Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
17 Vandri


__ADS_3

"Arby, ayolah bantu aku," bujuk Nuna pada Arby. Mereka sedang bicara berdua di taman belakang. Saat ini Nuna sudah kelas dua SMA. Wajahnya yang semakin terlihat dewasa, tentu saja menjadi lebih cantik.


"Kenapa aku? Ikmal saja, kan dia yang lebih dekat dengan tante El."


"Ya kamu dan Ikmal, kalian berdua yang bicara pada tante kalian itu."


Arby melihat Nuba, sahabat kecilnya itu. Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat mereka dari balik tembok.


"Kenapa tidak kamu biarkan saja papa kamu dan tante El menikah?"


"Enggak! Cukup mamaku saja yang kawin cerai kawin cerai. Kamu mau bantu atau enggak, sih!" Nuna merasa kesal dengan Arby, karena pria itu malah menyuruh dia mengizinkan papanya menikah lagi.


"Kan kalau papa kamu menikah lagi, kamu bisa punya adik, jadi kamu enggak kesepian."


"Aku bilang enggak, ya enggak!"


Nuna menghentakkan kakinya, lalu pergi dengan perasaan kesal. Dia laku menemui Ikmal, dan meminta pemuda itu membantunya. Sama seperti Arby, Ikmal juga meminta biarkan saja papa Nuna menikah lagi, hal yang sangat sulit Nuna berikan.


"Sudahkah, kamu sama Arby sama saja, memang tidak ada yang mengerti perasaan aku, kecuali Freya. Sayang dia tidak ingat aku!"


Nuna pergi dengan perasaan yang semakin kesal. Duduk di taman samping sekolah, dia merenung.

__ADS_1


"Lagi kesal, ya?" Seorang pria yang cukup tampan memberiksn botol minuman dingin pada Nuna.


"Aku Vandri."


Vandri lalu duduk di samping Nuna, membuka minuman dingin itu dan meminumnya.


"Ayo minum, biar pikiran kamu lebih tenang."


Nuna meminum minuman dingin itu.


"Ini buat kamu." Vandri juga memberikan coklat yang berukuran sedang pada Nuna. Bisa Nuna lihat dari bungkusnya kalau coklat itu berasal dari luar negeri.


Aku jadi kaya penguntit.


Vandri terus saja mengajak Nuna bicara. Vandri adalah senior Nuna, satu kelas dengan Ikmal dan yang lain. Banyak dari murid laki-laki di sana yang ingin mendekati Nuna dan gengnya, tapi merasa segan. Pertama, karena mereka itu cewek-cewek cantik tapi galak. Yang kedua, tentu saja karena Arby dan gengnya, yang sepertinya tidak suka jika ada murid laki-laki yang mendekati mereka. Tentu saja Marcell yang langsung sewot, karena tidak mau Nania tergoda oleh salah satu murid di sekolah itu.


☘️☘️☘️


Nuna memasuki salah satu toko perhiasan yang ada di mall itu.


"Nuna?"

__ADS_1


"Eh, kamu Ar. Mau beli perhiasan juga?"


"Iya. Kamu ngapain?"


"Nih, ambil pesanan tante aku."


Tidak lama kemudian, ponsel Nuna berbunyi, panggilan dari Freya.


"Aku mau ke rumah tante aku, Freya."


Arby langsung menoleh saat Nuna menyebut nama Freya. Nuna melirik Arby, lalu menepuk lengan pria itu sambil tertawa pelan. Entahlah, Nuna merasa Arby itu selalu cepat tanggal sama semua yang berhubungan dengan Freya.


"Ya udah Freya, aku jalan dulu ya." Nuna menyimpan ponselnya dengan kesal.


"Gara-gara kalian nih, seharusnya aku kan bisa jalan sama Freya, malah harus ngurusin cincin pertunangan orang lain."


"Kamu itu berlebihan sama Freya, Nuna. Apa kamu tidak bisa lepas darinya?" tanya Arby.


"Enggak, enggak bisa. Aku akan pergi ke mana saja Freya pergi. Bahkan jika dia ke luar negeri dan melanjutkan kuliah di sana, aku juga mau ikut Freya."


"Kamu normal kan, Nuna?"

__ADS_1


__ADS_2