
Di sana, pria itu tersedak, batuk-batuk, bahkan kuping mereka merasa sangat gatal. Ikmal menghela nafas, merasa debaran jantungnya sangat kencang.
"Kalian sudah mencari tahu keberadaan Nania dan Aruna?"
"Sudah, Aruna ada di Australia."
"Nania di Korea."
"Yakin?"
"Orang tua mereka sendiri yang bilang begitu. Mereka ke sana bersama orang tua mereka."
Ikmal diam saja, dia tidak terlalu yakin. Sedangkan Arby masa bodo, mau ada di mana kek, si Nania dan Aruna itu, memangnya dia pikirin!
"Jadi, kapan kalian akan ke Jepang?"
"Tiga hari lagi."
Arby ingat, dulu Freya sangat suka dengan negara itu. Dia dan Nuna saat masih kecil ingin pergi ke Disneyland saat berumur tujuh belas tahun. Tapi jujur saja, dia juga tidak yakin kalau Freya akan ada di Jepang.
__ADS_1
"Mal, apa kita ke London saja, ya?"
"Iya, sebaiknya kita ke London saja."
"Kalian berdua ini apa-apaan, sih? Ar, mommy sudah menyiapkan semuanya loh, untuk kalian. Masa mau berubah pikiran begitu saja!"
"Marcell dan Vian saja yang ke Jepang. Aku dan Ikmal mau ke London."
"Mendingan aku ke Korea."
"Aku juga, mendingan aku ke Australia."
"Sudah, sudah! Kalian berempat tetap lanjutkan ke Jepang."
"Arby, kamu itu sudah punya Chiro, jangan plinplan, dong."
"Iya, iyaaaa. Tapi aku mau ke Singapura dulu. Kali saja Nuna mengajak Freya ke sana dulu untuk nostalgia."
Akhirnya, mereka berempat pergi ke Singapura. Arby dan Ikmal ke sekolah mereka dulu. Sidah banyak yang berubah dari sekolahan mereka itu. Arby dan Ikmal pergi ke bawah pohon, di mana dulu mereka berempat selalu duduk di bawah pohon itu sambil belajar dan makan makanan yang Freya sukai diam-diam. Freya, yang dulu selalu menjaga pola makannya karena opa dan omanya yang super protektif, selalu ngumpet-ngumpet kalau mau jajan.
__ADS_1
Ikmal dan Arby tersenyum tipis saat mengenang masa kecil mereka. Bagaimana bisa, mereka yang dulu sangat akrab, bahkan sering dianggap sebagai dua pasangan pengantin kecil, sekarang menjadi musuh bebuyutan.
Ikmal tahu, dalam hati Nuna ada perasaan kesal kepadanya, karena dia adalah keponakan dari tante Elvira. Tapi kan dia hanya keponakan, yang tidak tahu apa-apa tentang urusan para orang dewasa yang mulai menua itu. Apalagi kalau Ikmal itu menjadi anak dari tante Elvira? Habislah Ikmal.
Ikmal, Arby, dan seharusnya Freya, sangat tahu bagaimana bencinya Nuna pada kedua orang tuanya. Di sekolah inilah, Nuna kecil sering dibully, dihina, bahkan disakiti secara fisik oleh anak-anak murid lainnya.
Ikmal, Freya dan Arby yang menjadi saksi dari semua penderitaan masa kecil Nuna.
"Kamu gagal menjaganya, Ikmal."
"Kamu juga, gagal menjaganya, Arby."
Dua pria yang ditinggalkan oleh dia perempuan yang sudah mereka jaga sejak kecil.
Hanya kenangan yang tersisa. Ikmal merasa sedih, entah kenapa dia sedih.
Kembali ke sekolah ini ternyata tidak memberikan kesenangan, tapi hanya rasa sakit untuk mereka berdua. Marcell dan Vian, yang tidak tahu apa-apa, hanya menatap bingung.
"Yang patah hati itu, sebenarnya siapa, sih? Arby atau Ikmal?"
__ADS_1
"Aku rasa dua-duanya. Jangan-jangan selama ini, Ikmal suka pada Nuna, tapi tidak enak pada Arby?"
Gosip baru, awas saja kalau ada yang mendengar, apalagi Freya dan Nuna. Habislah mereka berdua!