Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
117 Bertemu Lagi


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian


Mereka saat ini sedang makan malam bersama untuk merayakan kesuksesan Vian dalam bisnis barunya. Vian sejak tadi terus melirik Aruna, berharap gadis itu merasa bangga padanya, tapi nyatanya gadis itu biasa-biasa saja.


"Padahal sudah aku traktir loh, tapi dia tetap cuek."


plok


"Aw!"


"Kalau enggak ikhlas enggak usah ajak makan!" ucap Nania dengan ketus karena mendengar perkataan Vian.


"Hehehe, kenapa kuping kamu tajam begitu, Nania? Pasti senang dengar gosip, kan?"


"Bukan kuping aku yang tajam, tapi kami semua juga dengar." Vian melihat para perempuan itu yang menatapnya sinis. Sedangkan para pria mendelik kesal, menjaga mood cewek-cewek itu sangat penting, terutama untuk kesejahteraan Arjun, anak emas Arby.


Mata Mico lalu menangkap sosok yang membuat dia langsung melambaikan tangannya.


"Yuta!"


Seseorang yang mendengar namanya dipanggil, langsung menoleh. Dia begitu terkejut melihat siapa yang ada di sana. Dengan langkah cepat dia menghabiskan mereka.


Begitu juga dengan Nuna dan yang lain, mereka kaget melihat keberadaan Yuta.


"Nuna?"


Yang pertama kali disapa oleh Yuta adalah Nuna. Yuta memandang Nuna dengan pandangan sendu.


"Ck, waktu itu ketemu sama teman-teman sekolah Steve, sekarang malah bertemu dengan teman kuliahnya."

__ADS_1


Benar, Yuta adalah teman kuliah Steve, jadi dia juga mengenal Arby, Ikmal, Vian dan Marcell. Yuta juga dulu suka ikut menemani Steve mengunjungi Nuna saat kuburan semester, jadi dia juga mengenal Nuna, Freya, Nania, Aruna dan Rei.


"Bagaimana kabar kamu, Nuna?"


"Ck, Nuna mulu yang ditanya. Seharusnya kami yang bertanya, ke mana itu si Steven? Kabur kok enggak bilang-bilang!"


"Yang namanya kabur, ya enggak bilang-bilang lah, Naniaaa!"


Marcell mencubit gemas pipi gadis itu. Dasar, ngambil kesempatan, sekaligus secara tidak langsung ingin mengatakan pada Yuta kalau Nania itu miliknya, meski sampai sekarang masih selalu ditolak.


Tapi yang lain sepertinya tidak perlu cemas. Perhatian Yuta saat ini hanya tertuju pada Nuna seorang.


Saingan baru datang lagi, pikir Arby dalam hatinya sambil melirik Ikmal.


"Eh, lihat siapa yang datang!" ucap Aruna heboh.


Mereka langsung melihat ke arah pintu masuk.


Tapi yang paling menarik bagi Freya cs, adalah tatapan Yuta yang seolah juga memiliki dendam pribadi pada kedua orang itu.


Apa jangan-jangan si Evelyn itu mantannya Yuta?


Mico tersenyum penuh misteri kepada Dika dan Evelyn. Rupanya kini keduanya sudah bebas dari penjara.


"Ingat, jaga sikap kalian. Kalau pun Haris terjadi keributan lagi, biarkan mereka yang lebih dulu memulainya!" ucap Mico memperingatkan.


"Tapi mereka pasti lebih berhati-hati sekarang. Masa baru bebas sudah masuk lagi, kan malu!" Agam melihat keduanya yang seperti menahan emosi melihat ke arah mereka. Mereka yang salah, kok mereka yang dendam.


"Sudahlah, abaikan saja mereka. Aku juga sudah tidak peduli lagi dengan dia. Jadi tidak perlu membuang-buang waktu kalian. Jangan sampai Freya kenapa-kenapa lagi."

__ADS_1


Freya menyeruput minumannya dengan kasar. Jiwa antagonisnya bangkit, rasanya masih ada yang kurang kalau belum membuat keduanya menyesal seumur hidup. Ya setidaknya ada yang harus mereka kenang sepanjang masa, lah!


Freya lalu cekikikan sendiri, membuat mereka mengalihkan perhatian mereka.


"Jangan macam-macam ya, Yang."


.


.


.


Gak mood aku tuh. Kenapa view-nya dikit banget 🥺


Kira-kira siapa jodohnya Nuna?


Sebut satu nama selain Ikmal🤣


Steve?


Yuta?


Dandi?


Marcell?


Vian?


Mico?

__ADS_1


Agam?


Apa balik lagi ke Dika?


__ADS_2