Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
116 Ditikung Seperempat Malam (Nama Lama Disebut Kembali)


__ADS_3

"Hai, Nuna." Beberapa orang pria mendekati mereka, dan langsung menyapa Nuna lebih dulu.


"Kalian ...?"


"Kami temannya Steve."


Deg


Mendengar nama Steve, entah kenapa jantung Nuna berdetak lebih cepat. Pria yang dulu juga mengejar-ngejarnya seperti Dika, bahkan lebih dulu dia dibandingkan Dika. Taki kini pria itu pun menghilang, apa dia sama seperti Steve? Menikah dengan perempuan lain yang lebih cocok dari latar belakang keluarganya dan diterima dengan tangan terbuka oleh pihak keluarga.


"Oh, jadi ini teman Steve si tukang PHP itu?" tanya Nania dengan ketus.


Para pria itu saling lirik.


Ya ampun, judesnya mereka enggak hilang-hilang.


Para gadis itu (kecuali Rei) tentu saja terkenal dengan kegalakan mereka, selain cantik dan pintar tentu saja. Rei sendiri memang tidak terkenal, meskipun dia termasuk murid yang berprestasi, bahkan ada yang tidak tahu kalau perempuan itu pernah menjadi teman satu sekolah mereka.


"Kemana tuh si Steve? Udah punya anak berapa dia?" Kali ini Aruna yang bertanya.

__ADS_1


Mereka menggaruk tengkuk mereka. Seperti para perempuan ini menaruh dendam kesumat pada Steve.


Suruh siapa PHP-in mereka!


Ya, mungkin bukan hanya Nuna saja yang di PHP-in, tapi juga yang lain. Tadinya mereka berpikir Steve akan setia menunggu Nuna dan menjadi jodoh untuknya.


Ternyata tidak.


Jujur saja, mereka memang lebih mendukung Steve daripada Dika. Karena Steve satu sekolah dengan mereka, jadi sedikit banyaknya tahu siapa saja murid yang pernah bermasalah di sekolah atau playboy.


"Awas ya kalau aku ketemu sama Steve, aku doakan dia gagal move on dari Nuna."


"Memangnya si Steve itu sekarang ada di mana, sih? Heran, datang tiba-tiba, pergi juga tiba-tiba."


Mendengar nama Steve disebut, mereka langsung waspada. Jangan sampai yang kemarin terulang kembali. Masih terlalu cepat untuk pria lain hadir dalam hidup mereka, maksudnya hidup Nuna.


"Mal, kali ini kamu harus bertindak cepat. Anggap saja kegagalan Nuna menikah dengan pria itu sebagai pertanda kalau dia adalah jodoh kamu!" bisik Arby.


"Jangan-jangan kamu menikung di seperempat malam?"

__ADS_1


"Maksudnya ibadah?"


"Bukan, tapi pergi ke dukun! Mandi kembang ... tengah malam ... jangan kau lakukan, kalau hanya mengharap cinta darinya ...." Arby bernyanyi dengan khusyuk.


Ikmal langsung menoyor Arby, yang dibalas toyoran lagi oleh Arby. Dan ternyata tidak sedikit yang mendengar nyanyian itu. Ikmal, Marcell, Vian, Marva, Mico dan Agam sangat malu. Begitu juga para perempuan yang pura-pura enggak kenal dengan pria itu.


Banyak pria yang memperlihatkan kelima perempuan cantik itu. Ingin mendekati, tapi takut dengan para bodyguard tampan mereka.


"Kamu kangen sama Steve, Nuna?" tanya salah satu teman Steve itu dengan berani. Nuna diam saja, bingung harus mengatakan apa. Mereka menelisik wajah Nuna, mencoba mencari tahu apakah sebenarnya gadis itu pernah tertarik dengan pria yang kini tidak diketahui di mana keberadaannya.


"Dia sudah menikah belum, sih? Kalau sudah, jangan coba-coba menyebut nama dia di depan kami!" ucap Aruna. Freya diam saja, karena memang tidak ingat siapa itu Steve. Tapi kalau memang pria yang bernama Steve itu suatu saat nanti memang hadir kembali dalam kehidupan Nuna, jangan sampai mereka kecolongan lagi!


.


.


.


Baca ceritaku yang lain juga ya, biar gak sepi 😄

__ADS_1


__ADS_2