
Telah membuat keputusan untuk membantu desa dan Arcadia, Altezza beserta kelompoknya dibawa pergi oleh Legolas untuk berkeliling desa. Suasana desa yang masih sangat lengang--kebanyakan orang hanya mengintip Legolas beserta sekelompok pengembara yang melintasi jalanan desa dari balik jendela-jendela rumah mereka. Semuanya masih bersembunyi, dan dalam langkah yang entah akan membawa para pengembara itu ke mana, Legolas berbicara mengenai alasan mengapa warga desa jadi sangat tertutup seperti saat ini.
"Anjing Biru dari Neraka, mereka adalah makhluk yang hidup secara berkelompok, dan jumlah mereka sangatlah banyak. Karena kepalanya yang berjumlah tiga dan tubuhnya yang berukuran besar, jadi satu anjing saja sudah sangat merepotkan," ujar Legolas di kala langkahnya berjalan, memimpin keempat pengembara itu menuju ke bagian lain desa.
"Mereka muncul dari mana? Dan sudah berapa lama mereka ada di Arcadia?" tanya Alaia, tampak penasaran.
"Belum lama ini mereka menampakkan diri di sekitar hutan serta perbukitan, dan sudah sekitar tiga hari yang lalu," jawab Legolas.
"Kerugian apa saja yang sudah kalian alami?" tanya Eugene, menatap Legolas yang berjalan lebih dahulu di depan dirinya beserta teman-temannya.
"Sudah ada banyak hewan ternak kami seperti domba, sapi, dan angsa yang menghilang atau ditemukan tewas. Hewan-hewan yang ditemukan mati, semuanya pasti dalam keadaan tidak utuh," jawab Legolas.
Pandangan Legolas perlahan turun ke bawah, memandangi jalanan tanah desanya dan lanjut berbicara, "tidak hanya hewan ternak, makhluk-makhluk kotor itu mulai meneror warga dengan menyerang beberapa rumah penduduk yang berada di tepi danau."
"Apakah ada korban?" sahut Altezza.
__ADS_1
Legolas menggelengkan kepalanya, "untung saja tidak ada," jawabnya lalu lanjut berkata, "akan tetapi berkat peristiwa itu, warga desa mulai resah dan dirundung oleh rasa ketakutan."
"Maka jangan heran kalau situasi desa sepi seperti saat ini, kami kebanyakan menghabiskan waktu untuk berada di dalam ruangan, sekaligus tidak mau menjadi target serangan anjing-anjing itu," lanjut Legolas, sempat menoleh ke belakang untuk memandang keempat pengembara itu.
Suasana lengang sejenak setelah berbincang cukup panjang. Sepanjang langkahnya berjalan, Altezza beberapa kali menoleh untuk melihat jendela-jendela rumah warga yang ada di sekitarnya--disisi lain dirinya merasa ada banyak mata yang memperhatikan selama ia berjalan. Benar saja, beberapa kali kedua mata Altezza melihat orang-orang di balik jendela-jendela rumah itu, mereka mengintip dirinya serta teman-temannya yang sedang melintas. Wujud kurang lebih mereka sama seperti Legolas dan Emily, walau hanya terlihat sekilas sebelum kemudian menghilang, bersembunyi.
Aaron tampak berpikir, menelaah beberapa hal yang sempat dikatakan oleh Legolas dan berhasil membuatnya penasaran, "apakah se-mengerikan itu?" tanyanya kemudian, memecah keheningan selama berjalan.
"Aku berhasil menangkap satu ekor anjing, kurasa kalian perlu melihatnya!" sahut Legolas, kemudian mempercepat langkahnya.
Empat pengembara itu berjalan mengikuti langkah dari Legolas yang sedikit lebih cepat, menuju ke arah sebuah gudang di tengah ladang yang berada tepat di tepi Danau Arcadia. Altezza sempat dibuat terkesima dengan pemandangan danau yang sangat indah, dan luas. Sejauh mata memandang terdapat banyak pegunungan di sekitarnya, membuat kesan aman untuk danau itu--walau saja keamanan tersebut bersifat sementara karena keberadaan 'Anjing Biru dari Neraka' yang dikatakan Legolas mengancam.
Tidak hanya Altezza, teman-temannya juga dapat melihat dengan jelas walau berukuran kecil karena jauh. Beberapa bangunan kayu yang tampak rubuh, bahkan terdapat satu rumah yang kehilangan bagian kanan bangunannya.
Legolas melangkah, dan tidak lama kemudian muncul seorang laki-laki lain berambut panjang berwarna cokelat kehitaman. Laki-laki itu membuka pintu gudang yang tertutup rapat, dan langsung menemui sosok Legolas yang sudah berada tepat di depan gudang yang berukuran cukup besar itu. Kedua mata Altezza bisa melihat dengan jelas ciri-ciri mencolok dari laki-laki itu yang juga dimiliki oleh Legolas, yaitu kedua daun telinga yang mengerucut atau runcing ke atas. Dia adalah Elf, sama seperti Legolas.
__ADS_1
"Siapa mereka?" tanya laki-laki itu kepada Legolas, menatap waspada dan curiga sekelompok pengembara yang berdiri di belakang Legolas dengan kedua iris mata hitamnya.
Legolas pun berbicara, menjelaskan identitas keempat pengembara yang ada di belakangnya, sekaligus menyampaikan serta memberitahu kepentingan dan keperluan para pengembara itu di gudang tersebut.
"Tetapi apa kau yakin untuk menunjukkan makhluk itu kepada mereka? Aku ragu kalau mereka akan berani, karena makhluk itu rupanya juga menyimpan energi sihir yang cukup kuat," ujar laki-laki berambut panjang berwarna cokelat kehitaman itu kepada Legolas, setelah beberapa perbincangan mereka yang tidak terlalu terdengar oleh Altezza, mereka tampak sengaja untuk menggunakan intonasi rendah dalam berbicara.
Legolas sempat menoleh dan melirik ke belakang, tatapan matanya berwarna biru itu lebih condong menatap kepada Altezza yang tampak berdiri dengan sikap dinginnya dan juga menatap dirinya dengan tatapan datar.
"Kita coba saja," ujar Legolas, sebelum kemudian dirinya dan temannya membuka pintu gudang yang berukuran cukup besar itu.
Ketika pintu gudang itu benar-benar terbuka. Kedua mata Altezza langsung bisa melihat anjing berkepala tiga dengan bulu berwarna biru muda yang memiliki ukuran sangat besar, terantai serta terikat oleh sebuah rantai sihir--atau lebih tepatnya tersegel oleh sihir. Tepat di bawah tubuh anjing yang sedang tertidur itu tampak lingkaran sihir berwarna kuning keemasan.
"Demi apa ...?! Dia besar sekali!" cetus Alaia, berbicara dengan intonasi rendah--takut membangunkan anjing besar itu. Tatapannya sama seperti tatapan Eugene dan Aaron, sama-sama terbelalak, tidak menyangka dengan apa yang mereka lihat.
"Makhluk ini sangatlah kuat, kekuatan satu anjing dapat melumpuhkan satu peleton prajurit kerajaan hanya dalam waktu kurang dari satu menit," ujar Legolas, berjalan masuk ke dalam gudang bersama keempat pengembara itu.
__ADS_1
"Selain itu dia juga dapat menggunakan sihir," timpal Elf berambut panjang berwarna cokelat, berdiri tepat di depan Legolas, membelakangi makhluk raksasa itu.
"Benar-benar makhluk dari Neraka!" gumam Eugene, tubuhnya tampak sedikit gemetar ketakutan, terlihat dari kedua lututnya yang tidak bisa diam bergerak.