
Mendengar perkataan itu, kembali terjadi keributan.
Ya Allah, hamba berdoa semoga mereka berdelapan berjodoh. Aamiin ....
Karena sudah pusing dengan mereka, akhirnya mereka dihukum untuk membersihkan lapangan bersama-sama.
Bukannya membersihkan lapangan, mereka malah duduk-duduk di bawah pohon. Tim cewek di bawah pohon mangga, sedangkan tim cowok di bawa pohon jambu.
Arby dan Ikmal kembali memperhatikan Nuna dan Freya, merasa kalau sekarang Freya sudah berubah, tidak seperti dulu lagi sebelum terjadi kecelakaan.
Duduk di bawah pohon seperti ini, membuat Nuna, Arby dan Ikmal teringat saat mereka masih SD dulu bersama Freya. Di mana mereka suka membaca buku sambil makan di bawah pohon.
Freya tidur-tiduran di atas paha Nuna, terlihat sangat mengantuk.
"Kamu ngantuk banget Freya, habis ngapain sih tadi malam?"
"Sebelum sekolah aku membuat banyak kue buat jualan."
__ADS_1
"Kalau uang jajan kamu kurang, kamu minta saja pada kami, Freya."
"Enggak. Aku bisa dapat yang jajan dari jualan kue."
Tidak lama kemudian Freya tertidur. Melihat Freya yang tidur, membuat Nuna, Nania dan Aruna juga ikut tidur.
"Enak banget mereka, malah tidur."
Namun para tim cowok itu pun akhirnya tidur juga, karena hembusan angin membuat mereka juga mengantuk.
Merasa sudah cukup lama memberikan hukuman, guru langsung ke tempat mereka untuk melihat hasil kerja mereka.
"Kalian ini ya, bukannya membersihkan lapangan, malah enak-anakan tidur di bawah pohon!"
"Kalau tidur di atas pohon, takut jatuh, Pak," sahut Nania.
Seorang murid laki-laki sejak tadi tersenyum melihat keempat gadis tersebut, dia adalah Enrick, yang ingin mengajak Nuna berkenalan. Ikmal melihat ke arah Enrick, memperhatikan ke mana mata arah pria itu. Di belakang Enrick, ada beberapa pria lagi.
__ADS_1
"Sana, kembali ke kelas kalian. Ingat, jangan bertengkar lagi. Cowok kok bertengkar dengan perempuan!"
Para cewek itu berjalan di depan para cowok. Nania tiba-tiba saja berhenti dan membuat Freya ikut berhenti, membuat Arby menabrak Freya, dan gadis itu hampir saja terjatuh.
"Ada apaan, sih?"
"Itu cowok-cowok buat apa lihatin kita?"
Enrick dan teman-temannya mendekati Nuna.
"Hai, aku Enrick, Nuna, boleh minta nomor ponsel kamu, enggak?"
"Cieee, Nuna! Ada yang ngajak kenalan. Ganteng, Nun!" Enrick langsung tersenyum saat Nania mengatakan dirinya ganteng. Wajah Nuna langsung memerah. Karena terus didesak oleh sahabat-sahabatnya, lebih tepatnya oleh Nania, akhirnya Nuna berkenalan dengan Enrick, tapi tidak memberikan nomor ponselnya.
☘️☘️☘️
Sekarang Nuna sudah kelas tiga, dan para cowok yang menjadi musuh mereka itu tentu saja sudah lulus dan sekarang sudah SMA. Dengan tidak adanya Arby dan sahabat-sahabatnya, semakin banyak saja murid laki-laki yang mendekati mereka. Meskipun tim Nania dan tim Marcell itu sering bertengkar, tapi bagia sebagian besar murid, mereka terlihat menyukai cewek-cewek itu, membuat yang lain segan untuk mendekati mereka. Ada saja yang memberikan para cewek itu coklat, kue, dan hadiah kecil lainnya. Orangnya ditolak, tapi hadiahnya tentu saja diterima.
__ADS_1
"Setidaknya kita masih menghargai mereka," ucap Nania dengan santainya. Dia mengumpulkan coklat yang mereka terima. Sahabatnya hanya menggelengkan kepala, tidak heran dengan sifat Nania yang sedikit centil dan yang paling heboh kalau melihat cowok ganteng.