
"Steve!" teriak Nuna. Dia terbangun dari tidurnya. Nuna yang kelelahan, ketiduran di ruang prakteknya setelah selesai memeriksa seluruh pasien hari ini. Tanpa pikir panjang, gadis itu segera menuju ke ruangan ICU tempat Steve dirawat.
Dokter sedang menangani Steve yang kondisinya semakin drop. Detak jantungnya semakin melemah.
"Nuna."
"Apa ... apa yang terjadi? Kenapa semuanya berkumpul di sini?"
__ADS_1
"Steve ...."
"Kenapa dengan Steve?" Nuna tiba-tiba saja teringat dengan mimpinya. Mimpi Steve melambaikan tangan kepadanya. Di dalam mimpi itu, Steve terlihat sangat tampan. Nuna bahkan masih ingat bagaimana wajah Steve dalam mimpi itu, seolah semuanya sangat nyata.
"Steve," gumam Nuna lirih. Dia merasa jantungnya yang akan dikeluarkan begitu saja. Kalau saja dia bisa membagi jantungnya untuk pria itu, maka akan dia lakukan.
Nuna memegang dadanya.
__ADS_1
Benar, Steve lebih berhak bertahan di dunia ini daripada dirinya. Ada keluarga yang masih membutuhkan dirinya. Lihat saja bagaimana hancurnya keluarga ini saat Steve masih ada di dalam.
Steve, jika aku bisa memberikan jantung ini padamu, maka akan aku berikan sekarang juga. Aku mohon, bertahanlah. Jika kamu tidak mau bertahan demi aku, setidaknya bertahanlah untuk keluarga kamu. Apa kamu bisa mendengar suara hatiku, Steve?
Jantung, hati, ginjal, mata, atau apa pun itu, akan aku berikan. Bertahanlah, dan biarkan aku selalu menjadi bagian dari dirimu. Bisakah kita merasakan detak yang sama? Selama ini aku selalu mendapatkan kebaikan dari sahabat-sahabatku, maka biarkan kali ini saja, aku memberikan apa yang bisa aku berikan padamu, Steve. Bukan hanya jantung, bahkan kini aku sadar, bahwa hatiku telah lama terpaut untukmu. Mungkin Tuhan mengirimkan Dika padaku, bukan untuk membuatku merasa sangat menderita, tapi agar aku bisa menyadari, bahwa memang kamu yang aku butuhkan.
Ikmal sudah terlalu lama menjagaku. Begitu juga dengan Freya dan Arby. Sudah saatnya aku mengurangi beban mereka. Steve, meski kata cinta itu tak lagi ada untukku, tak apa. Biarkan aku yang pergi, asal jangan kamu yang pergi meninggalkanku. Terima kasih atas waktu yang telah kamu habiskan untuk aku dulu. Membuat aku tahu bagaimana rasanya itu merindu. Membuat aku tahu bagaimana rasanya berdebar dan memiliki harapan.
__ADS_1
*Sadarlah, Steve. Ayo buka matamu. Biarkan aku merasakan lagi detak jantungmu. Akan aku berikan ini untukmu. Apa ini juga tak berarti untukmu? Lalu, aku harus bagaimana? Steve Steve Steve, apa kamu tidak mendengar aku memanggilmu? tolong jangan pergi, jangan tinggalkan aku dalam kesakitan ini. Kesakitan yang aku tidak tahu bagaimana cara untuk menyembuhkannya, karena aku sadar, rasa sakit ini lebih besar daripada apa pun.
Steve, biarkan aku menjadi seseorang yang bisa kamu kenang seumur hidup. Biarkan aku yang mengukir kisah cintaku dengan cara yang membuatku merasa sangat berharga di dunia ini. Biarkan aku tetap menjadi orang yang pernah berarti dalam hidupmu, dengan caraku sendiri* ....