Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
46 Menjenguk Freya


__ADS_3

Waktu berlalu, mereka kembali ke aktivitas masing-masing, di negara yang berbeda.


[Morning, have a nice day.]


Sekarang Nuna sering mendapatkan pesan dari Dika, pria yang dulu satu sekolah dengannya. Nuna tidak membalas pesan itu, dan bergegas pergi ke rumah sakit.


Di lain tempat, seorang pria menghela nafas. Pesannya selalu diabaikan, seolah dia tidak penting.


Tapi kan, bagi Nuna, dia memang tidak penting. Di masa lalu, mereka tidak bisa benar-benar dibilang teman. Bahkan Nuna sama sekali tidak ingat kepadanya.


Dika jadi ingat keberadaan Arby dan Ikmal di Hawaii dulu, lalu mendengkus. Kenapa kedua pria itu yang bisa dan masih dekat dengan Nuna dan Freya?


Dika mengetuk-ngetukkan ponselnya ke atas kasur, lalu pergi tidur.


Suatu saat nanti, aku pasti bisa mendapatkan kamu, Nuna.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Nuna, Aruna, Nania dan Rei langsung pergi begitu mendengar Freya yang pingsan dan masuk rumah sakit. Nuna segera menghubungi Ikmal, untuk memberi tahu kabar itu. Dia yakin, kedua pria itu pasti ingin tahu bagaimana keadaan Freya.


Ikmal yang mendapat kabar itu, langsung menghubungi Arby, walau agak susah. Ikmal menghela nafas, jarak yang begitu jauh antara mereka, pasti membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di sana.


Ingatkan aku, agar tidak mencari calon istri yang tinggal di negara yang berbeda!


Bukannya Ikmal tidak mau melakukan pengorbanan atau apa, tapi di saat genting seperti ini, pasti akan terasa sangat berat. Dia sudah tiba di perusahaan Arby, masuk ke ruang meeting tanpa permisi, dan langsung membisikkan kalimat yang membuat Arby panik, dan meninggalkan meeting begitu saja.


"Kalau ada pintu ajaib, aku akan langsung membeli barang itu!"


"Daddy kebanyakan ngayal."


Ikmal menahan tawanya, karena tidak mau membuat Arby semakin kesal. Berjam-jam lamanya, akhirnya mereka tiba di sana, di empat Freya, dan langsung pergi ke rumah sakit.

__ADS_1


☘️☘️☘️


Mereka melihat sepasang suami istri, yang terlihat tidak asing bagi Nuna, Arby dan Ikmal. Seperti pernah melihat, tapi di mana? Mereka adalah orang yang menjadi pasien Freya.


Dokter bilang, Freya hanya kelelahan dan banyak pikiran. Nuna sudah sangat takut, dia takut terjadi sesuatu yang buruk pada peri kecilnya itu.


Tentu saja kasih sayang Nuna pada Freya, melebihi kasih sayangnya kepada siapa pun, terutama kedua orang tuanya. Ikmal melihat wajah Nuna yang sudah pucat, karena kurang tidur.


"Kamu istirahat saja dulu, Nun."


Wajah Ikmal pun terlihat lelah. Mereka berdua duduk di sofa, berdesakan dengan yang lain, dan tidak lama kemudian langsung tertidur. Kepala Nuna terhuyung ke pundak Ikmal. Ikmal terbangun, dan membenarkan posisi kepala itu di pundaknya.


Nania, Aruna, dan Rei saling pandang melihat itu, sedangkan Arby biasa saja. Bahkan jika seandainya Ikmal dan Nuna bercium di hadapannya pun, dia tidak peduli, asal jangan pada Freya saja!


Ketiga perempuan itu bisik-bisik, memperkirakan apa hubungan Ikmal dan Nuna, karena mereka tahu, Nuna bukan sembarang perempuan yang mau saja tidur di dekat seorang pria.

__ADS_1


Arby juga sudah menghubungi keluarga Freya, dan dia diberi tugas untuk menjaga Freya dan selalu menginformasikan semuanya selagi mereka belum atau tidak bisa datang. Dia mengusap rambut Chiro yang tidur di pangkuannya, dan tidak lama kemudian ikut tertidur.


__ADS_2