Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
41 Damian


__ADS_3

Nuna saat ini mendapatkan tugas di rumah sakit yang lain. Begitu juga dengan yang lainnya, mereka ditugaskan di tempat yang berbeda-beda.


Chiro menangis dalam pelukan Arby, karena Freya pergi tanpa sempat berpamitan langsung padanya.


"Aku hari ini juga akan kembali ke Jakarta, Nun," ucap Ikmal.


Mereka seperti kembali berpisah jalan, tidak tahu kapan akan bertemu kembali.


"Jaga diri kamu baik-baik, ya. Jangan lupa kabari aku kalau ada apa-apa."


Marcell, Vian dan Marva melirik Ikmal. Berpikir apa Ikmal dan Nuna punya hubungan khusus?


🍁🍁🍁


Sudah satu minggu Nuna bekerja di sini. Dia merindukan sahabat-sahabatnya. Aneh, baru berpisah beberapa hari saja, dia sudah merindukan mereka. Tapi dia sama sekali tidak merindukan kedua orang tuanya sama sekali. Mengingat kedua orang tuanya, membuat hati Nuna kembali sakit.


Dia berpikir bagaimana kalau kedua orang tuanya kembali bersama? Tapi rasanya tidak mungkin, mereka sudah memiliki pasangan masing-masing.


"Melamun saja, Dok?"

__ADS_1


Seorang pria duduk di sebelah Nuna. Dia adalah ayah dari salah satu pasien yang dirawat oleh Nuna. Nuna merasa kasihan dengan keadaan anak itu. Mamanya meninggal saat dia dilahirkan. Sekarang umur anak itu tujuh tahun, dan ayahnya belum menikah lagi.


Melihat interaksi ayah dan anak itu, membuat Nuna juga merasa iri. Bagaimana sang ayah yang tanpa lelah mau mengurus anaknya di rumah sakit, menyuapinya, dan selalu menemani tidurnya.


Dulu, saat dia di rawat di rumah sakit, hanya ada bi Sinta. Orang tuanya yang sibuk atau sok sibuk itu, tidak pernah datang satu kali pun.


Nuna selalu berpikir, hal apa yang bisa membuat dia menyayangi mereka?


Tidak ada!


Terus berpikir dan mencari, tapi tetap saja jawabannya tidak ada.


Jadi, jangan anggap aku anak durhaka, jika kalian saja sebagai orang tua selalu menyakiti hatiku sangat dalam.


Pria itu terus memandang wajah Nuna. Dokter kalem yang disukai oleh para pasien anak-anak. Belum memiliki anak, tapi terlihat keibuan.


"Maaf, apa Dokter sudah menikah?"


"Belum, saya masih fokus dengan pekerjaan, dan memang belum berpikir untuk menikah juga."

__ADS_1


Tidak mungkin kan, Nuna mengatakan pada orang asing ini, kalau dia tidak ingin menikah seumur hidupnya.


"Anda, kenapa belum menikah kembali, Tuan? Saya rasa Daniel membutuhkan sosok seorang ibu."


"Maaf kalau saya lancang," sambung Nuna cepat-cepat. Dia sendiri juga tidak tahu kenapa bertanya seperti ini pada Damian, ayah Daniel.


"Saya terlalu mencintai mamanya Daniel. Dan saya tidak mau nanti Daniel bersedih karena posisi mamanya digantikan."


Jantung Nuna langsung berdebar. Bukan karena jatuh cinta. Entah apa yang dikatakan Damian itu benar atau tidak, tapi Nuna merasa terharu.


Nuna kembali membandingkan kedua orang tuanya.


Belum lama berpisah, mamanya sudah menikah kembali. Papanya juga bersikeras menikah dengan Elvira, meski Nuna dengan terang-terangan menentangnya.


Tidak ada yang memikirkannya sebagai seorang anak.


Kenapa aku harus memiliki orang tua yang seperti itu?


Nuna jadi merasa menjadi anak yang paling menderita sedunia. Hidupnya lebih menderita dari pada anak yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan.

__ADS_1


Setidaknya di panti asuhan, dia akan memiliki banyak teman yang bisa berbagi suka dan duka, yang tidak akan saling mengejek.


__ADS_2