Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
135 Tentang Steve


__ADS_3

Nuna berlari sepanjang lorong rumah sakit. Air matanya menetes tak kunjung berhenti, jantung berdetak kencang dan perasaan yang kalut.


Dengan cepat gadis itu lalu membuka pintu ruangan VIP. Dilihatnya seseorang sedang berbaring di atas brankar dengan wajah pucat. Orang itu langsung melihat siapa yang sudah membuka pintu dengan sangat kasar.


"Nuna, kamu ...?"


"Steve!" Nuna langsung masuk ke dalam pelukan Steve, air matanya semakin deras dengan isak tangis yang membuat dada Steve terasa ngilu. Steve melihat siapa yang ada di depan pintu, wajahnya langsung terlihat kesal. Yuta menunduk, antara merasa bersalah tapi juga lega.


Flashback On


"Nuna, aku ... sebenarnya aku ingin mengatakan tentang Steve."


"Sudahlah, aku dan Steve punya kehidupan masing-masing. Jangan khawatir, aku tidak akan membenci sahabat kamu itu."


"Bukan begitu, Nuna. Steve, sebenarnya Steve sakit, dan sekarang sedang dirawat."


Deg


"Apa?"


"Steve sakit. Itu sebabnya selama satu bulan ini dia tidak pernah lagi menemui kamu, juga tidak ada kabar sama sekali. Alasan kenapa dia juga menghilang selama beberapa tahun ini."

__ADS_1


"Memangnya dia sakit apa, sampai harus menghilang seperti itu?"


Yuta tidak langsung menjawabnya, ada perasaan sedih saat harus mengatakan semua ini kepada Nuna. Tapi bagi Yuta, Nuna setidaknya harus tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Steve, agar dia tidak salah paham lagi. Mau nanti seperti apa sikap Nuna pada Steve, itu terserah Nuna saja.


"Katakan, Steve sakit apa? Apa itu penyakit menular sampai dia tidak mau bertemu denganku? Apa jangan-jangan itu penyakit yang memalukan? Atau ...?"


"Jantung! Steve mengidap penyakit jantung selama beberapa tahun ini."


Hati Nuna serasa diremas, dan air matanya keluar untuk pria yang sebenarnya sangat dia rindukan itu.


Flashback Off


Steve menghela nafas berat. Akhirnya apa yang dia khawatirkan terjadi juga. Dia tidak mau Nuna sampai tahu apa yang terjadi dengannya.


Steve menggeleng dengan cepat. Bukan seperti itu yang dia maksud.


"Maaf, dan jangan khawatir karena aku baik-baik saja."


"Apa karena kamu tidak mau sampai aku tahu, makanya kamu memilih rumah sakit ini?"


Steve diam saja, karena memang itu alasannya. Nuna jadi teringat kembali lasa saat dia bertemu lagi dengan Steve setelah sekian lama berpisah, di rumah sakit ini juga.

__ADS_1


"Sudah malam Nuna, sebaiknya kamu pulang. Besok kamu harus praktek lagi, kan?"


Berat rasanya meninggalkan Steve, tapi dia tahu kalau dia juga harus pulang. Yuta akhirnya mengantar Nuna pulang.


Sesampainya di loby apartemen, Nuna bertemu dengan Ikmal.


"Nuna, kamu kenapa?"


Nuna langsung menangis dan memeluk Ikmal.


"Kenapa?" Pria itu kalau mengajak Nuna ke apartemen miliknya.


...🌼🌼🌼...


Nuna menceritakan kepada teman-temannya tentang Steve. Mereka terkejut, dan merasa kasihan dengan keadaan Steve, juga Nuna. Hanya satu saja yang terlihat sudah tahu apa yang terjadi.


"Freya, kamu sudah tahu?"


"Iya." Freya mengejar nafas berat.


"Tahu dari mana?"

__ADS_1


"Itu, saat pertama kali bertemu dengan Steve di rumah sakit. Saat kalian pergi begitu saja, aku masuk ke dalam. Memeriksa kondisi Steve, dan obat apa yang ada di atas nakas. Itu obat untuk penderita penyakit jantung. Steve tidak mengatakan apa-apa saat itu, tapi sebagi dokter tentu saja aku tahu."


Itukah sebabnya sejak saat itu, Freya terlihat aneh jika sedang membicarakan Steve?


__ADS_2