
"Widih, lihat ini siapa yang ada di sini!"
"Dia bukannya suami yang lagi viral itu?"
"Katanya keluarga berpendidikan, harus punya istri dan menantu yang sepadan."
"Keluarga berpendidikan kok kena tipu?"
"Itu namanya kadal dikadali."
"Bukan, tapi kadal dibuayai."
"Buaya dikadali, kali?"
"Mau biaya kek, mau kadal kek, sama-sama satu spesies."
Nania dan Aruna terus saja berceloteh, membuat Dika dan keluarganya malu. Rei dan Nuna diam saja, bukanya tidak berani, tapi terlalu malas dengan Dika. Nania masih sangat sakit hati, karena perkelahian itu, kepalanya sampai sakit berminggu-minggu karena jambakan yang sangat keras. Wajahnya juga perih karena cakaran Evelyn.
"Gitu tuh kalau menipu perempuan baik-baik hanya demi status, akhirnya malah mereka sendiri yang kena tipu. Ish, belum juga satu tahun nikah, dah mau jadi calon janda dan duda. Moga-moga aja enggak ada lagi perempuan yang mau sama dia. Kasihan nanti anaknya, jadi anak keluarga penipu."
"Ish, Nania, jangan bawa-bawa anak, dong. Kan orang tuanya yang salah, masa anak yang enggak tahu apa-apa malah dibawa-bawa?"
__ADS_1
"Biarin. Nuna juga enggak salah apa-apa karena orang tuanya, tapi dia yang kena batunya."
"Berarti kalau bapak ibunya tukang tipu?"
"Anaknya tukang tipu."
"Kalau bapaknya bego?"
"Anaknya ya Tolol Bin Bego."
"Cukup!" bentak Dika.
"Nuna, apa kamu tidak bisa menyuruh mereka untuk diam? Bagaimana pun juga, kita dulu ...."
"Kita dulu, kita dulu ... dulu ya dulu, sekarang ya sekarang. Nuna sudah move on, dong. Calon suaminya keren habis. Kaya, ganteng, baik, pengertian. Kamu sudah mengenal dia saaaangat lama. Namanya Steve, kamu pasti tahu, kan!"
Dika mengingat-ingat siapa itu Steve, lalu teringat kalau dulu Steve adalah nama pria yang sering disebut-sebut oleh Nania, Aruna dan Rei.
Apa itu pria yang sama, yang bertemu dengannya di restoran?
"Dikira cowok hanya kamu doang. Dih, masih banyak kali cowok di dunia ini. Baru jadi pengajar saja sudah belagu. Belagu, kena tipu pula. Tuh, sana sama cewek yang kalian sanjung-sanjung, yang katanya berasal dari keluarga terpandang dan baik-baik, yang katanya, ibu dan bapaknya orang terhormat. Orang terhormat kok punya anak kaya begitu."
__ADS_1
Dika, kedua orang tua juga adiknya sangat malu. Mereka seperti ditelanjangi di depan umum. Ingin membantah, tapi apa yang akan dibantah? Video itu sudah tersebar luas. Video yang dinyatakan asli oleh pakar telematika. Mama Dika sangat malu pada teman-teman sosialitanya. Papa Steve juga begitu, malu dengan teman-temannya, apalagi dia seorang guru besar. Sanak keluarga Dika juga harus ikut menanggung malu. Belum ada satu tahu, dia skandal sudah mereka dapatkan,bahkan ini lebih memalukan lagi.
Apa ini yang namanya karma?
Nasi sudah menjadi bubur, dulu mereka yang menghina Nuna, sekarang mereka yang terhina.
Evelyn juga sudah semakin hancur. Karirnya yang meredup, kini bisa dipastikan akan semakin tenggelam.
Dika menatap Nuna, gadis itu terlihat semakin cantik, auranya semakin terpancar. Soa terlihat lebih segar. Mata Dika terus menatap Nuna.
"Apa? Ngarep bisa balikan sama Nuna? Ya kali dia mau sama yang bekasan!"
.
.
.
.
Gimana kalau misal, Nuna balikan lagi sama Dika? Yang ada aku langsung diamuk sama kalian🤭🤣🤣🤣
__ADS_1