Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
97 Mobil Yang Penyok


__ADS_3

Suara decitan mobil membaut telinga sedikit ngilu. Tubuh mereka seolah melayang mengikuti pergerakan mobilnya yang melaju dengan kecepatan sangat tinggi, yang tentu saja membahayakan penumpang di dalamnya dan orang lain di jalanan yang dilalui.


Nuna, Nania, Arina dan Rei berpegangan pada apa saja yang bisa mereka pegang untuk meredam rasa takut, tapi percuma saja, toh mereka memang tidak akan jatuh dari mobil, hanya saja mungkin akan menabrak bahkan terbalik.


Apa ini yang namanya maut di depan mata? Mereka tidak mau lagi kembali ke rumah sakit sebagai pasien atau kerabat pasien, cukup dulu saja yang terakhir kalinya.


"Freya, pelan-pelan, jangan terbawa emosi!" ucap Nania ketakutan.


"Jangan emosi, jangan emosi! Bagaimana bisa aku tidak emosi!" ketus Freya.


Nuna diam, dia belum pernah melihat Freya semarah ini sejak dia sadar dari komanya. Nuna memberikan aba-aba kepada Rei, Nania dan Aruna untuk diam saja. Gadis itu juga meringis melihat wajah ketiganya sudah sembab dan pucat, apalagi Rei. Rei mengigit bibirnya, sudut matanya mengeluarkan air mata. Pandangan mata Rei dan Nuna bertemu, lalu Rei menundukkan wajahnya, mungkin malu ketahuan kalau dia sedang ketakutan, Nuna juga tidak mengerti.


"Ini kapan sampainya, sih? Lama banget kayaknya?" bisik Aruna di telinga Nania.


"Sialan banget ini jalanan. Kenapa di saat genting begini perasaan jalanan jauh banget!" Nania ikut-ikutan menggerutu. Rei masih diam saja, tapi dalam hatinya tak henti berdoa.


Di mobil yang cukup jauh dari mereka.


"Mak, masa kamu kalah sama Freya! Freya saja yang perempuan bisa ngebut begitu!" Arby kembali marah-marah.


"Belajar mobil di mana ya, Freya?"

__ADS_1


Ada di dalam satu mobil itu sangat sempit bagi mereka. Bayangkan saja, tujuh pria dewasa yang badannya cukup besar garis duduk berdesakkan.


Di sini yang terlihat tenang hanya Mico. Bukan berarti dia tidak khawatir dengan keselamatan para perempuan itu, tapi sebagai pengacara, dia sudah terbiasa menghadapi segala sesuatu dengan pikiran tenang dan jernih. Di dalam otaknya saat ini sudah banyak rencana yang akan dia lakukan nanti setelah mereka tiba di tempat tujuan.


"Kalian dengarkan aku baik-baik, jangan ada yang membantah!" ucap Mico pada akhirnya.


Dia mulai mengatakan beberapa hal kepada mereka, dan mereka mengangguk saja. Entah karena mengerti atau tidak fokus.


"Ngerti, enggak?"


"Iya."


"Enggak."


Ponsel Freya terus saja berbunyi. Dia lalu mematikan ponsel itu karena tidak mau diganggu. Nuna pasrah saja, jika terjadi sesuatu yang buruk padanya, mungkin Sidah takdirnya dia tidak menikah dan sesuai dengan perkataannya, bahwa dia akan melajang seumur hidup.


Mulut Freya sejak tadi komat-kamit, sama seperti yang lain. Bedanya, kalau yang lain komat-kamit karena sedang berdoa, maka Freya komat-kamit karena sedang marah.


"Ck!" ucap Freya.


Freya kembali menyalakan ponselnya, lalu menghubungi seseorang melalui sebuah pesan. Sebelah tangannya memegang setir mobil, sebelah tangannya lagi dengan gesit menulis pesan secepat mungkin. Suara dari klakson-klakson mobil saling menyahuti, menyumpah dua pengemudi yang tak tahu diri di pikiran pengemudi lainnya.

__ADS_1


Freya melirik jam dipergelangan tangannya, dan semaki menancap gas. Akhirnya mobil berbelok ke salah satu hotel bintang lima. Suara decitan mobil yang mengerem mendadak di tempat yang tidak semestinya membuat perhatian orang-orang beralih pada mereka. Mereka segera turun dengan kaki yang gemetaran dan rasa syukur, kecuali Freya tentunya.


Freya menarik tangan Nuna untuk berlari bersamanya, diikuti oleh Nania, Aruna dan Rei. Belum jauh posisi mereka, mobil Ikmal sudah menabrak mobil belakang Freya hingga sedikit penyok.


"Bego! Untung Freya Sidah tidak di dalam mobil!" maki Arby. Mereka


Mereka segera berlari mengejar kelima perempuan itu. Rei, Nuna, dan Aruna meringis melihat kejadian itu, untung saja mereka sudah tidak ada di dalam mobil itu.


Mereka segera memasuki hotel berlarian.


Dan tiba di dalam ballroom ....


.


.


.


.


Jreng jreng jreng

__ADS_1


Gantung lagi🤭🤭🤭


Ayo, kasih vote dan hadiah yang banyak, biar aku semangat up-nya.


__ADS_2