Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
115 Yang Seperti Arby (Antara Langit Dan Selokan Hitam)


__ADS_3

Kedua orang tua Nuna yang bersikeras menjodohkan dia dengan pria pilihan yang menurut mereka terbaik, tidak pernah ditanggapi oleh Nuna. Dia tidak peduli dengan masalah jodoh. Yang kemarin cukup dijadikan pelajaran dan pengalaman berharga. Untung saja dia memiliki sahabat-sahabat yang baik dan selalu bisa menghiburnya.


Jujur saja, kalau bisa memilih dan menentukan sesuai keinginan hatinya, dia ingin pria yang seperti Arby.


Eits, jangan salah!


Bukan berarti gadis itu jatuh cinta pada Arby dan ingin merebut dia dari Freya, tentu saja tidak. Mungkin Arby bersikap seperti itu karena perempuan itu Freya, kalau bukan Freya, mungkin saja berbeda, kan?


Dia hanya merasa kagum saja dengan kegigihan, kesabaran dan kesetiaan pria itu hanya pada Freya seorang, meski banyak cobaan yang menghadang.


Huft, dulu juga Dika terlihat seperti Arby, yang setia menunggu sampai bertahun-tahun, cinta masa kecil yang masih melekat. Sabar, dan tidak mau menyerah begitu saja. Tapi apa? Mereka sangat jauh berbeda. Enggak ada mirip-miripnya sama sekali. Antara langit dan selokan lumpur hitam.


Nuna jadi membandingkan sendiri nasibnya dengan sahabat-sahabatnya itu. Bagaimana Freya, Aruna, Nania bahkan Rei. Ya, memang nasib setiap orang berbeda, punya masalah masing-masing. Merasa masalahnya lebih berat daripada masalah orang lain. Nasib mereka lebih beruntung daripada nasib dirinya.


Nuna menggelengkan kepalanya, tidak mau Samapi terjebak dalam rasa iri yang akan menggerogoti hatinya. Bukannya dia juga sangat beruntung bisa memiliki mereka? Bagaimana dulu Dika yang selalu mengatakan iri padanya karena memiliki sahabat-sahabat yang setia kawan.


...🌼🌼🌼...

__ADS_1


Nuna dan yang lain memegang kartu undangan pernikahan dari teman sekolah mereka, lebih tepatnya teman SMA.


"Enggak usah datang kalau kamu enggak mau." Mereka khawatir kalau Nuna akan kembali teringat pernikahannya yang gagal.


"Datang yuk, kalau aku sengaja enggak datang, nanti dikira masih patah hati dan depresi. Lagian ini gak ada hubungannya dengan pria itu."


"Oke, hari Minggu nanti kita datang. Kita harus tampil cantik dan tunjukkan pesona kita."


"Ingat Arby, Freya."


Tibalah hari Minggu.


Nuna, Freya, Aruna, Nania dan Rei sudah tampil sangat cantik. Sedangkan para pria juga tak kalah dalam penampilan mereka.


Marva diundang karena dia senior di sekolah itu, dan berteman dengan sepupu dari mempelai laki-laki, sedangkan Agam diundang karena kakek dari mempelai perempuan adalah pasien pribadi Agam.


"Heran, ke mana-mana sama mereka lagi, mereka lagi!" keluh Nania.

__ADS_1


"Ini namanya jodoh."


"Jodoh Mbahmu!"


Mereka tiba di hotel tempat diadakannya resepsi pernikahan. Untung saja ini bukan gedung yang sama dengan pernikahan Dika. Mereka berbaur ke teman satu angkatan masing-masing. Di tim perempuan, tentu saja hanya Rei yang satu angkatan dengan Arby cs. Sedangkan Marva senior beberapa tongkat dari mereka, jadi tidak pernah bertemu selama di sekolah.


Mereka menjadi pusat perhatian, dsn pastinya akan menjadi bahan gosip.


Gosip tentang Freya dan Arby.


Gosip tentang Rei dan Marva juga Agam.


Yang teranyar tentu saja si gadis gagal menikah, Nuna.


Bahkan Mico pun menjadi pusat perhatian, tapi pria itu cuek saja. Mau bagaimana pun masa lalunya, yang penting adalah masa depannya.


Marcell dan Vian juga menarik perhatian mantan teman sekolah mereka. Ya, ini hampir seperti reuni saja. Karena selain teman-teman sekolah mereka dari berbagai angkatan, juga ada teman kerja mereka.

__ADS_1


__ADS_2