Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
36 Mungkin Iri


__ADS_3

Memikirkan kalau selama ini ternyata Steve tahu di mana mereka, bahkan sering bertemu, membuat mereka kalang kabut.


Hatinya yang kalang kabut.


Pasti bukan Nuna saja kan, yang didekati?


Mau tidak mau, mereka akhirnya ada di satu ruangan yang sama. Bukan karena mereka mau, tapi karena Chiro.


Mereka jadi berterima kasih pada si kecil Chiro. Tapi tentu saja Freya tidak akan membiarkan mereka memanfaatkan anaknya itu.


Enak saja.


"Ecan, kalau mau ketemu mommy, bilang saja. Tapi Ecan tidak perlu mengajak para uncle yang enggak penting itu, ya?"


"Oke Mommy, para uncle itu memang enggak penting dalam hubungan kita. Kecuali kalau salah satu dari mereka sudah menjadi daddy baru Ecan."

__ADS_1


Nuna dan sahabat-sahabatnya tertawa, sedangkan Freya tersenyum mengejek pada para pria itu dan mendengkus melihat para orang tua.


Belum apa-apa, Freya sudah mengambil langkah duluan.


"Nuna, apa kamu akan menikah dengan pria yang bernama Steve itu?" tanya Edwan pada akhirnya. Dia ingin tahu, siapa pria yang akan menikahi putri satu-satunya itu.


Nuna diam saja. Dia melirik sinis pada Elvira. Elvira yang dilirik seperti itu, hanya bisa menghela nafas.


Nuna kemudian melihat interaksi antara Freya dan Chiro, juga dengan Arby. Meskipun hubungan Arby dan Freya tidak baik, tapi toh mereka tetap terlihat akur saja di hadapan Chiro.


Tanpa sadar air mata Nuna menetes. Dia kembali teringat akan masa kecilnya dulu. Jangankan dipangku seperti itu oleh mamanya, atau papanya, melihat mereka akur saja tidak pernah.


Walau bagaimana pun, seburuk apa pun orang tua, mereka tetap orang tua kita yang harus ita sayangi dan patuhi.


Lagi-lagi, teori memang gampang, tapi prakteknya? Belum lagi jika harus menerima bully dari sana-sani. Tidak mati bunuh diri saja sudah bagus. Nuna terus memandang Chiro, Freya, dan Arby bergantian. Bersyukur bahwa Chiro tidak perlu mengalami nasib seperti dirinya.

__ADS_1


"Chiro, kamu beruntung memiliki kedua orang tua yang sangat menyayangi dirimu," ucap Nuna.


"Iya Aunty, Chiro beruntung. Meskipun daddy sudah nakal dan membuat mommy marah dan pergi, tapi mommy tetap sayang pada Chiro. Aunty tenang saja, nanti Chiro marahi daddy kalau nakal lagi. Aunty, nanti kalau daddy menikah lagi, dan mommy menikah lagi, Chiro jadi punya dua empat orang tua. Apa enak?"


"Menurut Chiro?"


Nuna sebenarnya mau menjawab tidak enak, tapi tidak mau mempengaruhi Chiro, dan mereka tahu itu.


Chiro juga diam saja, sambil berpikir.


"Lebih enak punya adik yang banyak," jawab Nuna dan Chiro kompak.


"Chiro sayang, pulang sama aunty saja yuk. Gemes banget aunty sama kamu."


Freya tersenyum melihat Nuna yang memeluk Chiro. Keluarga besar Ikmal diam saja. Nuna benar-benar meperlakukan mereka layaknya orang asing yang sama sekali tidak dia kenal, bahkan belum pernah dia temui.

__ADS_1


Gadis itu selalu berwajah dingin saat melihat mereka. Benar apa kata Nuna, beruntungnya Chiro yang memiliki Arby dan Freya sebagai orang tua kandungnya. Pertengkaran orang tua, jangan melibatkan seorang anak.


Kalau Chiro itu seumuran dengan Nuna dulu, pasti Nuna akan lebih iri lagi.


__ADS_2