Jodoh Untuknya

Jodoh Untuknya
144 Carilah Kebahagiaan Kamu Sendiri


__ADS_3

Dokter akhirnya keluar juga dari ruang UGD.


"Bagaimana, Dok?"


Dokter itu menghela nafas berat. Nuna dan yang lain, yang sudah sangat paham dengan gelagat seperti itu, tahu kalau hal yang akan disampaikan bukan hal yang baik.


"Keadaannya sangat kritis. Kita hanya bisa berdoa semoga saja ada keajaiban. Kami akan segera memindahkannya ke ruang ICU."


Mama Steve menangis mendengar perkataan dokter. Begitu juga dengan Nuna, gadis itu menangis meski tanpa suara. Ikmal menghela nafas berat. Keadaan seperti ini yang selalu membuat dia segan untuk mencintai seseorang.


Lihat saja bagaimana Arby yang selalu terpuruk saat Freya selalu masuk rumah sakit dalam keadaan kritis.


Sekarang Nuna. Meski hubungan Nuna dan Steve masih abu-abu, tapi Steve bisa melihat kalau Nuna begitu peduli pada pria itu.


Aku harap kali ini kamu tidak akan lebih terpuruk dari sebelumnya, Nuna.


Mereka satu persatu melihat keadaan Steve. Untung saja Steve memang sudah dipindahkan berobatnya ke rumah sakit milik Arby ini. Karena Nuna dan yang lain bekerja di sini, jadi mereka bisa memantau keadaan pria itu kapan saja dan tidak perlu membuang waktu. Freya juga sudah meminta dokter spesialis jantung terbaik di rumah sakit ini dan rumah sakit keluarganya untuk membantu kesembuhan Steve.


"Bagaimana dengan transplantasi jantung?"


"Belum ada yang cocok."


Mereka sedang berunding di salah satu ruangan untuk membahas penanganan Steve. Freya lalu teringat dengan profesornya yang ada di luar negeri. Dulu saat dia sakit dan Sidah sadar, beberapa profesornya itu yang juga seorang dokter ternama, datang membesuknya.

__ADS_1


Freya lalu menghubungi mereka untuk meminta tolong. Dia juga meminta pada omanya untuk membantu, siapa tahu saja kan relasi omanya punya informasi.


Keluarga Steve sekali lagi sangat berterima kasih. Apa jadinya mereka kalau tidak mengenal Nuna dan sahabatnya yang ternyata sangat baik ini. Sungguh bodoh laki-laki yang dulu meninggalkan Nuna dan menyakiti hati gadis baik ini.


"Yang penting Steve punya semangat untuk sembuh."


Setiap jam istirahat, Nuna selalu melihat keadaan Steve. Arby juga sudah memberikan ruang VIP untuk keluarga Steve. Tidak perlu memikirkan masalah biaya di saat keadaan perusahaan masih belum stabil, namun berangsur membaik.


Steve bermimpi, dia bermimpi sedang melihat seseorang menggunakan pakaian pengantin.


Sangat cantik.


Jantungnya berdebar kencang melihat gadis itu.


"Tidak, aku di sini saja."


"Steve, apa kamu tidak mau menikah dengan aku?"


"Aku ...."


"Apa kamu mau meninggalkan aku?"


Steve diam. Dia ingin bersama gadis itu, tapi takut untuk menyakitinya.

__ADS_1


"Steve, apa kamu mau membiarkan aku sendiri?" Pria itu masih diam, tapi air matanya menetes.


"Steve, apa kamu mau melihat aku sendiri seumur hidup?"


"Tidak, Nuna. Carilah pria lain yang tulus mencintai kamu."


"Apa kamu tidak tulus mencinta aku?"


"Aku tulus. Tentu saja aku tulus, tapi pria itu bukan aku."


"Kenapa?"


"Karena ...."


"Tidak perlu memberikan banyak alasan. Katakan saja kalau aku memang tidak pantas untukmu, seperti yang mereka katakan padaku."


Nuna mulai menangis.


"Aku memang tidak pantas untukmu. Seumur hidup aku tidak akan pernah menikah dengan siapa pun."


"Nuna, jangan menangis!" Steve memegangi dadanya yang terasa sakit. Pria itu lalu terduduk di atas rerumputan yang terasa dingin.


"Nuna ... maafkan aku, carilah kebahagiaan kamu sendiri."

__ADS_1


__ADS_2