Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
70 Mirip


__ADS_3

Jadi, bagaimana mungkin Nuna tidak menyayangi Freya? Freya adalah sahabat rasa keluarga baginya.


Nuna memasukkan lagi barang-barang itu dengan hati-hati. Dipandanginya foto mereka berenam yang ada di atas nakas dan dinding. Freya yang umurnya paling muda di antara mereka, tapi layaknya seorang kakak dan ibu bagi mereka.


🍂🍂🍂


Hampir setiap hari Dika datang untuk menemui Nuna, dan mengantarkan makan untuk mereka. Dika sangat tahu akan kesedihan Nuna.


Saat ini Nuna berada di kafe bersama dengan Nania, Rei dan Aruna. Mereka makan dalam diam, tidak ada yang mencoba untuk memulai pembicaraan karena takut untuk menyebut nama Freya.


Pintu kafe itu terbuka, seorang perempuan yang tidak muda lagi tapi masih sangat cantik membuat Nuna semakin kehilangan selera makannya.


"Nuna, kamu apa kabar?" Nuna mendengkus saat mendengar pertanyaan itu. Gadis itu diam saja, tidak ingin suasana hatinya semakin buruk.


"Kamu kelihatan pucat. Mama tidak menyangka akan bertemu kamu di sini."


Ya, perempuan itu adalah mamanya. Nuna sendiri juga sudah lupa kapan terakhir kali mereka bertemu. Nania, Aruna dan Rei merasa tidak nyaman dengan situasi ini. Mereka ingin pergi, tapi juga tidak enak hati pada Nuna, takut gadis itu akan salah paham. Maklum saja, orang tua Nuna adalah hal yang sangat sensitif bagi gadis itu, apalagi Susana hatinya memang selalu buruk sejak kecelakaan Freya.

__ADS_1


"Mau apa ke sini?"


"Menjenguk teman mama yang sakit."


Mendengar perkataan itu, membuat hati Nuna semakin sakit. Dia saja yang anaknya, saat sakit tidak pernah dijenguk. Tapi kenapa hanya seorang teman malah dijenguk?


"Teman atau selingkuhan?" sindir Nuna.


"Jaga bicara kamu Nuna, bagaimana pun juga, mama ini mama kamu."


"Ya, dalam kartu keluarga saja. Aku sendiri juga ragu apa apa namaku masih ada dalam kartu keluarga papa dan mama."


Mamanya sudah menikah lagi. Papanya juga sudah menikah lagi. Lalu status dia dalam dua keluarga itu apa? Mungkin tidak ada.


Hati Nuna menjerit mengingat hal itu.q


"Kamu sangat cantik, pasti banyak pria yang menyukai kamu, ya? Kamu mengingatkan mama saat masih muda dulu."

__ADS_1


"Tidak! Aku tidak mirip dengan mama!"


Nuna jelas menolak keras perkataan itu. Dia tidak ingin seperti mamanya. Mamanya memiliki banyak pria dalam hidupnya, bukan hal yang membanggakan untuk seorang anak.


"Wajah kamu memang sangat mirip mama, Nuna. Itu tidak bisa disangkal."


"Kenapa papa tidak menyayangi aku? Apa karena wajahku sangat mirip dengan mama? Apa karena itu papa juga membenci aku?"


Ya, dulu juga Nuna pernah mengatakan hal itu pada papanya. Wajahnya dengan wajah mamanya memang sangat mirip. Kecantikan hang Nuna miliki berasal dari pere yang ada di hadapannya ini. Haruskah dia berbangga diri? Tidak, Nuna tidak bangga.


"Wajah kamu tidak mirip dengan papa kamu. Jangan-jangan kamu bukan anak papa kamu!" perkataan seorang yang dulu pernah membully Nuna.


"Nuna itu anak haram. Dia bukan anak papanya."


"Tidak! Aku tidak mau mirip mama. Kenapa aku harus mirip mama?"


"Mama senang kamu mirip mama, tidak mirip dengan papamu! Bukan begitu, Edwan?"

__ADS_1


Nuna menoleh ke belakang, dilihatnya papanya yang berdiri tepat di belakangnya. Mendengar perkataan mantan istrinya itu, membuat Edwan mendengkus kesal.


__ADS_2