Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
151 Terima Kasih


__ADS_3

Arby, Freya dan Ikmal bergandengan tangan. Merasakan jantung mereka yang berdetak kencang.


Waktu seolah berhenti, Ikmal menatap Nuna dengan lekat. Sebentar lagi status sahabatnya itu akan berubah, dan dia tahu akan ada sedikit perubahan antara dia dan gadis itu ....


"Saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri kandung saya Nuna Monica ...."


"Saya terima nikah dan kawinnya Nuna Monica binti Edwan ...."


"Bagai para saksi, sah?"


"Sah."


Mereka menghela nafas lega.


Arby memeluk Freya yang terisak, dan Ikmal menyelimuti keduanya dengan pelukan yang juga sama eratnya.


Air mata Nuna kembali mengalir.


Air mata kebahagiaan, air mata lega.


Dia pikir dia akan gagal menikah lagi untuk yang kedua kalinya.


Dia kira Steve dan keluarganya juga akan mempermalukan dirinya, lebih besar dari yang Dika dan keluarganya lakukan.


Akhirnya semua baik-baik saja.


Steve sudah menaksir miliknya, dan doa Sidah menjadi milik Steve.


Nuna memandang Freya, Arby dan Ikmal, melihat wajah ketiganya yang menangis haru.

__ADS_1


Steve memasangkan cincin di jari manis Nuna, lalu mengecup keningnya.


Nuna memasangkan cincin di jari manis Steve, lalu mencium punggung tangannya.


Setelah sungkeman kepada kedua orang tua mereka, lalu Nuna memeluk sahabat-sahabatnya.


"Terima kasih, karena sudah selalu bersama aku hingga saat ini "


Kelima perempuan muda itu menangis sesenggukan.


Bahkan ini lebih mengharukan daripada pernikahan Freya dulu.


Dada mereka merasa sesak. Air mata itu tidak juga mau berhenti.


Steve mengusap air mata Nuna, sedangkan air matanya sendiri saja juga tidak mau berhenti.


Sahabat-sahabat Steve juga ikut merasa terharu, ikut lega dan bahagia.


Sampai akhirnya mereka dipertemukan lagi setelah Nuna lulus sekolah, dan pria itu memberanikan diri untuk mendekati Nuna, tanpa kehadiran Arby cs.


Mereka foto-foto bersama. Kedua orang tua Nuna hanya bisa pasrah saja sekarang. Nuna menikah dengan pria yang bukan menjadi pilihan mereka masing-masing. Tapi melihat Nuna yang begitu memohon, bahkan Ikmal yang sampai harus datang menemui Edwan untuk ikut membujuk kalanya Nuna, akhirnya Edwan merestui juga.


Ara juga begitu, tapi karena bujukan seseorang juga, akhirnya dia mau memberi restu, meski setengah hati.


Banyak foto yang diambil. Banyak tamu undangan yang hadir.


Banyak senyum dan tawa yang memeriahkan suasana, dan banyak doa yang diberikan.


Masalah memang sering datang, kadang membaut terpuruk, bahkan ingin menyerah. Tapi jika ada satu saja yang mengulurkan tangan, itu seperti obat mujarab bagi mereka yang tadinya tak percaya apa pun.

__ADS_1


Nuna memiliki sahabat-sahabatnya yang selalu setia. Ikut berkelahi bahkan marah jika dia disakiti. Nuna kini juga memiliki Steve, yang akan menemani hari-harinya hingga menua. Semoga saja.


"Nuna sudah menemukan jodohnya, Mal. Sekarang giliran kamu," ucap Arby sambil menepuk punggung pria itu.


Ikmal tidak menjawab, hanya tersenyum sambil menatap Nuna yang auranya sangat terpancar.


"Semoga kalian segera diberikan momongan, ya. Biar Chiro dan adiknya punya saudara lagi."


"Iya, biar Radhi dan Raine juga punya saudara lagi."


Nuna dan Steve saling memandang, tersenyum dengan penuh kebahagiaan.


"Terima kasih, karena sudah memilih aku sebagai suami kamu."


"Terima kasih, karena sudah memilih aku sebagai istri kamu."


...TAMAT...


Tamat loh, ini.


Jangan bilang kalian minta lanjut lagi?🤭


Ayo, komen yang banyak.


Seperti biasa, ya. Jangan hapus dari favorit, kalau nanti aku lanjut, kalian bisa langsung tahu.


Baca juga ceritaku yang lain.


Vote dong, like, komen, gift, nonton iklannya.

__ADS_1


Follow juga dong akunku. Biar tahu kalau aku nulis cerita baru 🤗


Sebenarnya berat menamatkan cerita ini😭


__ADS_2