Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
129 Kalau Begitu Kita Sama


__ADS_3

"Aku tahu, mana mungkin pria terhormat dan berasal dari keluarga baik-baik seperti kamu akan terisi mencintai gadis seperti aku. Aku ini berasal dari keluarga berantakan. Mungkin kamu juga sudah mendengar dari teman-teman sekolah kita, kalau aku gagal menikah. Berita itu memang benar, calon suami aku malah menikahi perempuan lain tepat sehari sebelum seharusnya kami yang menikah. Mereka mengatakan tidak bisa menerima aku karena keluarga aku yang sangat kacau. Mamaku pelakor kelas kakap, papaku juga sudah menikah lagi dengan perempuan lain dsn sama sekali tidak mempedulikan aku, dan yang terakhir juga mendapatkan pembicaraan yang tidak menyenangkan. Jadi, pria mana yang mau menerima perempuan gagal menikah seperti aku? Keluarga mana yang mau memiliki calon menantu memalukan seperti aku?"


Steve memegang dadanya, merasa sakit saat mendengar Nuna berkata seperti itu.


"Jangan berkata seperti itu, Nuna. Kesalahan kedua orang tua kamu, bukan menjadi tanggung jawab kamu. Tidak semua pria dan keluarga juga seperti pria itu dan keluarganya. Jangan pesimis."


"Dulu pria itu juga berkata seperti itu, tapi mana nyatanya? Dia yang dulu juga selalu meyakinkan aku untuk membuka hati, dia juga yang membuatnya terluka."


Jantung Steve semakin berdetak kencang, dia dapat melihat dan merasakan kesedihan dan kehancuran di mata gadis itu. Steve tahu, kata-kata apa pun yang akan dia katakan, hanya akan dianggap sebagai penghiburan tak bermakna. Akan dianggap bualan dan tipuan saja. Yang sudah bertahun-tahun melewati saja belum tentu mudah melupakannya, apalagi yang belum terlalu lama.


Dia hanya bisa berdoa dengan tulus, semoga gadis di hadapannya ini suatu saat nanti akan bahagia, bersama dengan seorang pria, meski itu bukan dia.


Nuna benar-benar bisa mengerti jika memang Steve tidak seperti yang dulu lagi. Dan mungkin memang lebih baik begitu, tidak perlu memberikan harapan palsu. Berpura-pura sangat mencintai dan menerima apa adanya, nyatanya hanya menipu dan menertawakan dirinya saja.


"Apa pun yang aku katakan, tidak perlu kamu pikirkan. Kita bisa tetap menjadi teman." Nuna tersenyum, meski senyum itu tidak sampai ke matanya.


Ikmal menebak-nebak apa yang sedang kedua orang itu bicarakan. Asistennya sampai merasa gemas sendiri.


Dia merasa bosnya itu seperti orang yang galau. Seperti kasih tak sampai, meskipun dia juga tahu hubungan antara bosnya dengan perempuan itu hanya bersahabat saja. Bahkan mungkin seperti kakak dan adik.

__ADS_1


"Jangan lupa, kalau nanti kamu menikah, undang aku dsn yang lain. Kami akan datang."


"Nuna, apa menurut kamu, keluarga terpandang dan baik-baik, hanya untuk keluarga terpandang dan baik-baik saja?"


"Tentu saja begitu. Contohnya saja aku, aku selalu dicemooh karena latar belakang keluargaku. Aku memang berasal dari keluarga kaya, tapi sangat memalukan. Mana mungkin ada jodoh untuk aku. Tidak akan ada yang mau sama aku, begitu juga dengan keluarganya."


Steve mengepalkan tangannya, gadis itu terlalu yakin dengan pemikirannya sendiri.


Apa benar begitu?


Apa yang kaya hanya untuk yang kaya saja?


Apa yang cantik hanya untuk yang ganteng saja?


Apa yang pintar hanya untuk yang pintar saja?


"Apa kamu yakin seperti itu, Nuna? Apa kamu yakin latar belakang keluarga sangat berpengaruh?"


"Ya, tentu saja. Sangat-sangat yakin."

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan bernasib sama."


"Maksudnya?"


"Latar belakang keluargaku juga tidak seperti yang orang-orang pikir."


.


.


.


.


Penasaran gak, penasaran gak?


Klo gak penasaran gak usah aku up🤭


Like dan komen yang banyak, biar aku cemangeeeuuuddd.

__ADS_1


Pokoknya aku cuma mau bilang, baca aja cerita ini sampai tamat ya. Karena apa? Pokonya bacalah sampai tamat. Klo ada tulisan tamat, tunggu aja sampai aku lanjut lagi 🤣🤣🤣


Baca cerita yang lain juga, dong🥺


__ADS_2