
Hampir setiap hari Dika mengunjungi Nuna di rumah sakit. Meskipun tidak selalu bertemu, karena Nuna yang sibuk dengan pasien-pasiennya.
Mereka juga kadang makan malam bersama. Bagi Freya, Nania, Aruna dan Rei, ini bagus untuk Nuna. Siapa tahu saja, Rei bisa membuka hatinya, kan.
Kedekatan Nuna dengan Dika, sudah pasti didengar oleh kedua orang tua Nuna, yang disebarkan oleh pihak cowok yang suka menggosip itu.
Mereka adalah jembatan bagi papa Nuna untuk mengetahui apa yang terjadi dengan anaknya itu. Edwan menghela nafas, lalu segera menuju rumah sakit untuk bertemu dengan Nuna.
Dia melihat Nuna yang menuju kafe, karena sekarang adalah jam istirahat.
"Nuna," sapa Edwan.
Nuna melihat Edwan, lalu melihat kiri kanan. Mereka juga melihat Edwan. Nuna menghela nafas, lalu segera berdiri. Sikapnya seolah dia sangat takut bercampur malu dengan kehadiran Edwan. Takut kalau orang-orang tahu bahwa pria itu adalah papanya.
"Ada apa?"
"Papa mau bicara sama kamu."
"Jangan di sini."
Nuna bicara sangat pelan. Edwan menghela nafas melihat sikap Nuna yang seperti itu. Mereka akhirnya bicara di tempat yang sepi.
__ADS_1
"Apa? Jangan Lama-lama, aku sibuk."
"Papa mau kamu pulang ke rumah, tinggallah di sana." Nuna langsung mendengus mendengar kemauan pria yang sayangnya adalah papanya.
"Kenapa aku harus pulang dan tinggal di sana?"
"Karena itu rumah kamu. Ada orang tua kamu di sana."
"Kalian saja, dulu jarang pulang. Satu bulan sekali pun, belum tentu. Padahal ada anak kecil di sana." Jantung Edwan bergetar mendengar semua itu.
"Apa kamu sekarang ingin membalas papa?"
"Oya, minggu depan ada acara keluarga bersama keluarga tante Elvira. Kamu harus datang."
"Kamu akan datang. Ikmal dan Arby yang akan menjemput kamu."
"Aku tidak akan datang. Dan tidak seorang pun yang bisa memaksa aku."
"Kamu akan datang." Edwan lalu pergi, meninggalkan Nuna yang tangannya terkepal.
...💦 💦 💦...
__ADS_1
Tibalah hari itu, hari di mana acara keluarga itu akan diadakan.
Arby dan Ikmal menjemput Nuna. Bukan menjemput langsung di apartemen, tapi di depan halte yang tidak jauh dari gedung apartemen.
Bukan hanya Nuna yang tidak mau sahabat-sahabatnya tahu dia pergi bersama Ikmal dan Arby dan ke mana, tapi Arby juga tidak mau Freya tahu kalau dia jalan bersama Nuna, meski tidak hanya berdua saja.
Dia tidak mau Freya terbakar cemburu. Padahal boro-boro cemburu, peduli pada Arby saja tidak!
Mobil Arby berhenti tepat di depan Nuna, dan Nuna secepat mungkin masuk ke dalam mobil.
Tidak ada yang tahu, kalau Freya melihat itu. Freya sangat hapal kalau itu mobil Arby. Freya terus saja berdiri di sana, sampai mobil itu menjauh dan tidak terlihat lagi.
Mereka tiba di sana. Kehadiran mereka bertiga langsung mengalihkan perhatian yang lain. Mereka melihat Nuna yang datang hanya dengan menggunakan kaos oblong dan celana panjang sobek-sobek.
"Enggak perlu basa-basi. Apa yang mau disampaikan?"
"Papa dan tante Elvira akan menikah."
"Jadi kalian belum menikah?"
Nuna cukup terkejut mendengar kalau mereka belum menikah. Dia pikir papanya langsung menikahi Elvira setelah dia pergi ke Inggris dan telah memiliki anak. Nuna diam cukup lama, sibuk dengan pikirannya sendiri.
__ADS_1