Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
28 Heun Dan Steve


__ADS_3

"Bisakah kita menjalin hubungan?" tanya seorang pria berwajah Asia, namanya Heun, keturunan Korea. Dia adalah senior mereka di kampus.


Nuna diam saja, ingin langsung menolak, tapi bingung juga bagaimana mengatakannya.


"Aku ...."


"Ayo kita jalani dulu. Beri aku waktu dan kesempatan untuk menunjukkan padamu kalau aku benar menyukai dirimu."


Di belakang mereka, ada yang terkikik geli. Dia adalah Zilda, sedangkan yang lain diam saja, tapi diam-diam ikut mendengarkan.


"Apa Monic akan menerimanya?" tanya Rei.


"Tidak!" jawab Naya cepat.


Mereka berlima ini, setiap ada yang mendekati yang lainnya, langsung menjadi pagar berduri yang akan menghalau agar pria itu tidak bersikap seenaknya.


Mereka punya kriteria khusus siapa yang pantas untuk menjadi pendamping mereka.


Tapi satu kesamaannya, yaitu harus setia.


Mereka asik saja mengobrol, tanpa sadar Monic sudah ikut bergabung dengan mereka.


"Ciee, yang sudah punya pacar. Malam Minggu enggak sendiri lagi."

__ADS_1


"Apaan, sih!"


"Sudah dua tahun kita di sini, masa kita masih menjomblo."


Ya, sudah dia tahun sejak kepergian mereka. Banyak pria yang akhirnya menyerah, tak lagi ingin mengejar mereka. Kebanyakan dari mereka itu tidak sabaran.


Di lain tempat


"Hai, kalian di sini?" ucap salah satu perempuan. Dia adalah Siska, teman SMA mereka.


Siska melihat Arby yang menggendong Chiro yang menangis.


"Ini anak siapa?" Siska melihat wajah Chiro yang mirip Arby, lalu teringat akan gosip masa lalu yang mengatakan Arby itu playboy dan sempat menghamili seorang perempuan.


"Sayang, kenapa menangis?" Siska menyentuh Chiro, dan langsung ditepis oleh Arby.


"Dia bukan sayangmu!" ucap Arby ketus.


"Sana pergi, mengganggu saja!"


Ya, sekarang Arby jadi lebih galak. Siska yang merasa tersinggung, langsung pergi. Ikmal mengambil alih Chiro dari gendongan Arby.


Pria itu terlihat kebapakan saat menggendong Chiro. Salah satu orang yang ada di tempat makan itu, baru saja datang dan melihat Ikmal yang menggendong Chiro.

__ADS_1


Jepret


Orang itu langsung memfoto Ikmal, dan mempostingnya di sosial media.


Langsung saja sosial media heboh.


Steve yang ikut melihat sosial media itu, tidak banyak komentar.


Terserah lah itu anak siapa, yang penting Nuna belum menikah.


Steve sering bolak-balik Inggris-Jepang. Dan saat ini dia sedang berada di Inggris. Setiap kali datang dari Jepang, dia selalu membawa oleh-oleh untuk mereka.


Steve tidak pernah membicarakan para pria itu pada mereka, sedikit pun.


Heun mendekati Monic dan Steve. Kedua pria itu langsung merasa tersaingi satu sama lain. Mereka sama-sama berusaha mendekati dan mencari perhatian Monic. Ingin rasanya dia pergi, dan tidak melihat senyum meledek dari Zilda, yang katanya, "Monic lagi laris manis." Memangnya dia apaan?


Naya melihat itu tapi diam saja. Yang ada dalam pikirannya, entah kenapa, malah Ikmal. Dia dulu, pernah beberapa kali melihat Ikmal yang mengantar Monic, tapi Freya pura-pura tidak tahu.


Naya ingin melihat, sampai sejauh mana dan sebaik apa para pria itu mendekati sahabatnya, awas saja kalau mereka sampai menyakiti Monic.


Meskipun hubungan dia dan Monic sempat renggang karena Arby, tapi persahabatan mereka tidak bisa pupus begitu saja. Dalam hati Naya berjanji, akan menjaga Monic dari para pria yang menyakiti hatinya.


"Kalau kamu, siapa yang kamu pilih, Naya?"

__ADS_1


"Secara logika, aku akan memilih siapa yang paling pintar di antara mereka."


__ADS_2