
Tubuh Nuna menegang. Dia bisa merasakan nafas meski tidak teratur, dan detak jantung yang pelan. Gadis itu lalu mengangkat wajahnya.
Dua pandangan mata yang saling bertemu.
Nuna semakin terisak.
"Steve, terima kasih sudah kembali."
Perkataan Nuna itu membaut ya g lain terkejut. Freya Segeran menarik tubuh Nuna, agar Steve bisa segera diperiksa. Tiba-tiba saja Nuna pingsan. Untung saja ada Rei dan Ikmal di belakangnya.
...๐ผ๐ผ๐ผ...
Steve sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Ini benar-benar keajaiban. Mereka tak henti-hentinya bersyukur. Arby sangat mengerti apa yang dirasakan oleh pria keluarga itu, karena dia juga pernah ada dalam posisi mereka.
"Nuna, aku ...."
"Jangan banyak bicara. Melihat kamu sadar, itu sudah membuat aku bahagia."
Nuan berjanji dalam hatinya, tidak akan lagi berharap pria itu akan menikahinya. Seperti kata Nuna, asal pria itu sehat, itu sudah membuat dia bahagia.
Ikmal menghela nafas. Merasa iba dengan nasib sahabatnya itu, bahan sampai sekarang Nuna belum merasakan kebahagiaan. Ya memang sih, bersama sahabat-sahabatnya, Nuna merasa bahagia, tapi pasti akan berbeda jika dia telah menikah dengan orang yang tepat.
__ADS_1
Ikmal akhirnya menemui Steve.
"Apa kamu tidak mencintainya lagi?"
"Bukan begitu, aku ...."
"Kalau tentang kondisi kamu, kenapa Haris cemas? Hidup matinya seseorang, Tuhan yang menentukan. Kamu tahu, bahkan Freya sudah berkali-kali di ambang kematian."
Steve terdiam.
"Kalau memang Sidah saatnya seseorang pergi, lebih baik pergi dengan membawa kebahagiaan untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi, daripada pergi dengan penuh penyesalan dan membaut orang-orang yang kita sayangi bersedih."
"Orang tua ...."
...๐ผ๐ผ๐ผ...
"Nuna, kamu tahu kan, aku tidak mau menikah dengan kamu bukan karena aku tidak mencintai kamu lagi. Aku hanya tidak mau nanti anak kamu menjadi penyakitan seperti aku."
"Steve, apa kamu menyalahkan orang tua kamu karena keadaan kamu saat ini?"
"Tematis aja tidak. Mereka tidak salah apa-apa. Ini memang sudah takdir yang harus aku terima."
__ADS_1
"Benar. Apa kamu berpikir anak kamu nanti akan sejahat itu? Menyalahkan orang tuanya karena keadaan dia? Lagi pula, belum tentu anak kamu nanti akan menjadi anak yang lemah. Kamu terlalu mencemaskan sesuatu yang belum tentu terjadi. Ya, hampir sama seperti aku juga, sih. Melihat kedua orang tuaku, membuat aku trauma untuk menjalani hubungan serius, sampai Dika datang dan menyakinkan aku kalau semuanya akan baik-baik saja. Nyata, semua itu juga tipuan, membuat aku semakin takut saja."
Dua orang yang sama-sama merasa takut dengan masa depan, saling menasehati, tapi diri sendiri saja masih jalan di tempat.
Mereka saling menatap, menyelami hati masing-masing.
...๐ผ๐ผ๐ผ...
Kondisi Steve semakin membaik, mungkin itu juga disebabkan perusahaan keluarga angkatnya yang bisa diselamatkan berkat bantuan Arby cs. Steve merasa berhutang budi.
Keluarga Steve menyantuni anak yatim-piatu sebagai tanda syukur akan keselamatan Steve dan perusahaan. Nuna dan sahabat-sahabatnya sedang membantu keluarga Steve yang sedang sibuk. Mereka semakin akrab. Semua bisa berbaur tanpa ada kecanggungan.
.
.
.
Jarak udah lanjut lagi, ya๐ค
__ADS_1
Baca keseruan kisah para bocil mereka.
Yang belum pernah baca, yuk baca. Tapi baca dulu Akibat Pernikahan Dini, biar tahu alurnya๐