Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
66 Pesan Freya


__ADS_3

"Nuna, berjanjilah padaku kamu akan bahagia. Jangan lagi memikirkan masa lalu. Nanti, kalau tidak ada aku di sisimu, ingatlah masih ada Ikmal. Dia yang akan menggantikan aku menjaga kamu."


Nuna mendengar perkataan Freya yang tidak dia sukai.


"Apaan sih, Freya. Kamu emangnya mau ke mana? Pokoknya ke mana pun kamu pergi, aku akan selalu ikut dengan kamu."


"Enggak bisa begitu, Nuna. Ada hal yang tidak bisa kamu jangkau hanya dengan kemauan kamu saja. Pokoknya, ingat selalu pesan aku. Kamu harus bangkit dan bahagia. Jangan pernah menoleh pada masa lalu yang menyakitkan. Aku pun seperti itu, kalau aku bisa, aku ingin melupakan semua masa lalu aku yang yang menyakitkan dan memulai hidup baru. Seperti kertas putih yang belum tersentuh oleh pena apa pun. Aku ingin semuanya kembali ke posisi awal."


"Enggak mau. Pokoknya aku akan selalu ada di sisi kamu. Kamu juga tidak boleh pergi dari diriku. Kalau kamu pergi, maka aku akan ikut!"


Freya hanya menatap dalam pada sahabatnya itu. Nuna yang ditatap seperti itu, langsung merasa tidak nyaman. Entah kenapa hatinya menjadi kacau. Seperti akan ditinggalkan oleh orang yang paling mengerti dia.


Nuna melihat Freya yang memijat pelipisnya dengan pelan. Gadis itu kembali teringat saat sekolah dulu, saat Freya menghilang begitu saja dan ternyata mengalami kecelakaan. Dia tidak mau lagi hal itu terjadi. Freya adalah adiknya, kakaknya, dan sahabat terbaiknya.


Jantung Nuna semakin berdetak kencang saat menatap wajah cantik Freya.

__ADS_1


"Jangan terlalu mengandalkan aku, nanti kamu yang akan merasakan sakit itu."


"Kamu bosan berteman dengan aku?" tanya Nuna.


"Enggak. Mana mungkin aku bosan. Kita sudah bersama sejak lama. Bahkan kita lebih dekat dari pada seorang kakak beradik kandung. Kamu lihat sendir kan, aku tidak terlalu akrab dengan Anya dan Vanya."


Nuna terdiam, benar apa yang dikatakan oleh Freya. Mereka berdua saling melengkapi, saling menyayangi dan membutuhkan.


"Nuna, kalau suatu saat nanti kamu disakiti oleh pria, jangan pernah berpikir untuk menutupi diri lagi. Aku akan selalu mendoakan kamu."


Yang Nuna sadari, beberapa hari ini Freya memang selalu merasa cemas dengan sahabat-sahabatnya. Freya yang harus dimusuhi oleh Viola karena bersahabat dengan Rei. Freya yang sibuk karena mengurus masalah Rei, dan Freya yang sering menase para sahabatnya untuk segera menikah agar dirinya tenang, padahal dia sendiri masih sendiri dan selalu diuber-uber oleh Arby.


Freya memang kayaknya ibu bagi mereka, padahal usia Freya lah yang paling muda.


"Ingat Nuna, kalau aku tidak ada, masih ada Nania, Aruna, Rei, Ikmal dan Arby!"

__ADS_1


Arby?


Ini untuk yang pertama kalinya Freya menyebut nama pria itu dalam obrolan mereka yang tidak ada hubungannya dengan Arby.


🍂🍂🍂


"Nuna, malam tahun baru nanti kamu punya rencana apa?" tanya Dika.


"Hm, biasanya sih setiap malam tahun baru, aku Danya lainnya hanya akan di apartemen, atau jalan-jalan ke taman. Tapi belum tahu kalau tahun ini, mungkin Freya akan bersama Chiro."


"Gimana kalau malam tahun baru nanti, kamu ikut bersama aku dan keluargaku ke vila, kami biasanya akan berlibur ke vila."


"Nanti aku kabari lagi, ya. Karena kami sudah terbiasa menghabiskan waktu bersama."


Memang Nuna dan sahabat-sahabatnya itu selalu melewati malam tahun baru bersama, entah di mana pun mereka berada.

__ADS_1


__ADS_2