
"Memang kenyataannya begitu, kan? Anda kan tukang selingkuh, tukang kawin cerai kawin cerai. Nuna saja yang menjadi anak Anda, malu punya mama model begini."
Entah kenapa, mendengar perkataan Freya, bukannya membuat Nuna marah, tapi merasa senang. Apa karena Freya tanpa sadar sudah mewakili isi hatinya?
Nuna menahan senyumnya, dia diam saja mendengar Freya yang sekarang malah berdebat dengan mamanya, membuat para orang dewasa yang ada di sana malah pusing.
Hasil keputusan kepala sekolah, adalah skorsing.
Edwan menghela nafas saat mendengar kabar perkelahian dan skorsing anaknya. Seumur hidup, baru kali ini dia mendapat kabar ini tentang Nuna. Berkelahi dengan sahabat sendiri.
Freya, nama yang sering Edwan dengar dari Nuna.
Freya
Freya
Freya
Selalu nama itu. Bahkan dari SD, dia sering mendengar Nuna yang bercerita tentang Freya pada bi Sinta.
Nuna yang menangis meminta untuk pergi ke Jerman karena gadis itu sakit.
Nuna yang menangis meminta untuk pindah ke Jakarta karena gadis itu sekarang tinggal di sini.
Nuna yang tidak mau sekolah dan hanya mau homeschooling, karena tidak ada Freya.
Nuna yang mau mundur kelas mengikuti sahabatnya itu.
__ADS_1
Nuna yang marah pada Elvira karena cincin yang membuat Freya marah padanya.
Freya, nama yang paling dekat dengan Nuba selain bi Sinta.
Nuna diam-diam menghubungi Arby, tanpa takut akan ketahuan, menanyakan di mana keberadaan pria itu. Sudah beberapa lama ini Arby tidak sekolah, begitu juga dengan yang lainnya. Apa yang terjadi dengan Freya, membuat Nuna semakin pesimis.
"Apa aku bilang, pernikahan hanya akan membuat seseorang menderita. Lihat saja, aku bahkan harus kehilangan keponakan aku sebelum dia lahir."
Gadis itu bersungut-sungut pada Arby, membuat kepala pemuda itu rasanya mau pecah saja.
Nuna terus saja mendekati Arby, dan semakin disalahkan okeh orang-orang.
"Nikahkan saja Nuna dengan Ikmal!" ucap Freya pada yang lain. Nuna mendengkus dalam hati, dia pikir Freya akan menyuruh Arby menikah dengannya.
Nuna, tanpa tahu malu, terus merepet pada Arby. Hanya Arby dan Ikmal yang tahu bagaimana kecemasan gadis itu.
Hingga waktu berlalu.
Nuna tidak menanggapi perkataan papanya. Hubungan Nania, Freya, dan Aruna pada para pria itu semakin memburuk. Freya juga memberi tahu Nuna bagaikan kelakuan Arby di luar sana, membuat Nuna jadi tambah kesal.
"Berhentilah mempermainkan perempuan!"
"Sudah aku bilang, Nuna, aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Jasmine atau perempuan lainnya."
Sore sepulang sekolah, Nuna mendatangi kampus Arby. Dia melabrak Jasmine salah satu perempuan yang dekat dengan Arby. Mencakar, menjambak, menendang perempuan itu tanpa ampun.
Arby dsn Ikmal berusaha memisahkan Nuna dengan Jasmine.
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi barbar seperti ini, Nuna?" tanya Ikmal, tidak habis pikir.
"Itu karena perempuan ini mau merebut Arby. Tidak akan aku biarkan Arby direbut perempuan lain!"
"Jadi benar, kamu suka sama Arby?" tanya Ikmal. Dari sekian banyak pria, kenapa harus Arby yang Nuna suka. Bukan karena Ikmal cemburu, tapi apa tidak bisa pria lain?
Lalu kalau bukan Arby, siapa? Dirinya, gitu? Selama ini Nuna hanya benar-benar pernah mengobrol dengan Arby dan Ikmal saja.
"Lihat saja, kalau Arby sampai dekat dengan perempuan lain, akan aku hancurkan perempuan itu."
Ikmal menggelengkan kepalanya. Kalau sudah seperti ini, jangan salahkan Freya yang akhirnya salah paham dengan mereka.
.
.
.
.
**Buat yang belum tahu, SANGAT DISARANKAN membaca kisah ini secara berurutan:
AKIBAT PERNIKAHAN DINI
JARAK
MOTHER
__ADS_1
Baca berurut ya, karena ceritanya nyambung, jadi biar enggak bingung. Apalagi cerita tentang Freya (Akibat Pernikahan Dini dan Jarak).
Alur cerita ini memang agak lambat ya, karena diceritakan dari awal dan dia harus bertemu dengan beberapa cowok dulu sebelumnya bertemu dengan si calon suaminya itu**.