Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
93 Skandal Baru


__ADS_3

Di saat Nuna sedang sibuk-sibuknya menyiapkan pernikahannya dengan Dika, datang masalah baru dalam hidup gadis itu. Kedua orang tuanya membuat ulah lagi. Edwan dan Ara terlibat gosip miring.


"Ya ampun, sampai kapan mereka akan seperti ini? Apa tidak malu?"


Nania dan Aruna diam saja. Mau berkata sabar juga hanya basa-basi belaka, karena mereka pun kalau menjadi Nuna akan sangat malu.


Nuna memutuskan untuk menemui papanya di perusahaan.


"Papa!" Gadis itu membuka pintu ruang tamu rumah papanya dan langsung ingin marah.


Dilihatnya banyak orang di sana, tapi dia tidak peduli.


"Papa! Kenapa papa membuat masalah baru lagi? Apa papa dan mama tidak malu? Oh ya, kalian mungkin tidak malu, tapi aku yang malu. Apa nanti tanggapan orang-orang tentang aku? Apalagi sekarang aku akan menikah!"


"Mama juga tidak berharap kamu menikah dengan pria itu!"


"Mama!"

__ADS_1


Nuna memijat keningnya, lalu menghempaskan tubuhnya di sofa. Pandangan orang-orang masih ke pada gadis itu. Nuna sangat tahu kalau masalah yang diperbuat kedua orang tuanya ini tidak main-main, sehingga semua keluarga berkumpul seperti ini.


"Kenapa, kenapa kalian berdua terus saja membuat aku malu? Apa tidak cukup penderitaan aku selama ini?"


Nuna lalu menatap Elvira, istri papanya.


"Seharusnya kamu bisa menjaga suami kamu agar itu!"


"Nuna!"


"Apa? Seharusnya di sini aku yang marah! Namaku jadi ikut terseret-seret karena kalian. Apa istri papa tidak malu? Apa suami mama tidak marah? Kelian Sidah tua seharusnya memberikan contoh yang baik untuk anak kalian. Kalau nanti aku punya anak, apa yang anak aku pikir tentang nenek kakeknya?"


"Setelah aku pikir-pikir, sebaiknya kalian juga tidak perlu datang ke pernikahan aku!" Nuna lalu pergi sambil mendengkus kepada istri papanya itu. Ingin menertawainya tapi dia juga sedang kesal.


...🌼🌼🌼...


Nuna menunduk malu, saat ini dia sedang bersama Dika untuk makan malam di sekitar apartemen.

__ADS_1


"Apa kamu memikirkan kedua orang tua kamu?"


"Iya, mereka selalu saja membuat masalah. Aku sampai heran."


"Kita doakan saja semoga masalah mereka cepat selesai. Jangan cemas."


"Tapi bagaimana dengan kamu dan keluarga kamu?"


"Kami? Memangnya kami kenapa?"


"Apa kalian tidak merasa terganggu dengan masalah kedua orang tuaku?"


"Aku yakin pasti banyak masalah yang seperti ini terjadi. Hanya saja karena kedua orang tua kamu orang yang cukup terkenal, jadi media langsung menyorotinya. Yang penting mereka bisa menyesalinya dengan cara baik-baik dan kekeluargaan."


Nuna berpikir, apa dia akan kembali menjadi bahan bully-an? Masalah ini lebih serius daripada masalah di masa lalu, begitu menurut Nuna.


"Sudah, jangan dipikirkan lagi. Jangan sampai kamu sakit karena terlalu memikirkan masalah ini, apalagi kita sekarang sibuk mempersiapkan pernikahan kita. Aku tidak mau kalau sampai pernikahan kita ditunda lebih lama lagi, bisa-bisa nanti kamu malah berubah pikiran lagi atau direbut oleh pria lain!"

__ADS_1


Nuna tertawa, Dika memang sangat semangat menyiapkan pernikahan mereka. Dia terus saja berkata tidak sabar sampai menunggu hari H. Kalau perlu menikah sekarang, resepsinya bisa sesuai rencana. Nuna juga sudah tidak sabar sebenarnya menunggu hari H, di mana statusnya akan berubah menjadi seorang istri.


__ADS_2