudah lebih dulu mengambil langkah.


"Dasar sialan, beraninya kamu main kasar!"


Plak


Nania menampar wajah Evelyn hingga pipi perempuan itu memar.


"Kurang ajar kamu, ya!"


Evelyn menjambak rambut Nania. Terjadilah perkelahian di sana. Semau sahabat Evelyn dan pihak-pihak yang mendukungnya dan Dika, mulai ambil bagian. Tentu saja Aruna, Nuna dan Rei tidak akan tinggal diam. Bukan hanya itu, bahkan kakak dan adik Freya ikut membela tim Nuna. Mereka bersama sepupu mereka ikut menjambak.


"Sayang, kau di sini saja, jangan macam-macam!" ucap Arby pada Freya, khawatir perempuan itu akan terluka.


Tapi yang namanya Freya, mana mau diam saja. Dia membantu Nuna, menarik tubuh Evelyn dan mendorong perempuan itu hingga terjerembab ke lantai.


"Dasar pria bajingan. Pria seperti kamu seharusnya membisik saja di tong sampah. Dasar enggak berguna!" ucap Mico pada Dika.


Dika yang tidak terima dihina seperti itu, langsung menonjok Mico. Mico membalas pukulan Dika. Ikmal pun tidak tinggal diam. Dia menarik tubuh Dika dan menghajarnya berkali-kali.

__ADS_1


__ADS_2