Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
79 Melamar Lagi


__ADS_3

Mendengar perkataan Nuna, mereka berpikir apa yang dikatakan olehnya memang ada benarnya juga. Radhi dan Raine bisa saling menguatkan sebagai saudara kembar. Masih banyak yang menjaga dan peduli pada mereka. Mereka tidak kekurangan kasih sayang dari siapa pun. Baik Vio maupun Rei sama-sama menyayangi mereka. Marva juga tidak pernah mengabaikan Radhi dan Raine.


Nania dan Aruana memeluk Nuna dari samping, mencoba menguatkan sahabatnya itu meski mereka tahu kalau Nuna masih saja belum bisa berdamai dengan masa lalu.


🌼🌼🌼


"Nuna, aku tahu ini Sidah sering kamu dengar. Tapi aku tidak akan pernah bisa mengatakannya padamu. Mau kah kamu menikah denganku? Mendampingi hidupku dan menjadi ibu untuk anak-anakku hingga maut memisahkan dan kembali bersama di surga-Nya?"


"Aku ...."


"Nuna, aku tahu rasa sakit itu masih ada di hatimu. Tapi ijinkan aku menjadi penyembuhnya. Izinkan aku menjadi ayah untuk anak-anakmu nanti."


"Apa keluarga kamu yakin untuk menerima aku?"


"Nuna, kamu bisa merasakan sendiri kan bagaimana mama aku yang sangat sayang padamu?"


Nuna berpikir, memang benar kalau mamanya Dika sangat dekat dengannya. Apa.kahi yang dia cari? Bukankah yang paling penting bukan hanya pasangan yang saling mencintai, tali juga mertua yang baik? Kalau keluarga Dika saja bisa menerima dia apa adanya, kenapa harus dia yang ketakutan dan pesimis?


Dika menggenggam tangan Nuna, wajah sangat berharap pada gadis cantik yang ada di hadapannya itu.

__ADS_1


"Iya, aku mau."


"Apa?"


"Aku mau, ayo kita menikah."


Pria berkacamata itu langsung tersenyum bahagia. Dia tidak bisa berkata apa-apa saking senangnya.


Akhirnya aku berhasil. Aku berhasil. Ini yang sudah lama aku tunggu-tunggu.


...🌼🌼🌼...


Kabar tentang Nuna dan Dika sudah pasti langsung didengar oleh Freya dan kawan-kawannya. Mereka saat ini berkumpul di rumah Freya. Freya sejak tadi terus saja melirik Ikmal.


"Enggak."


Arby manyun, Sidah jelas sejak tadi perempuan tersayangnya itu terus melihat Ikmal.


Jelek kaya begitu kok dilihatin terus. Mendingan lihat aku yang gantengnya kebangetan.

__ADS_1


Bukan gantengnya yang kebangetan, tapi PD-nya yang kebangetan.


Ikmal melihat waja Nuna yang terus berbinar. Pria itu menghela nafas, seperti ingin mengatakan sesuatu tapi apa?


Saat melihat Nuna yang ke dapur, Ikmal lalu mengikutinya. Hal itu juga tidak lepas dari pandangan Freya, yang juga dilihat Arby.


Jangan-jangan Freya naksir Ikmal? pikir Arby galau.


Freya yang tingkat ingin tahunya sangat besar, mengikuti diam-diam mereka berdua. Yang kalau diikuti Arby, diikuti lagi oleh Marcell dan begitu terus sampai semuanya saling membuntuti.


"Nuna, kamu yakin mau menikah dengan Dika?" tanya Ikmal.


"Yakin dong, emangnya kenapa?"


"Kamu yakin cinta sama dia? Dan doa sangat mencintai kamu?"


"Yakinlah, kalau enggak yakin mana mungkin dia melamar aku berkali-kali dan aku menerima dia. Kamu kan tahu sendiri bagaimana Dika selama ini yang selalu saja sabar menunggu aku. Bukan hanya sebulan dia bukan saja, tapi sudah beberapa tahun."


Entah mengapa hari Ikmal merasa tidak tenang dan tidak senang. Dia merasa ada yang salah dari semua ini, tapi apa?

__ADS_1


Nuna memperhatikan sikap Ikmal yang terlihat aneh. Pria itu terlihat gelisah, ingin mengatakan sesuatu tapi juga sangat ragu. Ikmal akhirnya mengatur nafasnya, siap dengan apa yang akan dia katakan.


"Nuna, jangan menikah sama Dika!"


__ADS_2