
"Itu bukannya Yuta?"
Nuna langsung menoleh setelah Aruna menyebut nama Yuta. Entah kenapa kaki Nuna malah melangkah mengikuti Yuta. Yuta masuk ke dalam salah satu ruang perawatan VIP. Pintu tidak ditutup dengan rapat, Nuna bisa mendengarkan percakapan orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Bagaimana keadaan kamu?"
"Setiap hari kamu selalu bertanya seperti itu. Aku baik-baik saja."
"Nuna ...."
"Kenapa sih, kamu menyebut nama dia terus?"
"Apa kamu tidak mau menemui dia dan menjelaskan semuanya?"
"Enggak, enggak ada gunanya."
"Ck, kamu ini memang benar-benar keras kepala."
"Dsn kamu benar-benar bawel!"
Mereka yang ada di luar saling lirik. Pria yang ada di dalam sana adalah Yuta dan Steve. Freya yang tidak mengingat wajah Steve, tapi bisa langsung paham siapa dia.
Nuna menunduk, sedih. Pria yang dulu selalu membuatnya tertawa, selalu menemani liburan semesternya, yang mengajak dia menikah bahkan di saat mereka masih kuliah, kini tidak mau menemui dirinya lagi.
Apa salahnya?
Apa penyebabnya?
__ADS_1
Apa karena alasan yang sama yang diberikan oleh Dika dan keluarganya?
Apa karena dia anak seorang pelakor?
Apa karena dia anak broken home?
Apa karena kedua orang tuanya selalu terlibat skandal yang memalukan?
Nania dan Aruna memegang masing-masing tangan Nuna. Freya melihat ke dalam dengan tatapan tajam.
Seorang anak kecil tiba-tiba saja menabrak mereka, membuat mereka terhuyung, karena posisi berdiri mereka yang tidak tepat, yang sedang mengintip. Untung saja ada Agam dan Marcell, yang langsung memegang tangan perempuan-perempuan itu.
Pintu dibuka dengan lebar.
"Ayahhh!" teriak anak itu berlari menuju Steve, dan memeluk tubuh yang sedang berbaring di atas brankar itu.
"Maafin anak saya, Ya. Dia sudah tidak sabar lagi bertemu dengan ayahnya," ucap seorang perempuan cantik, yang kemudian masuk ke dalam.
Mata Steve beradu pandang dengan mata Nuna. Nuna menatap dalam mata itu, seolah bertanya apa salahnya. Tidak bisakah mereka tetap bertemu meski hanya sebagai teman saja?
Sikapnya yang tidak ingin bertemu dengan Nuna dan terlihat sangat kesal saat Yuta menyebut namanya, benar-benar membuat Nuna terluka.
Sekali lagi, Nuna dibuat kecewa oleh pria yang dulu pernah mengatakan mencintai dirinya, dan ingin menikahi dia secepat mungkin.
Dika dan Steve ....
Dua pria yang berbeda, namun menorehkan luka yang dalam di hati rapuhnya.
__ADS_1
Luka yang sebelumnya belum kering, kini semakin menganga lebar. Membuat semakin dalam dan lebih perih.
Dua pria itu seolah menegaskan pada Nuna, kalau dia memang tidak layak dicintai.
Nuna ingin berteriak, memaki, bahkan menampar, tapi kakinya tetap berdiri di tempat. Jiwanya seolah telah terbang meninggalkan raga itu. Raga yang lebih baik dibiarkan sakit, tapi jangan hatinya.
Kenapa hatinya yang selalu diserang, kenapa kekurangannya yang selalu dipermasalahkan?
Sesempurna apa hidup mereka? Hingga dengan teganya menjadikan dia permainan.
"Nuna?" ucap Steve.
Yuta, dan perempuan cantik itu menoleh. Melihat kumpulan orang-orang yang melihat Steve dengan tatapan benci dan penuh permusuhan.
Nuna masih diam, membisu, dan berharap kenapa dia juga tidak mendadak buta saja saat ini. Tidak perlu melihat semua ini dengan mata kepalanya sendiri.
Tidak perlu bertanya kenapa, karena jawabnya sudah pasti, dan mendengar itu hanya akan menambah satu prestasi hitam dalam hidupnya ....
Dicampakkan, bahkan sebelum menjalani hubungan serius ....
.
.
.
.
__ADS_1
Yang punya vote, kirim ke sini yaðŸ¤
Jangan lupa like, komen, hadiah, nonton iklannya yang ada di gift juga 🤗