Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
76 Janji Nuna


__ADS_3

Freya, aku berjanji, jika kamu kembali, aku akan belajar membuka hati. Aku akan memulai hidup baru dengan lebih baik. Aku akan menikah dengan pria yang tepat, dan aku akan bahagia.


Tadi malam Dika datang dan kembali melamar Nuna. Kegigihan Dika itu mengusik keteguhan hatinya. Nuna yang masih saja ragu untuk memulai hubungan serius dengan seorang, meski dia tahu selama ini Dika terus bersamanya.


Tapi melihat perjuangan Dika, dan mengingat keinginan Freya, membuat hatinya tergerak.


Freya, bukankah kamu ingin melihat sahabat-sahabatmu bahagia? Apa kamu tidak ingin menjadi saksi kebahagiaanku?


Lamunan Nuna terhenti saat mendengar pintu dibuka. Dilihatnya Chiro dan Arby yang masuk. Tangan anak itu memegang bunga yang langsung dia masukkan ke dalam vas.


Nuna keluar dari ruangan itu. Duduk di sofa dan kembali melamun. Dia membuka ponselnya, dilihatnya foto-foto dia dan para sahabatnya itu. Satu persatu mereka akan memiliki keluarga sendiri, meski tidak tahu kapan. Siapa yang sangka, persahabatan mereka sejak SMP dulu (kecuali dengan Rei) akan tetap berlangsung sampai saat ini. Tapi apakah persahabatan ini akan terus terjalin? Di saat mereka nanti menemukan pasangan masing-masing.


Ikmal yang juga ada di ruangan itu, melihat kesedihan di wajah Nuna. Pria itu menghela nafas. Ingin sekali Ikmal merengkuh gadis itu dalam dekapannya. Dia sudah tidak pernah lagi melihat Nuna yang tertawa lepas sejak Freya kecelakaan.


Perlahan, Ikmal mendekati Nuna, dan membawa kepala gadis itu dalam pelukannya, dan di saat yang bersamaan, Dika masuk dan melihat itu. Rasa cemburu membuat tangan Dika terkepal.


"Dika datang, Nuna," ucap Ikmal.

__ADS_1


"Duduk, Dik."


Ikmal tidak keluar dari ruangan itu untuk memberikan mereka ruang dan waktu. Karena menurut Dika, kenapa Haris dia yang keluar? Meski dia bisa melihat kecemburuan di wajah pria itu. Tapi lagi-lagi Ikmal berpikir, kalau dia dan Nuna hanya bersahabat. Kalau mau bersama Nuna, berarti harus bisa menerima lingkungan Nuna.


Selain bisa menerima sahabat-sahabat Nuna yang perempuan, juga harus bisa menerima Ikmal, Arby, Marcel, Vian, Mico, Marva bahkan kini Agam. Sebab mereka akan selalu ada di sekitar Nuna, karena memang siklus pergaulan mereka yang seperti itu, Sidah untuk dilepas.


Dalam hati Dika merasa kesal. Tidakkah Ikmal mengerti dan peka? Masalahnya, Ikmal kan memang bukan pria yang seperti itu. Hanya Ikmal dan Mico yang tidak pernah ribet soal perempuan. Masih mending yang Dika hadapi ini Ikmal, jika itu Mico, maka sudah bisa dipastikan Dika akan mengalami banyak kesulitan.


Ikmal tahu Dika sering meliriknya, berharap kalau Ikmal akan keluar. Satu persatu yang lainnya datang, mengistirahatkan tubuh mereka di sofa. Tempat ini sudah seperti tempat peristirahatan mereka saja.


Tiba-tiba ingatan Nuna kembali saat Freya melahirkan Chiro dulu. Saat pertama kali mereka mendengar suara tangis bayi dan saling merangkul, melupakan sejenak konflik remaja saat saat itu. Bahkan mereka saling merangkul dan berpelukan menyambut kehadiran baby Chiro. Melonjak kegirangan dan berebut untuk menggendong bayi mungil itu.


"Anjirrr, gendong anak di usia semuda ini bikin aku merasa jadi hot daddy!" ucap Marcell sang playboy tengil.


"Ish, aku jadi pengen punya anak selucu ini," ucap Ikmal dan Nuna bersamaan saat itu.


Tanpa sadar Nuna tersenyum dan tertawa pelan mengingat momen bahagia itu. Saat itu mereka semua merasakan kebahagiaan yang sama. Tawa pelan Nuna itu menarik perhatian orang-orang yang ada di dalam ruangan itu, termasuk Dika.

__ADS_1


"Kenapa, Nuna?" tanya Aruna.


"Aku janji, kalau Freya sadar, aku akan membuka hatiku dan menikah!"


Janji Nuna itu membuat mereka tertegun tanpa terkecuali. Apa benar yang mereka dengar?


Pintu khusus ruangan Freya terbuka dengan kasar.


"Freya sadar!" teriak Arby!


.


.


.


Like dan vote dong, gift juga ya biar aku semangat. Nonton iklan yang di gift ya😀

__ADS_1


__ADS_2