Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
126 Apa Ini Karma


__ADS_3

Nuna berusaha menetralkan degup jantungnya, mendengar perkataan Steve itu, membuat dia gugup tapi juga ada rasa bahagia di hatinya.


Taki satu kenyataan lagi membuat dia yang tadinya ingin melayang, langsung jatuh begitu saja.


Ingat, dia sudah menikah dan punya anak, Nuna. Apa aku akan menjadi pelakor seperti mamaku? Apa ini kutukan? Apa aku akan mewarisi sikap itu? Apa ini karma?


"Apa kamu tidak merindukan aku, Nuna?" Nuna menggigit bibirnya, berusaha untuk tidak mengatakan betapa dia juga sangat merindukan pria di hadapannya ini.


Melihat Nuna yang tidak menjawab pertanyaan dia, dan hanya menggigit bibirnya saja, membuat Steve tersenyum.


Di luar sana, kedua orang itu masih memandangi mereka. Memang tidak bisa mendengar pembicaraan keduanya, tapi cukup melihat gelagatnya saja, mereka bisa mengira-ngira.


Freya mundur, dan tanpa sengaja menabrak Ikmal yang berdiri di belakangnya.


"Kamu di sini?" tanyanya pada Ikmal.


"Ayo kita makan di tempat lain saja." Freya langsung menggandeng lengan pria itu.


Keduanya tiba di tempat makan lain. Hanya warung makan biasa, yang letaknya juga masih ada di sekitar rumah sakit. Freya melihat wajah Ikmal yang terlihat sedih, begitu juga Ikmal melihat Freya yang terlihat sedih.


Mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing, tidak sadar Arby sejak tadi melihat Freya yang menggandeng lengan Ikmal, langsung cemberut.


[Lagi di mana?😤] Pesan yang Arby kirimkan untuk pria itu.


[Di warung sate, dekat rumah sakit.]


[Sama siapa?😒]


[Bebeb Freya.]


[Dia bebebku, bukan bebebmu🥺]

__ADS_1


[Buat apa kamu berduaan sama Freya di sana?]


[Pacaran dong, biar gak kegep sama suaminya😍]


[😭😭😭]


Ikmal langsung tertawa saat berbalas pesan itu pada Arby, dan belum selesai dia tertawa, langsung ada yang menarik kerah bajunya dari belakang.


Arby langsung duduk di sebelah Freya, dan memeluk perempuan itu dari samping, tidak mengingat tempat.


Pria itu bisa merasakan ada kesedihan di mata Freya dan Ikmal. Pasti enggak jauh-jauh dari Nuna, pikir pria itu.


Kembali ke Nuna


Perempuan itu harus segera kembali ke rumah sakit, tapi tubuhnya terasa berat untuk berdiri, kakinya susah untuk melangkah, dsn bibirnya kelu untuk mengatakan pada Steve.


Dia masih ingin di sini.


Dulu saja, saat bersama Dika, dia tidak seperti ini.


Kerja ya kerja, pergi ya pergi.


Apa ini yang dinamakan cinta?


Kalau ini cinta, lalu saat bersama Dika itu apa?


Apa dia sedang mencari seseorang untuk dijadikan pelarian?


Tapi kenapa Haris pada pria ini? Pria yang sudah jelas-jelas memiliki anak dan istri.


Kenapa bukan pada Ikmal, sahabatnya, misalnya.

__ADS_1


Atau teman kerjanya?


Banyak dokter yang masih lajang, dan juga tampan.


"Boleh aku meminta nomor ponsel kamu?"


"Iya." Dengan cepat Nuna menjawab pertanyaan itu, tidak menolak sedikit pun, atau setidaknya pura-pura menolak.


Apa aku terlihat sangat murahan?


Nuna tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya sendiri. Dia merasa ini bukan dirinya.


Apa dia akan mencintai pria beristri? Apa nanti kata orang-orang, terutama sahabat-sahabatnya.


Mungkin mamanya malah akan menertawakan dirinya, dan berkata, "Hebat, kamu menuruni bakat mama!"


Apa dia juga akan dicap pelakor seperti mamanya dan juga Rei?


Rei si pelakor, dan sang sahabat yang kini mengikuti jejaknya.


Tapi tidak masala, kan, kalau aku merebut Steve dari istrinya? Istrinya saja selingkuh, kok!


.


.


.


Huft🥺


Udah dua bab ya, hari ini.

__ADS_1


Yang Dia, Yang Tak Diakui juga sudah dua bab. Destination satu bab saja. Ayo baca yang lain juga🤗


__ADS_2